Mom as The Guardian of The Family: Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Tulisan dari Cut Auzola Azalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hi Moms!
Sebagai seorang Ibu, pastinya Moms sekalian merasakan menjadi Guardian of the Family. Dari mulai hal simple seperti mencari kaus kaki suami, mainan anak yang hilang, dan bahkan sampai peran yang sulit sekalipun; misalnya sebagai menteri keuangan keluarga pun, juga Moms yang mengurus.
Pastinya pernah dong mendengar ungkapan "Healthy Mom = Healthy Family"? Karena memang itu benar sekali adanya Moms. Bayangkan, satu hari aja Moms sakit atau stres luar biasa sampai tidak bisa mengurus keluarga, pastinya semua hal langsung babak belur. Seperti yang aku rasakan sendiri di bulan kemarin. Sakit mata berujung semua hal buyar.
Selama sakit mata, aku kesulitan mengurus keluarga; cucian piring menumpuk, pumping ASI menurun, perhitungan uang bulanan kacau! Ya, pada saat aku sakit mata (kurang lebih seminggu), pas banget dengan waktunya gajian suami. Biasa seluruh peser pengeluaran aku yang mengurus dan menyimpan pada pos-posnya, jadi terbengkalai. Alhasil pada bulan itu keuangan bocor sana sini.
Kebayangkan betapa nambah pusing kepala setelah sembuh. Maka dari itu Healthy Mom is sure indeed a healthy family. Sehat di sini tidak hanya fisik lho Moms, tapi pikiran juga harus sehat. Jadi tidak ada salahnya sekali-sekali mendapat me time yang bebas dari tekanan mengurus keluarga. Supaya setelah refresh Mom dapat kembali mengurus keluarga dengan baik dan menjadi Guardian of The Family yang sehat batin maupun fisik!
Yang paling sulit dibenahi setelah sakit kemarin memang mengejar pumping ASI dan kembali mengurus keuangan yang bocor. Walaupun kita sebagai Moms, mendapatkan gelar kehormatan sebagai menteri keuangan setelah berkeluarga, bukan berarti kita semua tahu cara yang benar mengurus keuangan. Aku sendiri pun sampai sekarang masih perlu banyak belajar agar lebih disiplin dengan pos keuangan dan juga meminimalisi kebocoran.
Kebetulan, aku sempat mengikuti event talk show #MomsMingle bersama Sun Life beberapa saat lalu yang membahas tentang mengatur keuangan. Pembicara pada talkshow tersebut adalah Shierly Ge (Chief Marketing Officer Sun Life), Annisa Sagita (Financial Planner), Kelly Tandiono (Model & Brand Ambassador Sun Life), serta Kania Annisa Anggiani (Mompreneur).
Mbak Shierly membahas sedikit tentang pentingnya asuransi dalam mengatur keuangan, karena asuransi dapat sangat membantu. Mbak Annisa membagikan tips penting cara dari manajemen keuangan (detilnya aku share di bawah ya). Lalu ada Mbak Kelly memberikan info bahwa kesehatan dan financial itu terkait sangat penting, di mana percuma kita punya uang tapi kalau sakit-sakitan, jadi selain kesehatan finansial, kesehatan pribadi pun sangat penting. Dan tidak kalah menarik, ada Mbak Kania yang membagikan pengalaman sebagai mompreneur dan pentingnya memisahkan keuangan keluarga dan keuangan bisnis, jangan sampai campur aduk!
Masing-masing menyajikan insight yang sangat berguna, terutama share dari Mbak Annisa Sagita yang berkaitan dengan menyusun finansial dengan baik. Benar-benar topik yang perlu aku resapi, terutama karena emang aku kurang lebih masih cukup buta cara mengatur keuangan keluarga yang benar. Dari talk show tersebut, aku mendapat cukup banyak pelajaran berharga yang akan aku bagikan kepada Moms sekalian!
FAKTA DAN HAL PENTING
Faktanya, dari banyaknya perceraian yang terjadi, terdapat 4 alasan terbesar perceraian di Indonesia, salah satunya adalah masalah ekonomi/finansial. Jadi pastinya tau dong, betapa penting masalah finansial ini dalam membangun suatu keluarga.
