Colossal Biosciences Bidik Valuasi Baru hingga USD 30 Miliar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Colossal Biosciences Bidik Valuasi Baru hingga USD 30 Miliar
zoom-in-whitePerbesar

Perusahaan rintisan bioteknologi Colossal Biosciences dikabarkan sedang dalam proses penggalangan modal baru dengan target valuasi mencapai USD 20 miliar hingga USD 30 miliar. Langkah strategis ini mencuat sekitar 16 bulan setelah perusahaan tersebut mencapai valuasi USD 10,2 miliar, menandai akselerasi pesat dalam pengembangan teknologi de-ekstingsi atau upaya menghidupkan kembali spesies yang telah punah.

Diversifikasi Bisnis dan Sumber Pendapatan

Walaupun fokus utamanya adalah riset genetika untuk membangkitkan kembali spesies seperti mammoth berbulu dan burung dodo, Colossal kini telah berhasil menciptakan arus pendapatan yang konkret. Perusahaan ini telah mengomersialkan teknologi konservasi bagi pemerintah Amerika Serikat serta Uni Emirat Arab, yang tercatat telah menginvestasikan dana sebesar USD 60 juta.

Selain itu, Colossal telah melakukan spin-off terhadap tiga unit bisnis mandiri untuk memperluas jangkauan teknologi inti mereka. Inovasi yang dikembangkan mencakup:

  • Breaking: Perusahaan yang berfokus pada penguraian material plastik.
  • Form Bio: Platform biologi komputasi yang telah memperoleh pendanaan sebesar USD 30 juta.
  • Astromech: Perusahaan permodelan prediktif berbasis kecerdasan buatan yang memiliki valuasi mencapai USD 2 miliar.

Aplikasi Teknologi Masa Depan

CEO Colossal Biosciences, Ben Lamm, sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mengembangkan teknologi rahim buatan untuk hewan yang berpotensi diadaptasi bagi kesehatan reproduksi manusia. Pengembangan ini diharapkan siap diimplementasikan pada tahun mendatang sebagai bagian dari diversifikasi aplikasi sains hayati mereka.

Dalam kerangka kerja jangka panjang, perusahaan berencana memanfaatkan pasar kredit keanekaragaman hayati sebagai mekanisme komersial baru. Mengenai visi besar tersebut, Lamm menyatakan dalam sebuah kesempatan bahwa “Jika perusahaan berhasil memperkenalkan kembali hewan yang punah ke habitat aslinya, perusahaan dapat menghasilkan pendapatan melalui penjualan kredit keanekaragaman hayati yang mekanismenya serupa dengan kredit karbon.”