Konten dari Pengguna

Mitos 'Bisnis Hijau Itu Mahal': 5 Tips Praktis untuk UMKM

Yulfani Akhmad Rizky
Lulusan S1 Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang dan S2 Manajemen Universitas Islam Kalimantan. Saat ini berkarier sebagai ASN di Kab. Hulu Sungai Selatan sambil belajar di PJJ Hukum Sibermu.
25 Agustus 2025 16:10 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mitos 'Bisnis Hijau Itu Mahal': 5 Tips Praktis untuk UMKM
Memberikan 5 langkah mudah bagi UMKM untuk menerapkan rantai pasok yang ramah lingkungan. Pelajari cara hemat biaya dan perkuat merek dengan menjadi lebih hijau tanpa modal besar.
Yulfani Akhmad Rizky
Tulisan dari Yulfani Akhmad Rizky tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi bisnis hijau (Sumber: Gemini AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bisnis hijau (Sumber: Gemini AI)
ADVERTISEMENT
Saat mendengar istilah "ramah lingkungan" atau "green business", banyak pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mungkin langsung membayangkan biaya besar: panel surya, mesin canggih, atau sertifikasi mahal. Muncul anggapan bahwa menjadi "hijau" adalah kemewahan yang hanya bisa dilakukan oleh perusahaan raksasa.
ADVERTISEMENT
Padahal, anggapan itu keliru.
Menerapkan prinsip Green Supply Chain atau Rantai Pasok Hijau untuk UMKM bukanlah tentang perombakan besar-besaran yang menguras modal. Justru sebaliknya, ini adalah tentang serangkaian langkah cerdas dan sederhana yang tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga bisa menghemat biaya, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat citra merek Anda.
Berikut adalah lima langkah awal yang praktis dan tidak perlu mahal untuk memulai perjalanan bisnis Anda yang lebih hijau.

1. Jadilah "Detektif Sampah" di Usaha Anda Sendiri

Langkah pertama dan termudah adalah mengetahui di mana letak pemborosan. Selama seminggu, coba perhatikan dan catat semua hal yang Anda buang.
ADVERTISEMENT

2. Utamakan Pemasok dari "Tetangga" Terdekat

Semakin jauh perjalanan bahan baku Anda, semakin besar jejak karbon yang dihasilkan. Memilih pemasok lokal adalah salah satu strategi Green Supply Chain yang paling mudah.

3. Desain Ulang Kemasan Anda dengan Cerdas

Kemasan adalah wajah produk Anda, tetapi juga sering menjadi sumber sampah terbesar. Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada kemasan tidak harus rumit.
ADVERTISEMENT

4. Matikan Keran Pemborosan Energi dan Air

Ini adalah langkah yang sering disepelekan, padahal dampaknya langsung terasa pada tagihan bulanan Anda.
ADVERTISEMENT

5. Ceritakan Kisah "Hijau" Anda kepada Pelanggan

Setelah melakukan upaya-upaya di atas, jangan simpan sendiri! Pelanggan modern senang mendukung bisnis yang peduli.

Mulai dari yang Kecil

Menerapkan Green Supply Chain bagi UMKM bukanlah tentang investasi besar yang mustahil, melainkan tentang membangun kebiasaan cerdas. Setiap langkah kecil—dari mencatat sampah hingga bercerita di media sosial—tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada kesehatan bisnis Anda melalui penghematan biaya dan citra merek yang lebih kuat.
ADVERTISEMENT
Mulailah dari satu langkah sederhana hari ini.