Yes, we need love for marriage and build a happy family, but unfortunately my dear, love is not enough. Money does count.
Ya, karena pada dasarnya uang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Begitupula, kejelasan tentang masalah ekonomi dan finansial penting untuk suatu keluarga supaya bertahan teguh. Bukan hanya masalah banyaknya uang, tapi bagaimana kita mengatur keuangan itu sendiri dan paling penting:
"KETERBUKAAN MASALAH FINANSIAL ANTARA SUAMI DAN ISTRI PENTING ADANYA."
Jadi, yang masih mikir pernikahan cukup perlu cinta dan bukan uang, coba lagi deh dipikir.
Love does conquer all, but every family need money to build a life. And openness build trust between man and wife.
Pastikan Moms semua sudah mengingat hal terpenting yaitu "Keterbukaan dengan pasangan" sebelum melakukan hal lainnya. Karena jika sudah ada keterbukaan, maka diskusi dan financial planning keluarga akan jauh lebih murah karena suami dan istri akan saling support.
PERSIAPAN
Sebelum bisa menata keuangan dengan baik, kita harus tahu dulu beberapa hal penting berikut:
1. Financial Check Up: terdengar sederhana tapi sangat penting. Supaya kita dapat merencanakan dengan lebih baik, kita harus tahu dan paham dulu bagaimana kondisi finansial kita saat ini. Pastikan keuangan keluarga sehat, cari tahu juga masalah keuangan saat ini berserta dengan solusinya.
Aset dikurangi hutang = positif. Jangan sampai kondisi keuangan kita malah negatif karena hutang yang lebih banyak.
Pemasukan > Pengeluaran.
Cicilan tidak haram, tapi sebaiknya maksimal cicilan bulanan adalah 30% dari pemasukan.
Punya dana darutat. Minimal baiknya 3x pengeluaran bulanan yang tidak diganggu gugat.
Punya setidaknya asuransi kesehatan untuk seluruh keluarga.
2. Menentukan Tujuan: kita harus tau nanti uangnya ditujukan untuk apa. Apa cita-cita keluarga? Apa yang ingin diraih?
3. Bagaimana Cara Meraih Tujuan: strategi apa yang bisa kita persiapkan untuk mencapai tujuan yang telah kita inginkan.
4. ACTION! : berbagai cara yang bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya membuka tabungan, memiliki tabungan terpisah sesuai pos masing-masing, mendaftar asuransi, buka rekening investasi dan sebagainya.
Dengan persiapan yang matang, maka perencanaan keuangan seharusnya akan lebih mudah untuk diatur, karena kita sudah tau bagaimana kondisi kita dan apa tujuan kita kedepannya. Jujur aku sendiri masih kesulitan untuk menyimpan dana darurat. Tapi tujuan sendiri aku rasa sudah cukup kebayang, tinggal lebih dipersiapkan dan difokuskan kembali.
PERENCANAAN KEUANGAN
Menurut Mbak Annisa, perencanaan keuangan yang baik adalah jika kita mengingat 3 hal ini:
1. Saat Ini: Pemasukan dan pengeluaran (cashflow) cicilan (manajemen hutang), aset yang dimiliki, dan kekayaan bersih.
2. Masa Depan: Sekolah anak, rencana traveling, calon anak berikutnya, beli rumah, beli kendaraan, pensiun.
3. Perlindungan: Tabungan darurat dan asuransi.
PENTINGNYA TABUNGAN DARURAT, INVESTASI, DAN ASURANSI
Jujur, aku masih suka bocor di ketiga pos ini, tapi aku sedang berusaha menjadi menteri keuangan keluarga yang lebih baik lagi. Tabungan darurat memang penting adanya, karena kita tidak tahu apa yang bisa tiba-tiba terjadi dan kapan kita butuh dana darurat tersebut. Misalnya karena sakit, servis mobil yang tidak terduga, dan sebagainya.
Investasi juga tidak kalah penting, karena ya memang penghasilan saja bisa jadi tidak cukup, apalagi bagi yang istri tidak bekerja. Menentukan investasi apa yang cocok juga susah, aku dan suami sampai saat ini masih bolong pada bagian investasi karena suami masih berusaha terhindar dari investasi yang berbau riba. Aku sendiri mengikuti suami dia lebih nyaman pada investasi apa dan itu masih kami pertimbangkan sampai sekarang.
