Implementasi QRIS untuk Digitalisasi Transaksi UMKM, Dukung SDGs 8 di Kawengan
Tulisan dari cornelius erlangga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Blora, September 2026 – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program “Pendampingan Digitalisasi Transaksi UMKM melalui Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)” di Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital.

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap mulai 31 Juli hingga 5 September 2026. Pelaksanaan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Kawengan untuk menyampaikan rencana program, memperoleh arahan, serta mengetahui kondisi dan sasaran UMKM. Selanjutnya dilakukan observasi terhadap UMKM pada beberapa tahap selama bulan Agustus. Setelah memperoleh gambaran mengenai kondisi sasaran, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai digitalisasi pembayaran melalui QRIS pada 28 dan 29 Agustus 2026. Tahapan berikutnya meliputi pendampingan persiapan dokumen, pendaftaran QRIS, verifikasi dan aktivasi, pelatihan penggunaan QRIS, hingga pembuatan media QRIS bagi UMKM.
Program pendampingan ini memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperoleh pemahaman dan pengalaman langsung dalam menerapkan sistem pembayaran digital. Melalui sosialisasi dan pelatihan, pelaku UMKM diperkenalkan pada penggunaan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran non-tunai dalam kegiatan usaha. Pendampingan juga dilakukan secara langsung pada proses persiapan dokumen, pendaftaran, verifikasi, aktivasi, serta penggunaan QRIS. Pada tahap akhir, monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada 4 dan 5 September 2026 untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala, serta melihat kebutuhan pendampingan lanjutan. Rangkaian kegiatan tersebut mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas dan adaptasi digital UMKM, serta memiliki keterkaitan dengan SDGs 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pemanfaatan inovasi teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga membutuhkan proses edukasi dan pendampingan agar teknologi dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa UNY berperan sebagai fasilitator yang membantu pelaku UMKM memahami proses dan penggunaan QRIS secara bertahap. Ke depan, penggunaan QRIS diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dalam kegiatan usaha sehari-hari sehingga proses adaptasi terhadap transaksi digital dapat berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UNY melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dalam mendukung pencapaian SDGs secara lokal.

