Dampak Lingkungan Perjalanan Suporter dalam Acara Olahraga Global

Penelitian terbaru dari University of Cambridge yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Sustainability menyoroti kontribusi signifikan perjalanan penonton terhadap jejak karbon pada acara berskala besar. Studi ini mengevaluasi FIFA World Cup 2026 dan tur konser Coldplay 2024 untuk memetakan keterkaitan antara aktivitas massal dengan emisi gas rumah kaca global.
Analisis Emisi pada Perhelatan FIFA World Cup
Para peneliti mengestimasikan bahwa ekspansi format turnamen FIFA World Cup menjadi 48 tim akan meningkatkan emisi karbon sebesar 590.000 metrik ton dibandingkan format 32 tim sebelumnya. Total emisi yang dihasilkan mencapai 4,23 juta metrik ton setara karbon dioksida, di mana 82 persen di antaranya berasal dari perjalanan suporter, terutama perjalanan internasional.
Besaran emisi tersebut setara dengan total emisi tahunan negara Islandia. Shaun Larcom, profesor dari University of Cambridge, menegaskan bahwa strategi iklim yang efektif harus melampaui efisiensi operasional di stadion. Ia menyatakan, “Strategi iklim yang efektif untuk acara besar seperti Piala Dunia melampaui sekadar mengurangi emisi operasional di lokasi acara, karena itu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan jejak karbon.”
Peran Strategi Mitigasi dalam Mengurangi Jejak Karbon
Dalam studi pembanding, tur Eropa Coldplay 2024 menunjukkan keberhasilan dalam menekan emisi melalui perubahan perilaku audiens. Dengan dukungan aplikasi khusus yang menawarkan opsi transportasi rendah karbon serta insentif bagi penggemar, tur tersebut berhasil memangkas emisi perjalanan suporter hingga 48 persen.
Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja ekonomi dua tahap bagi penyelenggara acara untuk mempertimbangkan keberlanjutan iklim. Jackson Goldman, salah satu penulis studi, menekankan perlunya kolaborasi kolektif dalam tanggung jawab lingkungan. Ia menyebutkan, “Acara hiburan berskala besar kemungkinan besar menghasilkan kesejahteraan yang cukup untuk menutupi biaya emisi mereka. Apa yang dibutuhkan sekarang adalah penyelenggara dan penggemar bekerja sama untuk bertanggung jawab atas emisi ini.”
- Mengintegrasikan biaya kerusakan iklim ke dalam biaya operasional acara secara keseluruhan.
- Membagi tanggung jawab emisi tidak langsung, seperti perjalanan pulang-pergi suporter, antara penyelenggara dan peserta.
- Memilih kota tuan rumah yang meminimalkan jarak tempuh perjalanan bagi mayoritas pengunjung internasional.

