Mahasiswa KKM Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Gelar Seminar Literasi

Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Daffa Naufal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Serang, Banten — Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Buyut Berkah di Desa Kebuyutan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, tampak lebih ramai dari biasanya. Belasan ibu-ibu kader PKK berbaur dengan para orang tua dan wali murid siswa SD serta MI setempat, duduk berjajar rapi di aula balai desa yang kebetulan menyatu dengan taman baca tersebut, menyimak dengan saksama.
Mereka datang untuk mengikuti seminar bertema "Edukasi Literasi sebagai Upaya Membangun Generasi Emas Indonesia," sebuah program kerja yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 73 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendampingi masyarakat Desa Kebuyutan membangun kesadaran akan pentingnya literasi, khususnya pada anak-anak usia sekolah dasar. Dipilihnya kader PKK dan para orang tua sebagai audiens bukan tanpa alasan.
Kelompok 73 memandang bahwa pembentukan budaya literasi tidak bisa hanya dibebankan kepada institusi pendidikan formal, melainkan harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, yaitu keluarga dan rumah.
Bertindak sebagai pemateri dalam seminar tersebut adalah Sakinah Hariati merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Kelompok 73. Kehadiran beliau sebagai pemateri memberi bobot akademis sekaligus memperkuat relevansi materi yang disampaikan, mengingat literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga fondasi bagi daya nalar dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Dalam paparannya, Sakinah menekankan bahwa krisis literasi yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk di wilayah pedesaan, berdampak langsung pada kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman. Ia mengajak para peserta, terutama ibu-ibu sebagai sosok terdekat anak di rumah, untuk mulai membiasakan aktivitas membaca sejak usia dini sebagai bagian dari rutinitas keluarga sehari-hari, bukan sekadar tugas sekolah semata.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara berlangsung. Sejumlah ibu-ibu aktif bertanya seputar cara menumbuhkan minat baca anak yang cenderung lebih tertarik pada gawai, serta bagaimana peran kader PKK dapat diperluas untuk mendukung gerakan literasi di tingkat RT dan RW.
Tak lupa Ibu Sakinah, juga memberikan kegiatan yang menarik bagi audiens seperti diadakannya pre-test & post-test untuk melihat sejauh mana pemahaman ibu-ibu kader PKK dan Orang Tua/Wali murid dapat memahami sesi penyuluhan ini.
Diskusi dua arah ini menjadi salah satu poin penting yang membuat seminar tidak berjalan satu arah, melainkan tumbuh menjadi ruang berbagi pengalaman antara pemateri dan warga.
Pemilihan Taman Baca Masyarakat Perpustakaan Buyut Berkah sebagai lokasi kegiatan turut memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
Kelompok 73 berharap keberadaan perpustakaan desa tidak hanya menjadi bangunan pelengkap, tetapi benar-benar difungsikan sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program tematik literasi yang dijalankan Kelompok 73 selama masa KKM di Desa Kebuyutan.
Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat menanamkan kesadaran kolektif bahwa membangun generasi emas Indonesia dimulai dari langkah sederhana, yaitu membiasakan membaca sejak dini dan menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya keluarga dan masyarakat desa.
