Adobe Resmi Akuisisi Rilo Startup Kecerdasan Pemasaran asal India

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nama Adobe yang belum muncul di laman PSE Kominfo.
zoom-in-whitePerbesar
Nama Adobe yang belum muncul di laman PSE Kominfo.

Raksasa perangkat lunak kreatif Adobe kembali memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) miliknya dengan resmi mengakuisisi Rilo, sebuah startup market intelligence berbasis di India. Langkah strategis ini melibatkan lisensi kekayaan intelektual serta penyerapan seluruh tim Rilo guna mengotomatisasi alur kerja pemasaran yang kini kian bergantung pada teknologi generatif.

Akuisisi ini menandai langkah serius Adobe dalam mempercepat integrasi alat otomatisasi di tengah persaingan ketat melawan platform kreatif lain seperti Canva, serta raksasa teknologi Amazon, Google, dan Meta yang terus membangun infrastruktur pemasaran berbasis AI mereka sendiri.

Otomatisasi Alur Kerja Berbasis AI Generatif

Rilo, yang didirikan pada tahun 2025 oleh alumni IIT Georgi Boby dan Dhruv Jaglan, berfokus pada pengembangan solusi yang memungkinkan tim go-to-market menyusun custom workflows secara praktis. Teknologi ini mencakup analisis panggilan penjualan, pengumpulan intelijen kompetitor, hingga penataan ulang dan distribusi konten secara otomatis di berbagai platform.

Di era modern saat ini, efisiensi pemasaran sangat bergantung pada bagaimana perusahaan melacak kampanye dan meningkatkan visibilitas merek di platform pencarian AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude. Dengan integrasi teknologi Rilo, Adobe menargetkan peningkatan fungsionalitas bagi basis pelanggan skala besar mereka yang membutuhkan sistem otomatisasi dinamis dan terintegrasi langsung ke dalam ekosistem kreatif.

Detail Transaksi dan Integrasi Teknologi

Meskipun nilai kesepakatan finansial dari akuisisi ini tidak diungkapkan ke publik, kesepakatan ini memastikan para investor awal Rilo mendapatkan keuntungan yang signifikan. Startup ini sebelumnya telah mengamankan pendanaan sebesar 1 juta dolar AS dari sejumlah investor ternama seperti Peak XV, DeVC, dan Day Zero Ventures dengan valuasi mencapai 10 juta dolar AS.

Pasca-akuisisi, layanan mandiri Rilo akan sepenuhnya ditutup dan tidak lagi tersedia bagi pelanggan ritelnya yang telah mencapai lebih dari 10.000 pengguna aktif. Adobe berencana melebur kekayaan intelektual Rilo serta memboyong enam anggota tim inti startup tersebut untuk langsung memperkuat divisi internal mereka dalam merancang solusi otomasi berkinerja tinggi.

Memperkuat Portofolio SaaS dan Optimasi Pengalaman Pelanggan

Kehadiran Rilo dinilai melengkapi portofolio pemasaran digital Adobe setelah sebelumnya sukses mengakuisisi platform video Rephrase.ai pada tahun 2023 dan platform optimasi SEO Semrush senilai 1,9 miliar dolar AS tahun lalu. Keberadaan teknologi baru ini diharapkan mampu memberikan visibilitas yang jauh lebih mendalam bagi para pengguna korporat dalam mengelola alur kerja yang kompleks.

Dukungan terhadap akuisisi ini juga diutarakan langsung oleh para investor awal Rilo. Managing Partner Day Zero Ventures, Rahul Gupta, menyatakan, “Kami sangat gembira Rilo diakuisisi oleh Adobe dalam waktu yang relatif singkat. Produk workflow builder mereka jauh melampaui masanya dan akan sangat berharga bagi raksasa seperti Adobe dalam meningkatkan pengalaman serta produktivitas pelanggan.” Senada dengan hal tersebut, Rahul Mathur dari DeVC menambahkan bahwa teknologi Rilo akan sangat cocok masuk ke dalam jajaran produk CX dan pemasaran Adobe guna mempermudah pelanggan memantau aktivitas operasional mereka secara langsung.