Mahasiswa IKOR UNY Implementasikan SDG 3 melalui Pembinaan Voli Remaja Kawengan
Tulisan dari cornelius erlangga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Cornelius Erlangga Saucha Putra, yang tergabung dalam kelompok KKNR-12990, melaksanakan pembinaan olahraga bola voli bagi remaja jenjang SMP–SMA di Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Kegiatan ini melibatkan sekitar 18 remaja Desa Kawengan dan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNY. Pembinaan tersebut bertujuan untuk mendorong remaja
Rangkaian pembinaan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, mulai 29 Juli hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan dilakukan melalui latihan teknik dasar bola voli, meliputi passing bawah, passing atas, servis, smash, dan block, serta latihan kondisi fisik yang menunjang permainan seperti daya tahan, kecepatan, kekuatan, power, kelincahan, dan kemampuan reaksi. Selain latihan teknik dan fisik, peserta juga mengikuti sparing untuk menerapkan materi yang telah diberikan dalam situasi permainan. Pembinaan dilaksanakan secara bertahap sehingga peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik permainan sekaligus menerapkannya dalam aktivitas bermain bola voli.
Sebagai bagian akhir dari rangkaian kegiatan, mini turnamen bola voli tingkat Desa Kawengan dilaksanakan pada 6 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk menerapkan keterampilan yang telah dilatih selama pembinaan sekaligus melihat perkembangan mereka dalam situasi pertandingan. Salah satu peserta, Galang, mengungkapkan bahwa pembinaan yang diberikan membuatnya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dalam bermain bola voli. “Sebelumnya saya lebih banyak bermain saja, tetapi setelah mengikuti latihan ini saya jadi lebih tahu bagaimana teknik passing, servis, smash, dan latihan fisik yang benar. Ternyata bermain voli bukan hanya soal bermain, tetapi juga perlu latihan dan kondisi fisik yang baik,” ujar Galang. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong Galang dan peserta lainnya untuk tetap berlatih serta menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh secara mandiri setelah rangkaian KKN berakhir. Keterlibatan sekitar 18 remaja dalam rangkaian latihan dan pertandingan menunjukkan partisipasi aktif remaja dalam kegiatan olahraga sekaligus mendukung implementasi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui aktivitas fisik dan pembiasaan hidup aktif.
Melalui kegiatan ini, pembinaan olahraga diharapkan tidak berhenti setelah berakhirnya rangkaian KKN, tetapi dapat terus dikembangkan oleh remaja dan masyarakat Desa Kawengan. Pengetahuan mengenai teknik dasar dan latihan fisik yang telah diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan latihan secara mandiri maupun bersama rekan sebaya. Keberlanjutan aktivitas olahraga tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan positif remaja sekaligus mendukung terciptanya kebiasaan hidup aktif dan sehat di lingkungan Desa Kawengan.