Asuransi pun menjadi hal yang sangat penting. Setidaknya harus ada asuransi kesehatan lah ya, biar sedikit aman. Untuk asuransi, so far keluargaku baru menggunakan BPJS dan juga asuransi kesehatan bawaan dari kantor suami. Asuransi cukup berguna sekali, terutama saat aku melahirkan di tahun lalu, hampir seluruh biaya persalinan ditanggung asuransi (BPJS) dan check up nya pun masih terbantu asuransi kantor. Jadi lumayan lebih hemat sih. Kalau kalian mau berasuransi, pastikan kalian memilih asuransi yang baik dan sesuai dengan yang kalian inginkan.
MANAJEMEN CASHFLOW
Dengan terbentuknya perencanaan keuangan yang baik, maka manajemen cashflow bisa lebih terencana. Mbak Annisa membagian persentasi cashflow yang sekiranya bisa kita jadikan patokan dalam memanajemen pengeluaran:
1. Saat Ini (Biasay Hidup): 40% dari gaji.
2. Saat Ini (Cicilan Jika Ada): maksimal 30% dari gaji.
3. Masa Depan: 20% dari gaji.
4. Tabungan Darurat: 10% dari gaji.
Memang, tidak semua keluarga bisa plek-plekkan mengikuti persentasi berikut, tapi setidaknya ini bisa menjadi gambaran untuk kita membuat persentasi cashflow kita sendiri yang sesuai dengan tujuan keluarga.
Selain persentasi cashflow, ada baiknya kita juga mendiskusikan siapa yang memegang manajemen cashflow keluarga. Apakah Mom, Dad, atau keduanya memiliki andil yang sama. Biasanya ada 3 tipe:
1. Suami Transfer Seluruh Pemasukan: Biasanya terjadi kalau suami bekerja dan istri sebagai ibu rumah tangga. Jadi Istri memanejemen seluruh pengeluaran dan pemasukan. Walaupun begitu, pastikan suami tidak "tinggal terima jadi", jadi diskusi dan keterbukaan tetap perlu walaupun hanya satu orang yang mengurus.
2. Suami Transfer Sebagian Pemasukan: Suami dan istri sama-sama memanajemen pengeluaran dan pemasukan dari gaji Suami, tapi masing-masing tujuan tetap didiskusikan dengan baik.
3. Keuangan Terpisah/Bagi Tugas: Biasanya suami dan istri sama-sama bekerja. Masing-masing mengurus uang sendiri sesuai dengan tujuan keluarga.
Apapun tipe manajemen di keluarga kalian, jangan lupa untuk tetap saling diskusi dan terbuka ya Moms. Aku sendiri sepertinya lebih ke yang nomer 1, bahkan dari sebelum aku menjadi full time house wife. Dari jaman sama-sama bekerja, aku selalu mengurus keuangan keluarga.
Walaupun suami mentransfer dan mempercayakan seluruh gajinya, aku tetap berusaha tetap update dan memaksa dia untuk ikutan melihat manajemen cashflow keluarga kami saat ini. Selain itu, untuk uang yang aku hasilkan sendiri (dari bekerja sampai menjadi freelance sekarang ini), semuanya merupakan hakku dan aku yang pegang. Tapi karena sudah biasa terbuka mengenai uang sejak pacaran dulu, jadi apapun penghasilanku (yang tetap hakku seutuhnya) tetap aku diskusikan dengan suami, tapi dia tidak mengganggu gugat sama sekali.
Jadi apapun pilihan keluargamu, pastikan sudah melalui diskusi dan kesepakatan bersama ya, agar terhindar dari kebaperan dan salah paham :)
---------------
Sekian tips yang bisa aku bagikan Moms, semoga bermanfaat ya dan bisa membantu Moms untuk lebih aware, termotivasi dan semakin detil dalam mengatur keuangan keluarga. Kalau ada yang ingin tahu lebih lanjut mengenai asurasi dari Sun Life bisa langsung cek websitenya ya:
Jangan lupa Moms, Keterbukaan penting dalam keluarga, terutama keterbukaan finansial! Let's #LiveHealthierLives!
Goodluck MOMS, stay healthy, stay happy!
