Ciri Toxic Relationship dalam Perspektif Psikologi

Mahasiswa Psikologi Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Daffa Dania Nur Anis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika hubungan tidak dapat bertahan dalam jangka panjang, mengapa waktu dan energiku sepadan dengan waktu dan energi untuk jangka pendek -Nicholas Sparks
Mungkin kamu sudah tidak asing mendengar toxic relationship . Tetapi banyak dari pasangan yang tidak menyadari bahwa hubungan mereka itu sudah masuk ke dalam toxic relationship, lho.
Ketika menjalin hubungan, kamu merasa bahwa cara pasangan kamu menunjukkan rasa sayangnya dengan cara melarang-larang, cemburu yang berlebihan, memarahi dengan kata kasar dan hal toxic lainnya. Sampai kamu tidak menyadari bahwa hubungan kamu sudah berada di lingkaran toxic. Untuk menyadari hal ini, kamu harus mengetahui definisi dari toxic relationship terlebih dahulu.
Yuk, mari ketahui definisi toxic realitionship lebih lanjut
Apasih toxic relationship itu?
Toxic relationship adalah suatu hubungan yang tidak sehat yang dapat menyakiti salah satu pihak. Menurut J.A. McGruder dalam bukunya yang berjudul Cutting Your Losses from a Bad or Toxic Relationship, "hubungan toxic adalah kondisi di mana di dalamnya terdapat perilaku secara emosional yang dilampiaskan oleh seseorang kepada pasangannya dan bahkan perilaku ini dapat melukai fisik pasangannya "(McGruder, 2018).
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan toxic dapat ditandai dengan adanya kekerasan baik fisik, verbal maupun emosional pada pasangan. Tetapi, menurut Sunarto (2004) kekerasan dalam sebuah hubungan cenderung menimpa perempuan. Hal ini sejalan dengan sikap perempuan yang cenderung menerima perilaku dan dominasi dalam sebuah hubungan yang dilakukan oleh pasangannya.
Lalu, bagaimana ciri toxic relationship?
Menurut Effendy (2019) ada beberapa ciri-ciri dari toxic relationship yaitu:
1. Rasa Cemburu yang berlebihan
Dalam suatu hubungan, cemburu merupakan hal yang wajar. Tetapi jika cemburu sudah sampai melukai secara fisik dan mental pasangan, itu hal yang tidak wajar. Jika pasangan kamu cemburu sampai melarang kamu berteman dengan lawan jenis, bahkan jika sampai tidak diperbolehkan bermain atau mengerjakan tugas sekalipun tidak ada lawan jenis, maka pasanganmu sudah termasuk pasangan toxic.
2. Ego yang Tinggi
Salah satu ciri pasangan yang toxic yaitu memiliki egois yang tinggi. Orang dengan tingkat ego yang tinggi selalu mengutamakan kepentingan pribadi daripada orang lain. Jika kalian merasa pasangan kalian ketika menyelesaikan masalah ingin menang sendiri, perhitungan, dan kurang empati maka pasangan kalian adalah pasangan yang egois.
3. Memberikan komentar negatif atau kritik
Kritik yang dimaksud adalah kritik yang negatif. Tidak ada yang salah dalam memberikan kritik di dalam suatu hubungan. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah, kritik yang seharusnya membangun justru menjadi bom yang bisa menghancurkan hubungan kamu.
4. Tidak adanya kejujuran
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang di dalamnya terdapat kepercayaan satu sama lain. Kepercayaan tumbuh dari kejujuran yang diterimanya. Tetapi, jika sebuah hubungan yang di dalamnya tidak ada kejujuran dan kepercayaan satu sama lain, itu tandanya kamu berada di toxic relationship yang harus kamu jauhi.
5. Merasa Tidak Aman dalam Suatu Hubungan
Dalam hubungan yang toxic, pasangan dapat melakukan kekerasan fisik yang di mana pasangan dapat memukul, mendorong dan melakukan kekerasan lainnya. Pasangan selalu mengancam kamu jika kamu tidak mau menuruti perkataannya. Pasangan selalu mengatur kegiatan bahkan sampai dengan siapa kamu berteman. Tindakan-tindakan seperti itu yang membuat kamu merasa tidak aman dan merasa terancam. Jika sudah berada di posisi ini, sudah seharusnya kamu menyadari bahwa kamu sedang berada di lingkaran toxic relationship.
Dampak Negatif Toxic relationship
Toxic relationship memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik. Jika dibiarkan semakin larut, maka kondisi mental dan fisik seseorang yang berada di dalam Toxic relationship ini akan semakin buruk. Selain itu, Toxic Relationship juga bisa memengaruhi kebiasaan seseorang.
Menurut Byrd (2009), dampak negatif dari hubungan toxic relationship yaitu rasa tidak hormat, merasa tidak adanya keadilan, kurangnya perhatian, dan menurunnya kesehatan fisik dan mental.
Mungkin ada beberapa orang yang suka diperlakukan seperti ini. Tetapi, saya pribadi tidak suka sesuatu yang berlebihan. Cemburu berlebihan, ego yang tinggi, dan tidak jujur membuat saya tidak nyaman dalam menjalin hubungan. Hubungan yang sehat tumbuh dari pemikiran yang sehat.
Jadi, jika kamu merasa bahwa hubunganmu toxic, kamu harus memutuskan untuk lepas atau bertahan. Jangan menunggu pasanganmu untuk berubah. Mengubah kebiasaan tidak segampang membalikkan telapak tangan. Individu akan berubah jika dirinya ingin berubah, bukan karena orang lain. Tidak ada salahnya untuk berkorban dalam suatu hubungan, tetapi jangan korbankan kebahagiaan kamu.
Referensi
Azzahra, Rindinani., Muhammad Fatih Suhadi. 2021. “Toxic Relationship In Anna Todd’s Wattpad Story After”, Journal of Language.
Syafira, A.B.L., Chatarina H.D.S. 2020. “REPRESENTASI TOXIC RELATIONSHIP DALAM FILM”, Journal Kommas.
Julianto, Very., Rara A.C., Shinta S., Eka S.R.A. 2020. “Hubungan antara Harapan dan Harga Diri Terhadap Kebahagiaan pada Orang yang Mengalami Toxic Relationship dengan Kesehatan Psikologis”. jurnal Psikologi Integratif.
