Konten dari Pengguna

Respons terhadap Perubahan

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Masdiyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap hari kita mengalami yang namanya perubahan, baik perubahan dari dalam diri kita maupun perubahan pada keadaan sekitar kita. Hidup kita selalu diikuti dengan suatu perubahan. Entah itu perubahan yang baik atau pun perubahan yang buruk.

Perubahan artinya ada sesuatu yang baru dalam hidup kita. Sesuatu yang kita temui di hadapan kita untuk kita hadapi. Banyak orang dengan sengaja mencari hal-hal baru dalam hidup mereka.

Saya pikir tujuannya adalah untuk merasa hidup. Kenapa demikian, karena sebenarnya hal-hal baru pasti ada dalam kehidupan kita. Hanya saja mungkin kebanyakan orang belum mampu peka terhadapnya.

Orang-orang mungkin menganggap sesuatu hal yang baru adalah suatu perubahan besar. Sehingga perubahan-perubahan kecil tidak dianggap sebagai sesuatu hal yang baru.

Ilustrasi. Sumber : Pixabay.com

Kebiasaan, itulah yang sebenarnya kita kejar. Bagaimana setiap perubahan dapat direspons dengan baik, sehingga kita terbiasa untuk melakukan respons-respons baik terhadap berbagai macam hal yang kita temui. Sebagai contoh misalnya beberapa orang mengambil keputusan matang untuk mengakhiri hidupnya karena menemui berbagai persoalan. Beberapa orang tersebut menganggap dirinya telah berhadapan dengan perubahan yang buruk dalam hidup mereka. Di sanalah pentingnya kebiasaan merespons, tolok ukurnya adalah bagaimana seseorang dapat mampu merespons sesuatu dengan baik, yaitu dengan pikiran-pikiran yang dapat membesarkan jiwa.

Maka setiap kita menghadapi perubahan, untuk dapat membiasakan diri merespons sesuatu dengan baik atau positif. Perlu pula kebiasaan menghadirkan pikiran-pikiran positif, perasaan-perasaan yang positif. Ingat kalimat yang telah menyebar luas tentang buah dari pikiran, “bahwa ucapan dan tindakan adalah wujud dari apa yang bersemayam di pikiran”.

Jadi kesadaran diri diperlukan dalam hal ini untuk menumbuhkan kemauan, kemampuan kemudian akan tercipta dengan tindakan atas dorongan dari kemauan tersebut. David J Schwartz dalam bukunya mengatakan, jangan menunggu jiwa untuk tergugah baru kemudian bertindak, tapi bertindaklah, dalami sesuatu itu maka jiwa akan tergugah.

Kembali kepada perubahan, hal–hal baru di hadapan kita adalah sesuatu yang memang harus kita lalui. Menghindar merupakan suatu upaya yang buruk. Jika perubahan di hadapan kita adalah sebuah masalah, maka selesaikan. Proses dalam menyelesaikan masalah, itulah yang kita perlukan untuk mampu menjalani kehidupan dengan baik ke depannya.

Terakhir, tidak semua hal-hal baru akan menyenangkan hati. Terutama jika hal baru itu adalah sebuah masalah, atau berbagai macam masalah yang menghadap secara bersamaan. Mari kita ingat pula apa yang tersampaikan oleh Mark Manson juga dalam bukunya bahwa selama kita hidup, masalah akan selalu melekat, kita harus melalui proses penyelesaiannya dengan baik. Artinya kita tidak akan terhindar atau pun dihindari oleh sesuatu yang berupa masalah. Namun yang perlu diingat adalah bahwa kita dapat mengusahakan untuk mendapatkan masalah-masalah yang baik.