Residensi MARS UMY: Mempelajari Health Tourism di Benua Asia-Eropa

Prodi Manajemen Administrasi Rumah Sakit UMY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Cynthia Karina Wibowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Turkiye sebagai Destinasi Health Tourism
Turkiye saat ini dikenal sebagai salah satu pusat health tourism dunia dengan fasilitas kesehatan modern, tenaga medis berpengalaman, serta biaya layanan yang kompetitif dibanding negara-negara Eropa Barat. Dukungan pemerintah yang kuat melalui regulasi, akreditasi internasional, dan promosi global menjadikan rumah sakit di kota-kota besar seperti Istanbul dan Ankara tujuan populer bagi pasien internasional.
Beberapa dekade terakhir ini Turkiye berkembang pesat sebagai salah satu pusat health tourism yang identik dengan Hair Transplantation. Posisi yang strategis terletak diantara benua Asia dan Eropa menjadi salah satu daya tarik dan kemudahan untuk melakukan perjalanan wisata sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan.
Medipol Education and Healthcare Group
Rumah Sakit Universitas Medipol merupakan rumah sakit universitas swasta di Turki. Rumah Sakit ini menggabungkan berbagai layanan mulai dari layanan kesehatan umum, bedah kardiovaskular, onkologi hingga kedokteran gigi. Medipol Hospital menyuguhkan kesan rumah sakit modern tidak hanya dari desain bangunannya namun juga terlihat dari investasi di dalam peralatan medis dengan teknologi canggih dan terkini. Memiliki 11 cabang rumah sakit yang tersebar di Istanbul dan Ankara, Medipol Hospital menjadi rumah sakit swasta terbesar di Turki yang menyandang predikat sebagai salah satu rumah sakit terbaik dengan teknologi generasi baru. Selain itu, Medipol menjadi pusat rujukan baru di sektor kesehatan, baik secara nasional maupun internasional.
Medipol Mega University Hospital
Medipol Mega University Hospital merupakan rumah sakit terbesar yang ada di dalam Medipol Education and Healthcare Group. Terdiri dari 7 gabungan rumah sakit yang berada di dalam satu kompleks, rumah sakit ini memiliki 358 ruang poliklinik, 810 tempat tidur yang termasuk di dalamnya 215 Intensive Care Unit, 42 poliklinik gigi dan 32 ruang operasi yang dapat beroperasi pada saat yang bersamaan. Hal ini lah yang membuat Program Studi Manajemen Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan kunjungan studi banding di Medipol Mega University Hospital. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa tentang sistem manajemen rumah sakit akademik internasional, implementasi teknologi canggih, serta proses strategi internasionalisasi layanan kesehatan. Dengan layanan unggulan yang telah dikenal secara internasional (terutama onkologi klinis dan radioterapi modern) dan memiliki akreditasi internasional (JCI dan HIMSS), Medipol Mega University Hospital menjadi pusat pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa MARS UMY.
Relevansi dengan Layanan Kesehatan Indonesia
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan di sektor health tourism, terutama dengan kekayaan alam, budaya, serta daya tarik wisata kelas dunia. Namun, terdapat beberapa perbedaan mendasar dibandingkan dengan Turki, antara lain:
1. Infrastruktur dan Fasilitas Medis
Rumah sakit di Turki telah banyak memperoleh akreditasi internasional (JCI), sedangkan di Indonesia masih terbatas. Hal ini memengaruhi tingkat kepercayaan pasien asing.
2. Dukungan Pemerintah
Pemerintah Turki secara konsisten mendorong promosi health tourism, sementara Indonesia masih berfokus pada peningkatan layanan dasar bagi penduduk domestik.
3. Biaya dan Kompetisi
Indonesia menawarkan biaya medis relatif lebih murah dibandingkan negara tetangga. Namun, banyak warga Indonesia justru berobat ke luar negeri (Singapura, Malaysia, hingga Turki) karena faktor kepercayaan dan kualitas layanan.
4. Konektivitas dan Akses Wisata
Seperti Turkiye, Indonesia memiliki destinasi wisata unggulan. Jika dipadukan dengan layanan kesehatan berkualitas, Indonesia berpotensi menarik pasar internasional.
Harapan Implementasi di Indonesia
Dari kegiatan residensi di Turkiye, mahasiswa MARS UMY dapat melihat bahwa kunci keberhasilan health tourism terletak pada:
Standarisasi mutu rumah sakit setara internasional
Riset dan penentuan strategi promosi terpadu antara sektor kesehatan dan pariwisata
Kolaborasi lintas sektor (pemerintah, rumah sakit, biro perjalanan, hotel)
Peningkatan kepercayaan pasien asing melalui tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern
Dengan melakukan upaya langkah-langkah strategis, Indonesia dirasa dapat meniru pola Turki dalam mengembangkan health tourism, sambil memanfaatkan keunggulan lokal seperti wisata alam dan budaya.
