Pimpinan UGM Bak Rezim Politik, Bukan Pimpinan Universitas

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
Tulisan dari Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E. tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saya sesalkan sikap UGM tersebut. Kampus telah kehilangan identitasnya sebagai "University" di mana kampus adalah rumahnya diversity (perbedaan, Keberagaman) pandangan lahir. Tempat di mana pikiran diadu.
Pimpinan UGM telah berubah bak rezim politik yang anti-perbedaan.
Saya sesalkan bila Civitas Akademika, para fakultas berdiam diri terhadap laku pimpinan UGM yang anti-diversity, berlaku bak rezim politik terkait pelarangan terhadap Ustadz Abdul Somad. Saya berasumsi seluruh Civitas Akademika dan Fakultas di UGM kehilangan otoritas moral sebagai intelektual.
University adalah rumah di mana persemaian pelbagai pemikiran lahir, dan beradu satu dengan lainnya. Bila tak bersepakat dengan satu pemikiran maka adu dengan pemikiran lain. Bukan, justru bertindak represif melarang Intelektual (ustaz) seperti Abdul Somad menyampaikan gagasannya di UGM.
Terus terang sebagai salah satu orang yang hidup di kampus, tumbuh berkembang sebagai dosen dan peneliti, saya malu melihat laku anti pemikiran yang ditunjukkan oleh Pimpinan UGM terkait pelarangan terhadap Ustadz Abdul Somad, dan tentu juga sesalkan bila insan cendekia di sana diam terhadap laku tersebut.
Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak
Peneliti Senior Institute Kajian Strategis UKRI
