Bisnis Pusat Data AMD Melonjak Tajam di Tengah Penurunan Sektor Gaming

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bisnis Pusat Data AMD Melonjak Tajam di Tengah Penurunan Sektor Gaming
zoom-in-whitePerbesar

Perusahaan semikonduktor global AMD melaporkan lonjakan pendapatan yang signifikan pada sektor bisnis pusat data (data center) miliknya untuk kuartal kedua tahun 2026. Pertumbuhan pesat ini didorong oleh tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di tingkat global, yang berhasil melipatgandakan pendapatan divisi tersebut menjadi 6,7 miliar dolar AS.

Dominasi Sektor Pusat Data dan Rekor Pendapatan Baru

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan pusat data AMD melesat 107 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 3,2 miliar dolar AS. Angka ini juga menunjukkan kenaikan dari kuartal pertama tahun ini yang berada di angka 5,8 miliar dolar AS. Secara keseluruhan, total pendapatan AMD tumbuh 50 persen secara tahunan hingga mencapai rekor 11,5 miliar dolar AS.

Kepala Keuangan (CFO) AMD, Jean Hu, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari performa lini bisnis enterprise mereka. “Pendapatan meningkat 50 persen secara tahunan menjadi rekor 11,5 miliar dolar AS, didorong oleh kekuatan berkelanjutan dalam bisnis Pusat Data kami, yang menyumbang 58 persen dari total pendapatan perusahaan pada kuartal ini,” tulis Jean Hu dalam laporan resminya.

Tantangan di Sektor Game dan Prospek Masa Depan AI

Di sisi lain, divisi gim AMD justru mengalami penurunan pendapatan sebesar 31 persen secara tahunan menjadi 779 juta dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga komponen global serta kendala pasokan yang memperlambat penjualan konsol populer seperti Xbox Series X/S, PlayStation 5, dan Steam Deck milik Valve.

CEO AMD, Lisa Su, mengonfirmasi tantangan ini dalam pertemuan dengan para analis. “Pendapatan grafis gim juga menurun secara tahunan, seiring biaya komponen yang lebih tinggi di seluruh industri berkontribusi pada lonjakan harga kartu grafis dan menekan permintaan pasar secara keseluruhan,” ungkap Lisa Su. Meski demikian, divisi komputasi personal (client) tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 23 persen berkat kuatnya penjualan prosesor seri Ryzen.

Melihat prospek ke depan, manajemen AMD sangat optimis terhadap potensi adopsi teknologi kecerdasan buatan yang terus meluas. Lisa Su memproyeksikan bahwa pendapatan dari segmen pusat data berpotensi kembali melipatganda pada tahun 2027 mendatang seiring kebutuhan komputasi AI yang semakin masif di berbagai sektor industri global.