Pengangguran Masih Jadi Tantangan, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang yang tertarik pada perkembangan ekonomi global, bisnis, dan investasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Daffa Janwar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertumbuhan ekonomi sering menjadi salah satu indikator untuk melihat kondisi perekonomian suatu negara. Namun, pertumbuhan ekonomi yang positif belum tentu membuat seluruh masyarakat merasakan manfaatnya secara merata. Salah satu persoalan yang masih perlu diperhatikan adalah pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Mei 2026 berada di angka 4,65 persen. Angka tersebut turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen. Jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang, sedangkan penduduk yang bekerja sebanyak 148,19 juta orang.
Di sisi lain, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan. Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year). Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus berjalan, meskipun persoalan penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan.
Mengapa Pengangguran Menjadi Masalah Ekonomi?
Pengangguran bukan hanya persoalan seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan. Dalam skala yang lebih luas, tingginya pengangguran dapat memengaruhi kondisi perekonomian.
Ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dapat berkurang. Jika kondisi tersebut terjadi pada banyak masyarakat, permintaan terhadap barang dan jasa juga dapat melemah. Padahal, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas ekonomi Indonesia.
Pengangguran juga menunjukkan bahwa sebagian tenaga kerja yang tersedia belum sepenuhnya terserap oleh kegiatan ekonomi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan dunia usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja.
Pertumbuhan Ekonomi Perlu Diikuti Lapangan Kerja
Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen merupakan sinyal positif bagi Indonesia. Namun, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Peningkatan investasi, pengembangan sektor produktif, pelatihan keterampilan, serta penciptaan lapangan kerja baru dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Dengan demikian, keberhasilan perekonomian tidak hanya dapat dilihat dari seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan ekonomi dalam menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengangguran memang mengalami penurunan, tetapi persoalan ketenagakerjaan tetap perlu diperhatikan. Pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan semakin banyaknya kesempatan kerja dapat menjadi salah satu kunci agar pembangunan ekonomi Indonesia memberikan manfaat yang lebih merata.
Ditulis Oleh: Muhammad Daffa Janwar, Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang
