Apple Luncurkan Apple Pay di India Setelah Tertunda Bertahun-tahun

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi business, smartphone, hands. Foto: Pixabay Foto:
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi business, smartphone, hands. Foto: Pixabay Foto:

Apple meluncurkan layanan pembayaran digital Apple Pay di India untuk memperluas ekosistem finansial mereka di pasar ponsel pintar terbesar di dunia. Langkah ekspansi raksasa teknologi ini bermitra dengan Axis Bank, yang merupakan lembaga pemberi pinjaman sektor swasta terbesar ketiga di India. Kehadiran Apple Pay menandai babak baru persaingan teknologi finansial di negara dengan populasi terbanyak di dunia tersebut, setelah mengalami penundaan selama bertahun-tahun akibat regulasi lokal yang ketat.

Peluncuran fase awal ini masih bersifat terbatas karena baru mendukung kartu kredit dan debit Axis Bank yang beroperasi di jaringan Visa dan Mastercard. Apple Pay belum mengintegrasikan RuPay, yang merupakan jaringan pembayaran domestik asli India. Selain itu, aksesibilitas layanan ini juga masih terbatas pada merchant dan terminal pembayaran yang telah mengaktifkan sistem kompatibilitas khusus.

Tantangan Integrasi Kartu di Tengah Dominasi UPI

Langkah Apple memasuki pasar India harus berhadapan dengan ekosistem pembayaran digital yang sangat unik dan berbeda dari negara barat. Selama ini, transaksi harian masyarakat India didominasi oleh Unified Payments Interface atau UPI, sebuah sistem pembayaran instan antarbank yang didukung oleh pemerintah. UPI memungkinkan pengguna memindahkan dana langsung dari rekening bank tanpa memerlukan kartu fisik, cukup dengan memindai kode QR yang kini sudah menjamur di berbagai penjuru India.

Sebaliknya, Apple Pay mengusung sistem berbasis kartu yang membutuhkan integrasi rumit dengan penerbit kartu individual dan penyedia infrastruktur pembayaran. Untuk menjembatani hal tersebut, Apple telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan penyedia gerbang pembayaran lokal seperti Cashfree, JusPay, Mswipe, Paytm, PayU, Pine Labs, Razorpay, dan Worldline. Apple menyatakan bahwa layanannya akan segera diterima oleh “jutaan merchant” di seluruh India, termasuk platform besar seperti Blinkit, Croma, Ixigo, Reliance, Tata 1mg, dan Zomato.

Negosiasi Alot Terkait Biaya Transaksi

Selain masalah teknis infrastruktur, skema bagi hasil komersial menjadi batu sandungan utama bagi bank-bank raksasa India untuk mengadopsi Apple Pay. Menurut sumber internal industri, Apple meminta biaya transaksi sebesar 20 basis poin atau sekitar 0,2 persen dari setiap transaksi yang diproses. Angka tersebut dinilai terlalu membebani karena margin keuntungan penyedia jasa pembayaran di India saat ini hanya berkisar antara 40 hingga 50 basis poin saja.

Akibat negosiasi tarif yang berjalan alot ini, beberapa bank terbesar di India seperti HDFC Bank, ICICI Bank, dan SBI Card memilih untuk absen dari daftar mitra pendukung pada peluncuran perdana ini. Ketiga lembaga finansial tersebut masih melanjutkan proses negosiasi tarif dengan Apple guna mencari titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Di sisi lain, Axis Bank berhasil memimpin momentum ini dengan menjadi mitra perbankan eksklusif pertama yang siap melayani nasabahnya.

Membidik Pasar Premium Pengguna iPhone

Meskipun harus bersaing ketat dengan kedigdayaan UPI, Apple Pay memiliki potensi besar untuk memikat segmen pasar kelas atas. Pengguna iPhone di India cenderung memiliki profil finansial yang mapan dan merupakan pengguna aktif kartu kredit premium. Segmen bernilai tinggi ini membuat perbankan lokal tidak bisa mengabaikan kehadiran Apple Pay begitu saja, karena mereka tidak ingin kehilangan basis nasabah loyal yang memiliki daya beli tinggi.

Bagi Apple, peluncuran ini juga menjadi mesin monetisasi baru untuk meraup pendapatan dari ekosistem perangkat kerasnya yang terus berkembang pesat. Berdasarkan data dari Counterpoint Research, pangsa pasar nilai penjualan ponsel pintar Apple di India melonjak hingga 28 persen pada tahun 2025, naik signifikan dari posisi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 23 persen. Dengan penetrasi pasar yang semakin kuat, pengenaan biaya transaksi dari Apple Pay akan memberikan kontribusi pendapatan berulang yang menjanjikan bagi perusahaan asal Cupertino tersebut.

Namun, para pengguna awal di India kemungkinan akan menghadapi pengalaman transaksi yang belum merata selama fase transisi ini. Kegagalan pembayaran contactless masih berpotensi terjadi jika salah satu terminal kasir belum memperbarui sistem integrasi bank penerima mereka, meskipun kartu pelanggan sudah terdaftar di aplikasi Wallet. Kendala operasional semacam ini diperkirakan akan berangsur pulih seiring dengan semakin matangnya infrastruktur digital perbankan di India.