BI Rate Tertahan di 5,75%: Jeda Sejenak, Bukan Tanda Santai

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Jurusan Pendidikan Ekonomi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Daffa Alfarizzi Sulaeman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau Anda sedang menimbang ambil KPR atau kredit usaha, keputusan Bank Indonesia pada September lalu patut dibaca pelan-pelan. Dalam rapat 22-23 September 2026, BI Rate tertahan di 5,75 persen untuk ketiga kalinya berturut-turut. Suku bunga deposit facility juga tetap di 4,75 persen dan lending facility di 6,50 persen.
Kenapa BI Rate tertahan, bukan diturunkan?
Jawabannya ada pada rupiah. BI menyebut keputusan ini sejalan dengan strategi menstabilkan nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih kuat. Bank sentral juga mengincar inflasi di kisaran 2,5±1 persen. Menurunkan bunga saat dolar sedang menekan hanya akan membuat investor asing makin enggan untuk menaruh uangnya disini.
Tren ke belakang menjelaskan kehati-hatian ini. BI sudah menaikkan BI rate sebesar 100 basis poin sepanjang kuartal II 2026 sebagai langkah antisipasi. Jadi, bunga yang sekarang adalah hasil pengetatan yang sengaja dilakukan lebih awal, bukan kondisi yang kebetulan.
Inflasi mulai merangkak
Angka inflasi memberi alasan lain untuk waspada. Inflasi IHK naik menjadi 3,19 persen secara tahunan pada Agustus 2026, dari 2,88 persen di Juli, terutama didorong harga pangan bergejolak dan inflasi inti. Posisinya masih dalam sasaran, tetapi arahnya naik. Bagi rumah tangga, ini berarti harga cabai dan beras bisa terasa lebih berat sebelum angka resmi sempat menyentuh batas atas.
Lalu, dampaknya ke kita?
Kredit: Kredit perbankan tumbuh 13,65 persen secara tahunan pada Agustus 2026, ditopang kredit investasi. Dunia usaha masih berekspansi, tetapi bunga pinjaman belum akan turun dalam waktu terdekat.
Tabungan dan deposito: Bunga simpanan cenderung bertahan, jadi menaruh dana jangka pendek di deposito masih masuk akal.
Rupiah: BI memakai instrumen di luar suku bunga untuk menjaga kurs, seperti insentif penarik modal asing dan pendalaman pasar valas.
Seorang ekonom yang di kutip Suara.com menyebut keputusan keuangan besar. Hitung kemampuan cicilan dengan skenario bunga tetap atau naik, dan jaga dana darurat tetap likuid. Kebijakan moneter bukan urusan elite semata, karena ia menentukan seberapa mahal rumah, motor, dan modal usaha yang kita impikan.
Simulasi: seberapa terasa selisih 1 persen?
Supaya lebih terbayang, mari pakai contoh sederhana. Anggap Anda mengambil KPR Rp500 juta dengan tenor 15 tahun. Angka bunga di bawah hanya ilustrasi, bukan penawaran bank tertentu, dan perhitungannya memakai cicilan anuitas.
Bunga 8 persen: sekitar Rp4,78 juta per bulan.
Bunga 9 persen: sekitar Rp5,07 juta per bulan.
Bunga 10 persen: sekitar Rp5,37 juta per bulan.
Bunga 11 persen: sekitar Rp5,68 juta per bulan.
Setiap kenaikan 1 persen menambah cicilan kira-kira Rp300 ribu per bulan. Dalam 15 tahun, selisih bunga 8 persen dan 10 persen bisa mencapai sekitar Rp107 juta, dari total pembayaran sekitar Rp860 juta menjadi Rp967 juta. Angka ini hanya contoh, dan bunga KPR di lapangan ditentukan masing-masing bank. Perhitungan penulis dengan rumus cicilan anuitas, bunga diasumsikan tetap sepanjang tenor.
Dari simulasi ini terlihat kenapa BI sangat berhati-hati. Perubahan kecil pada suku bunga acuan bisa merembet ke bunga kredit, lalu ke anggaran bulanan keluarga. Bagi yang sedang bersiap mengambil kredit, bunga yang ditahan memberi sedikit ruang bernapas, tetapi belum tentu menjadi tanda cicilan akan makin murah.
Sumber
1. CNN Indonesia, "BI Rate Tetap 5,75 Persen per September 2026, Ditahan 3 Bulan Beruntun" - https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260923143557-78-1407278/bi-rate-tetap-575-persen-per-september-2026-ditahan-3-bulan-beruntun
2. Medcom.id, "BI Rate September 2026 Tetap 5,75 Persen, Ini Keputusan RDG Perdana Destry" - https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/8N0X9LrN-bi-rate-september-2026-tetap-5-75-persen-ini-keputusan-rdg-perdana-destry
3. Dewan Ekonomi Nasional, "Monetary Brief September 2026" - https://dewanekonomi.go.id/en/publications/monetary-brief-september-2026
4. Suara.com, "BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global", 28 September 2026 - https://www.suara.com/bisnis/2026/09/28/090000/bi-pertahankan-bi-rate-575-persen-di-tengah-tekanan-global
