Konten dari Pengguna

SMA atau SMK, Mana yang Harus Dipilih?

Cristin Yohana Putri Sujarwo

Cristin Yohana Putri Sujarwo

Pelajar SMA Citra Berkat

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cristin Yohana Putri Sujarwo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa orang tua dan murid-murid Sekolah Menengah Pertama mungkin akan dibuat bingung dengan kedua pilihan tersebut. Terutama untuk anak kelas 9 yang di penghujung tahun ini sudah hampir menyelesaikan studinya dan harus segera memutuskan pilihannya. Dan pasti ada pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang dan tidak dengan terburu-buru.

Tidak jarang juga kita mendapati anggapan bahwa SMA itu bisa menghasilkan masa depan yang lebih menjanjikan dibandingkan SMK. Padahal keduanya mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. Dan kita harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan itu sesuai dengan minat dan profesi yang diinginkan. Berikut hal-hal yang bisa menjadi fokus untuk mempertimbangkan keduanya :

Melihat Kurikulumnya

Sumber: pexels.com/C. T. Phat
  • SMA : cenderung lebih mengarah ke teori dan pendidikan umum.

  • SMK : mengarah kepada pelatihan kejuruan atau berfokus pada praktiknya di lapangan.

Mengetahui Tujuan dari Masing-masing Pilihan Pendidikan

Sumber: pexels.com/Mikhail Nilov
  • SMA : mempersiapkan murid-muridnya untuk dapat berpikir logis dan kemudian bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

  • SMK : membekali murid-muridnya dengan skill yang kemudian bisa membawa mereka langsung ke dalam dunia kerja.

Mengetahui Durasi Pendidikannya

Sumber: pexels.com/Pixabay
  • SMA : durasi tetap yaitu 3 tahun dengan fokusnya pada persiapan seleksi masuk perguruan tinggi.

  • SMK : durasinya kurang lebih 3 sampai 4 tahun, tergantung dengan jurusan yang diambil.

Jurusan

Sumber: pexels.com/Rethaferguson
  • SMA : fokus pada mata pelajaran yang umum yaitu IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), dan Bahasa (di beberapa sekolah).

  • SMK : terdiri dari beberapa jurusan. Beberapa contohnya adalah kuliner dan perkantoran.

Nah dari ke-4 hal tersebut, seharusnya bisa menjadi solusi atas kebingungan para orang tua dan juga peserta didik yang harus segera memusatkan keputusannya pada satu pilihan. Keduanya, memiliki kelebihan dari sisi yang jelas-jelas berbeda. SMA lebih fokus kepada peningkatan pengetahuan umum siswa dengan ciri berpikir yang logis dan analitis, sedangkan SMK lebih fokus kepada peningkatan skill lapangan atau praktik yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik untuk bersaing di dunia kerja. Salah satu contoh nyata yang menjadi perbedaan antara keduanya yaitu SMK punya kegiatan yang dinamakan PKL atau Praktik Kerja Lapangan, sedangkan rata-rata SMA itu tidak mengadakan program ini.

Hal ini membuktikan bahwa SMA mau pun SMK itu sama-sama bisa dijadikan sebagai pilihan yang akan memberi kejelasan masa depan yang sama jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan diiringi dengan adanya kerja keras. Dan yang paling penting, tergantung dengan minat dan keperluan tiap orang. Apakah ingin langsung terjun dalam dunia kerja atau ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.