Chip Kustom 5nm Jadi Otak Baru Robotaxi Ojai dari Waymo

Waymo terus mempercepat ekspansi layanan taksi otonom (robotaxi) miliknya ke berbagai kota besar seperti Los Angeles, Phoenix, dan San Francisco. Di balik agresivitas ini, terungkap bahwa rahasia efisiensi sistem kemudi otonom generasi keenam mereka terletak pada arsitektur perangkat keras yang kini jauh lebih terintegrasi secara vertikal, khususnya melalui penggunaan cip kustom mandiri.
Langkah strategis ini menandai babak baru bagi anak perusahaan Alphabet tersebut dalam memangkas biaya produksi dan operasional. Dengan beralih ke desain cip buatan sendiri, Waymo tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga, tetapi juga mengoptimalkan pemrosesan data sensor secara langsung demi meningkatkan aspek keselamatan di jalan raya.
Keunggulan Cip ASIC 5nm di Jantung Robotaxi Waymo
Waymo secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah mengembangkan cip ASIC 5nm kustom yang dirancang khusus untuk menangani beban data mentah yang sangat masif sebelum dikirim ke unit pemrosesan utama kendaraan. Sebagai gambaran, armada teranyar mereka, Ojai, dilengkapi dengan 13 kamera berspesifikasi tinggi serta berbagai sensor canggih lainnya yang terus-menerus memindai kondisi jalanan secara real-time.
Cip kustom ini diklaim mampu menghasilkan performa komputasi luar biasa yang menembus angka 1.000 TOPS (trillions of operations per second). Kekuatan pemrosesan ini menyejajarkan cip Waymo dengan prosesor otomotif mutakhir Nvidia DRIVE AGX Thor. Perwakilan manajemen menyatakan bahwa integrasi ini menghasilkan sistem dengan “efisiensi dan performa yang tiada tanding” guna memastikan armada mereka dapat bermanuver dengan aman di area perkotaan yang padat.
Meskipun merancang silikon kustom sendiri, Waymo tidak sepenuhnya menutup diri dari kolaborasi industri. Dalam laporan terbarunya, perusahaan merilis daftar mitra teknologi utama yang membantu merealisasikan arsitektur ini, termasuk raksasa semikonduktor global seperti TSMC, Samsung, AMD, Micron, Nvidia, Sandisk, dan Socionext.
Investigasi Sensor Lidar Tiongkok dan Isu Keamanan Nasional
Di tengah ambisi komersialisasi taksi otonom ini, lanskap industri kendaraan nirkemudi di Amerika Serikat juga dihangatkan oleh isu keamanan nasional yang melibatkan komponen penting, yaitu sensor lidar. Lembaga riset nasional Idaho National Laboratory dilaporkan tengah mengevaluasi apakah teknologi sensor lidar buatan produsen Tiongkok berpotensi menimbulkan risiko keamanan data jika digunakan secara massal di jalanan Amerika Serikat.
Menariknya, penyelidikan ini kabarnya didanai oleh konsorsium raksasa otomotif dan pengembang kendaraan otonom domestik. Meskipun demikian, sejumlah pabrikan besar seperti Rivian, General Motors, Ford, Lucid Motors, hingga Uber secara kompak mengeklaim bahwa mereka tidak mengetahui perihal jalannya evaluasi tersebut, sementara beberapa pemain utama lainnya memilih untuk tidak memberikan respons.
Dinamika Pendanaan Startup dan Reorganisasi Ekosistem Otonom
Dinamika industri mobilitas masa depan juga ditandai dengan pergeseran fokus bisnis dari sejumlah perusahaan rintisan (startup). Salah satunya adalah Also, entitas pecahan dari Rivian yang baru saja mengamankan pendanaan Seri D senilai 150 juta dolar AS yang dipimpin oleh Prysm Capital. Hanya dalam waktu setahun sejak didirikan, perusahaan ini telah mengumpulkan total dana sebesar 455 juta dolar AS.
Perubahan strategi Also cukup mencolok, di mana awalnya mereka berfokus pada kendaraan mikro seperti sepeda listrik, namun kini bertransformasi menjadi “perusahaan teknologi berbasis di Palo Alto yang membangun kendaraan listrik kecil berpemandu dan otonom paling mumpuni di dunia.” Transformasi ini juga didukung kesepakatan komersial dengan DoorDash untuk meluncurkan armada pengiriman otonom.
Sementara itu, Serve Robotics berhasil mengamankan kemitraan baru dengan Grubhub dan memperluas kolaborasinya dengan DoorDash setelah Uber secara perlahan menarik investasinya. Langkah diversifikasi ini membuktikan bahwa adaptabilitas menjadi kunci utama bagi para pengembang teknologi otonom untuk tetap bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi pasar yang sangat dinamis.

