Konten dari Pengguna

Mengapa 80% Usaha Kamu Mungkin Sia-sia: Memahami Prinsip Pareto

Yulfani Akhmad Rizky

Yulfani Akhmad Rizky

Lulusan S1 Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang dan S2 Manajemen Universitas Islam Kalimantan. Saat ini berkarier sebagai ASN di Kab. Hulu Sungai Selatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yulfani Akhmad Rizky tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prinsip 80/20 (Sumber: Gemini AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prinsip 80/20 (Sumber: Gemini AI)

Pernahkah kamu merasa seperti ini: kamu memulai hari dengan daftar tugas yang panjang. Kamu sibuk dari pagi hingga petang, membalas puluhan surel dan menghadiri rapat. Namun, saat malam tiba, kamu lelah luar biasa, tapi rasanya tidak ada kemajuan berarti pada tujuan terpenting kamu.

Kita sering terjebak dalam mitos bahwa sibuk itu sama dengan produktif. Kita mengukur hari dari seberapa banyak tugas yang dicoret, bukan dari seberapa besar hasil yang kita ciptakan.

Bagaimana jika ternyata sebagian besar usaha kita sebenarnya tidak terlalu penting? Selamat datang di dunia Prinsip Pareto, atau yang lebih dikenal sebagai Aturan 80/20.

Kisah Seorang Ekonom Italia dan Kebun Kacangnya

Untuk memahami prinsip ini, kita harus kembali ke Italia pada akhir abad ke-19. Ada seorang ekonom bernama Vilfredo Pareto yang sedang mengamati kebunnya. Ia menemukan pola yang aneh: sekitar 80% kacang polong terbaik di kebunnya ternyata hanya berasal dari 20% tanamannya. Sebagian besar tanaman lain hasilnya biasa-biasa saja.

Rasa penasarannya membawanya untuk meneliti data kekayaan di Italia. Seperti yang ia dokumentasikan, hasilnya mengejutkan: ia menemukan pola yang sama, yaitu 80% tanah di Italia dimiliki oleh hanya 20% penduduknya.

Dari dua hal yang sangat berbeda—kebun kacang dan ekonomi negara—lahirlah sebuah prinsip universal yang kini dikenal sebagai Aturan 80/20. Intinya: untuk banyak hal, sekitar 80% hasil datang dari 20% usaha.

Prinsip 80/20 Ada di Mana-Mana (Kamu Hanya Belum Sadar)

Inti dari Prinsip Pareto bukanlah pada angka 80/20 yang harus pas, melainkan pada gagasan bahwa usaha dan hasil tidak pernah seimbang. Selalu ada beberapa hal kecil yang memberikan dampak luar biasa, dan banyak hal sepele yang dampaknya sedikit.

Setelah kamu tahu polanya, kamu akan melihatnya di mana-mana:

  • Dalam Bisnis: Seperti yang dipopulerkan oleh penulis Richard Koch dalam bukunya The 80/20 Principle, sering kali 80% keuntungan perusahaan berasal dari hanya 20% pelanggan setianya. Demikian pula, 80% keluhan pelanggan biasanya datang dari 20% jenis masalah yang sama.

  • Dalam Teknologi: Microsoft pernah melaporkan bahwa dengan memperbaiki 20% bug yang paling sering dilaporkan, mereka berhasil menghilangkan 80% crash pada sistem mereka.

  • Dalam Kehidupan Sehari-hari: Coba periksa lemari pakaian kamu. Kemungkinan besar, 80% waktu dihabiskan dengan hanya mengenakan 20% dari total pakaian yang dimiliki. Atau periksa daftar kontak di ponsel mu; 80% komunikasi mungkin hanya terjadi dengan 20% dari total kontak yang ada.

  • Dalam Lalu Lintas: Para perencana kota tahu bahwa 80% kemacetan biasanya terjadi hanya di 20% ruas jalan utama pada jam-jam sibuk.

Jadi, Apa Artinya Ini untuk Saya

Memahami prinsip ini bisa mengubah cara kamu memandang pekerjaan dan hidup. Artinya, jika kamu punya 10 tugas hari ini, kemungkinan besar hanya dua tugas yang benar-benar akan membuat perbedaan besar. Delapan tugas lainnya, meskipun terasa mendesak, sebenarnya tidak terlalu penting.

Pemahaman yang sedikit menakutkan, tapi juga sangat melegakan. Menakutkan karena kita sadar betapa banyak waktu yang mungkin terbuang untuk hal-hal sepele. Melegakan karena ini memberi kita izin untuk berhenti mencoba melakukan segalanya.

Ini adalah undangan untuk mengubah fokus: dari sibuk mengerjakan banyak hal menjadi fokus mengerjakan hal yang benar.

Pareto adalah 'kacamata' baru untuk melihat dunia. Ia ada di sekitar kita, entah kita sadari atau tidak, dan diam-diam mengendalikan hasil dari usaha kita.

Memahami prinsip pareto adalah langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah menggunakannya sebagai alat untuk mendesain ulang pekerjaan dan hidup kita. Di artikel berikutnya, kita akan membahas cara praktis untuk menemukan 20% tugas penting dan menyingkirkan 80% sisanya.