Konten dari Pengguna

Eksistensi Kopi di Kalangan Mahasiswa

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Masdiyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mahasiswa sedang berdiskusi. Sumber : Unplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mahasiswa sedang berdiskusi. Sumber : Unplash.com

Kedudukan kopi di kalangan penikmatnya begitu tinggi, yakni ditempatkan pada level terpuja. Selain di lingkungan masyarakat pada umumnya, kopi juga telah menjadi bagian dari aktivitas–aktivitas akademis. Meskipun dinamis, eksistensi kopi di kalangan mahasiswa sudah tidak terbantahkan lagi.

Aktivitas mahasiswa yang paling kerap dilakukan adalah diskusi, memang tidak semua mahasiswa menikmati kopi namun beberapa lainnya mengatakan “enaknya kalau ada kopi”. Begitu kalimat yang biasanya terdengar ketika hendak memulai diskusi. Dalam sebuah pertemuan mahasiswa, jelas menghadirkan diksusi baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Komunikasi yang terbangun dalam diskusi tersebut akan semakin bermakna bagi mahasiswa yang terbiasa ditemani kopi. Mahasiswa akan mampu membuat momentum diskusi terbangun dengan argumentasi yang tajam.

Lebih dari sekadar menangkap makna, pertentangan ide yang hadir dalam diskusi menjadi lebih terikat dengan sangat baik dalam ingatan. Akan terdengar seruputan kopi ketika diskusi sudah mencapai titik nikmatnya. Pada fase ini, terdapat dua kemungkinan yakni yang pertama adalah fase berpikir yang mendalam dan yang kedua adalah keberhasilan menguasai ide-ide telah yang muncul.

Ilustrasi menyeduh kopi drip instan Foto: dok.Shutterstock

Meskipun antar pemikiran sering terbentur, mahasiwa dengan pola pikir yang baik menjadikan hal tersebut sebagai peramu keakraban. Di antara mereka tersisip kopi nikmat menemani persahabatan.

Selain diskusi sebagai aksi antara mahasiswa dengan mahasiswa yang lain, eksistensi kopi di kalangan mahasiswa juga terasa ketika melakukan kegiatan membaca. Dalam hal ini membaca buku, buku-buku berjalan dan buku dalam pegangan tangan. Seperti halnya diskusi, menghayati membaca dengan sesekali menyeruput kopi benar-benar menambah fokus mahasiswa dalam menangkap makna.

Bagi mahasiswa aktivitas akademik, organisasi, dan cinta adalah kesatuan yang umumnya terpadu untuk diterpa secara bersamaan, dan cinta dianggap sebagai kajian sekilas namun mengagumkan. Seperti pernyataan di awal bahwa kopi memang nikmat layaknya nikmat bercinta. Tidak heran kemudian bahwa kopi selalu membersamai setiap forum diskusi yang dilakukan mahasiswa. Hebatnya, kehadiran kopi di tengah diskusi mampu membuat mahasiswa berpikir lebih tajam bahkan dengan gagasan yang sangat mengagumkan.

Tidak jarang mahasiswa mencari inspirasi melalui minum kopi kemudian merenung dan berpikir, inspirasi atau ide-ide baru dapat muncul dengan matang. Di saat yang sama kopi menemani khayalan mahasiswa untuk merancang langkah yang akan dilakukan. Setelah mendapatkan ide, kopi akan dihabiskan atau ditinggalkan. Walaupun demikian tujuan menikmati kopi telah tercapai, setelahnya melakukan aksi dari insprirasi atau ide-ide yang digapai adalah tujuan sebenarnya.