Menyalakan Semangat Literasi Anak di UPT SDN 223 Gresik Bersama Mahasiswa UNAIR

Mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Putri Hinis Rantiasih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menganti, Gresik – Dalam upaya menumbuhkan semangat literasi sejak dini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Airlangga menggelar program bertajuk PELITA (Pekan Literasi Anak) di UPT SDN 223 Gresik, Desa Hendrosari Kecamatan Menganti. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Sabtu, 19 Juli hingga Sabtu, 26 Juli 2025, ini dirancang untuk mengintegrasikan keterampilan membaca, menulis, berpikir kritis, dan aksi nyata dalam bingkai kegiatan edukatif yang menyenangkan dan inklusif. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik Literasi yang bertujuan membentuk kebiasaan membaca dan menulis sejak dini di lingkungan sekolah.
Ceria Bersama Cerita
Rangkaian kegiatan pertama dilakukan pada Sabtu, 19 Juli kepada siswa kelas 1. Kegiatan yang dilakukan adalah membaca nyaring dan mengulas buku bacaan. Anak-anak kemudian dibagi menjadi kelompok kecil untuk mengikuti sesi membaca nyaring buku cerita anak, dipandu oleh mahasiswa dengan intonasi ekspresif dan bimbingan interaktif. Setelah itu, dilanjutkan dengan diskusi santai mengenai judul, tokoh, dan pesan moral cerita. Kegiatan diakhiri dengan kuis ringan untuk mengukur pemahaman anak-anak. Suasana kelas pun penuh semangat dan gelak tawa, anak-anak tampak antusias dan aktif menjawab setiap pertanyaan.
Menulis Cerita Berdasarkan Buku Bacaan
Kegiatan berikutnya yang berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025, melibatkan siswa kelas 4 dalam sesi literasi kreatif. Acara diawali dengan pemberian materi seputar kepenulisan cerita pendek yang dibawakan oleh para mahasiswa. Setelah itu, para siswa diajak untuk membaca buku cerita anak secara mandiri, lalu menuangkan ide mereka dengan menulis cerpen versi sendiri yang terinspirasi dari bacaan tersebut. Karya-karya yang dihasilkan kemudian dilombakan sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat. Kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas dan daya imajinasi anak-anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri dalam mengekspresikan gagasan mereka melalui tulisan.
Puzzle Literasi dan Kerja Sama Tim
Pada Rabu, 23 Juli 2025, kegiatan menyasar kelas 2 dan 3 dengan menggabungkan literasi dan permainan edukatif. Sesi dibuka dengan kegiatan membaca nyaring oleh mahasiswa, kemudian siswa diajak berdiskusi tentang tokoh dan pesan moral cerita. Anak-anak kemudian mengikuti games puzzle bertema pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. Mereka bekerja dalam kelompok untuk menyusun potongan gambar acak menjadi bentuk utuh yang bermakna. Kegiatan ini bertujuan melatih konsentrasi, kolaborasi tim, dan literasi visual. Sebagai penutup, diberikan penghargaan untuk kelompok terbaik dan sesi dokumentasi bersama.
Mengekspresikan Diri Lewat Puisi
Kamis, 24 Juli 2025, menjadi panggung bagi siswa kelas 6 untuk mengekspresikan diri melalui puisi. Siswa diberikan materi terlebih dahulu tentang kepenulisan puisi seperti struktur puisi, rima, dan beberapa majas populer seperti personifikasi, simile, dan metafora. Setelah itu, mereka diminta menulis puisi bertema pendidikan, lingkungan, kesehatan, atau ekonomi. Beberapa siswa mampu menyusun puisi sederhana yang menyentuh dan menggambarkan daya imajinasi yang kuat.
Literasi yang Menggerakkan Aksi Nyata
Pada Jumat, 25 Juli 2025, mahasiswa UNAIR memperluas cakupan literasi ke ranah aksi nyata lewat edukasi pengelolaan sampah dan pembuatan kompos untuk siswa kelas 5. Anak-anak dikenalkan pada jenis-jenis sampah dan manfaat kompos, kemudian diajak praktik langsung membuat kompos dari sampah organik di sekitar sekolah. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk kesadaran lingkungan dan menunjukkan bahwa literasi tidak hanya membaca dan menulis, tapi juga mendorong perubahan dan tanggung jawab sosial.
Merayakan Karya, Menghargai Proses
Sebagai penutup rangkaian kegiatan PELITA, pada Sabtu, 26 Juli 2025, mahasiswa KKN Tematik UNAIR menggelar sesi apresiasi untuk seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif sepanjang program. Dalam kegiatan ini, ditampilkan hasil karya terbaik dari lomba menulis cerita pendek dan puisi, yang mendapat apresiasi langsung dari para mahasiswa. Selain itu, diselenggarakan pula permainan seru yang menekankan kerja sama tim dan kebersamaan, dengan hadiah menarik yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Momen ini menjadi puncak penuh keceriaan sekaligus bentuk penghargaan atas semangat belajar dan kreativitas para siswa selama sepekan penuh kegiatan literasi.
Menyalakan Pelita, Menumbuhkan Harapan
Program PELITA tidak hanya menjadi ajang penguatan keterampilan literasi dasar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, ekspresi, dan kepedulian sosial anak-anak. Dengan pendekatan yang menyenangkan, inklusif, dan penuh makna, mahasiswa KKN Tematik UNAIR berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang tak hanya membekas di kepala, tapi juga di hati. Harapannya, pelita yang telah dinyalakan ini akan terus menyala dan menjadi awal dari budaya literasi yang hidup dan berkembang di lingkungan sekolah dasar.
