Konten dari Pengguna

Hidroponik Sederhana, Mahasiswa KKN UNAIR Ajak Bertani di Lahan Sempit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rakadian Pradana H tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

16 Juli 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) UNAIR memperkenalkan sistem pertanian hidroponik wick system kepada Ibu-ibu PKK di Desa Pohjejer, Gondang, Kabupaten Mojokerto. Program ini bertujuan memberikan solusi pertanian ramah lingkungan dan efisien di lahan terbatas. Menggunakan metode ini, tanaman dapat tumbuh tanpa adanya tanah, sehingga lebih bersih, efisien, dan mudah untuk dipraktekkan.

Hidroponik sendiri merupakan metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan dengan media air yang diberi nutrisi. Hidroponik sangat cocok diterapkan di lingkungan yang memiliki keterbatasan lahan atau tanah yang kurang subur. Keunggulan lain dari hidroponik yaitu hasil panennya yang lebih cepat, bersih, dan kualitasnya yang baik.

Salah satu metode hidroponik yang paling sederhana dan hemat biaya adalah wick system. Dalam metode tersebut, nutrisi diserap oleh akar tanaman melalui sumbu (wick) yang menghubungkan larutan nutrisi di bawah dengan media tanam di atas. Sumbu tersebut umumnya terbuat dari kain flanel.

Sosialisasi dan demonstrasi cara instalasi hidroponik wick system di balai desa Pohjejer.(dokumentasi pribadi)

Sosialisasi dilakukan di balai desa, Mahasiswa KKN menjelaskan mengenai hidroponik tersebut, alat dan bahan yang digunakan, benih sayuran yang cocok untuk sistem ini, perawatan berkalanya, serta demonstrasi langsung cara instalasi hidroponik wick system.

Melalui program pengenalan hidroponik wick system ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian berkelanjutan di era modern. Sistem hidroponik menjadi solusi konkret untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan, kualitas tanah yang menurun, serta kebutuhan pangan yang semakin meningkat.

Diharapkan warga Desa Pohjejer dapat mempraktikkan sistem ini secara mandiri di rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, terutama sayuran segar yang sehat dan bebas pestisida. Dengan begitu, keluarga dapat menghemat pengeluaran sekaligus memperoleh gizi yang lebih baik.