Konten dari Pengguna

2 Tokoh Pendiri NU Jadi Nama Jalan Lingkar Selatan Tuban

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DADANG BUDI SETIAWAN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peresmian JLS oleh Gubernur Jatim dan Wabup Tuban
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian JLS oleh Gubernur Jatim dan Wabup Tuban

Setelah selesai pembangunan satu sisi Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kabupaten Tuban di tahun 2020 yang lalu, secara resmi jalan yang digadang-gadang dapat menguraikan kemacetan di dalam kota Tuban ini memiliki nama. Tidak tanggung-tanggung, nama dua pendiri ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) disematkan, yaitu KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Selain JLS Juga diresmikan nama jalan Tony Koeswoyo yang menghubungkan kelurahan Perbon dan Desa Sumurgung.

Diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, Sabtu (20/03/21) dengan kegiatan Gowes bersama, JLS ini diharapkan dapat mempermudah konektivitas dan memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat untuk peningkatan perekonomian.

Pembangunan JLS telah direncanakan sejak tahun 2013, pembebasan lahan dimulai tahun 2015 sepanjang 13 kilometer dan menelan dana mencapai 153 milyar. Pada tahun 2019, pembangunan fisik konstruksi tahap pertama dimulai dengan panjang pengerjaan mencapai 5,7 kilometer dengan dana Rp 70 miliar. Selanjutnya pada tahun 2020 pengerjaan tahap kedua dimulai sepanjang 7 kilometer dengan dana Rp 72 miliar. Sehingga Total dana APBD Kabupaten Tuban yang telah diserap mencapai Rp 500 miliar untuk satu sisi jalan.

Sedangkan dipilihnya nama dua pendiri NU ini tidak lepas dari Kabupaten Tuban yang memiliki branding ‘Bumi Wali’ dimana selama 10 tahun terakhir ini dipimpin oleh Bupati Fathul Huda dan Wabup Noor Nahar Hussein yang notabenenya adalah tokoh Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tuban dan Jawa Timur.

Dua tokoh pendiri NU tersebut juga merupakan Tokoh Nasional sehingga dirasa layak untuk dijadikan nama jalan. Di kabupaten Tuban sendiri sebelumnya telah ada nama pendiri Ormas Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan, sehingga dirasa tepat jika pendiri dua ormas islam terbesar ini disematkan menjadi nama jalan di Bumi Wali.

KH. Hasyim Asyhari dan KH. Abdul Wahab Hasbullah

KH. Hasyim Asy’ari. Istimewa

KH. Hasyim Asy’ari memiliki nama lengkap Muhammad Hasyim bin Asy’ari, beliau mewakili dua trah sekaligus, yaitu bangsawan jawa dan elite agama (Islam). Dari jalur ayah, bertemu langsung dengan bangsawan muslim Jawa (Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir) dan sekaligus elit agama Jawa (Sunan Giri). Sementara dari jalur ibu, masih keturunan langsung Raja Brawijaya VI (Lembu Peteng) yang berlatar belakang bangsawan Hindu Jawa.

KH. Abdul Wahab Hasbullah . Istimewa

Sedangkan KH. Abdul Wahab Hasbullah merupakan putra KH. Hasbulloh Said, Pengasuh Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur. KH. Wahab Hasbullah berasal dari keturunan Raja Brawijaya IV dan bertemu dengan silsilah KH. Hasyim Asy’ari pada Kiai Abdus Salam (Kiai Shoichah) bin Abdul Jabar bin Ahmad bin Pangeran Sumbu bin Pangeran Benowo bin Jaka Tingkir (Mas Karebet), bin Lembu Peteng, bin Brawijaya V (raja Majapahit ketujuh).

Tercatat dari sejarah yang ada, kedua tokoh ini dikenal dalam peristiwa dikeluarkannya Fatwa Resolusi Jihad oleh Rois Akbar PBNU KH Hasyim Asy'ari, dalam pertemuan ulama dan konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, di kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) di Jalan Bubutan VI/2 Surabaya pada 22 Oktober 1945, Kiai Abdul Wahab Hasbullah yang waktu itu menjadi Khatib Am PBNU bertugas mengawal implementasi dan pelaksanaan di lapangan. Fatwa tersebut akhirnya menjadi pemantik pertempuran heroik 10 November, untuk mengusir Belanda yang ingin kembali menjajah dengan cara membonceng NICA alias Sekutu.

Sehingga sudah tepatlah ketika kedua tokoh NU karismatik ini diberikan gelar pahlawan nasional dan juga dijadikan nama Jalan di Tuban Bumi Wali.