Databricks Akuisisi Row Zero untuk Integrasikan AI dan Spreadsheet

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi calculator, numbers, accounting. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi calculator, numbers, accounting. Foto: Pixabay

Databricks mengakuisisi startup spreadsheet berbasis cloud Row Zero untuk memperkuat integrasi analisis data berbasis kecerdasan buatan pekan ini. Langkah strategis ini diambil setelah tim finansial internal Databricks terpikat oleh kemampuan teknologi Row Zero yang mampu mengolah lebih dari satu juta baris data secara real-time tanpa kendala performa.

Akuisisi ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan data sensitif perusahaan dengan teknologi kecerdasan buatan secara aman. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengubah cara para analis bisnis berinteraksi dengan kumpulan data besar yang kompleks secara instan.

Sinergi Spreadsheet Berkinerja Tinggi dan Agen AI

Integrasi ini memungkinkan pengguna untuk menggabungkan kemampuan analisis Row Zero dengan Genie, teknologi AI agent buatan Databricks. Melalui perpaduan ini, para pengguna dapat mengajukan pertanyaan bisnis yang rumit mengenai margin keuntungan atau status prospek penjualan cukup menggunakan perintah teks biasa (natural-language prompts).

Sistem kecerdasan buatan tersebut kemudian akan memproses permintaan dan menyajikan datanya langsung dalam format spreadsheet konvensional lengkap dengan rumus-rumusnya. Pendekatan ini dinilai jauh lebih efisien karena karyawan tidak perlu lagi mempelajari perangkat lunak business intelligence baru yang rumit dan memakan waktu lama.

CEO Databricks, Ali Ghodsi, membagikan antusiasmenya melalui sebuah unggahan di platform X mengenai latar belakang keputusan akuisisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa antarmuka tabel berbasis kolom adalah media paling familiar bagi para profesional keuangan.

“Spreadsheet adalah salah satu antarmuka yang dicintai oleh setiap analis bisnis. Jadi, sangat masuk akal untuk mengawinkan Business Intelligence, agen AI, dan spreadsheet!” ungkap Ali Ghodsi dalam pernyataannya.

Keamanan Data dalam Ekosistem Cloud

Keamanan menjadi fokus utama dari kesepakatan ini mengingat kebocoran data sering kali terjadi saat berkas sensitif dipindahkan ke luar jaringan internal perusahaan. Melalui integrasi penuh dengan Row Zero, seluruh data penting perusahaan akan tetap tersimpan dengan aman di dalam cloud storage milik Databricks tanpa perlu diekspor ke format eksternal yang rentan dibagikan secara tidak aman.

Row Zero sendiri didirikan oleh para mantan insinyur berpengalaman dari AWS dan Tableau. Sebelum diakuisisi, startup inovatif ini sempat mengantongi pendanaan sebesar 10 juta dolar AS pada Mei 2025 dengan nilai valuasi perusahaan yang diperkirakan mencapai 40 juta dolar AS saat itu. Meskipun nilai akhir dari kesepakatan akuisisi ini tidak diumumkan secara publik, langkah ini menandai ekspansi agresif Databricks di pasar teknologi korporat.

Agresi Akuisisi Databricks di Tahun 2026

Langkah mencaplok Row Zero hanyalah bagian kecil dari peta jalan ekspansi besar yang tengah dijalankan oleh manajemen Databricks. Perusahaan raksasa penyedia data ini tercatat telah mengantongi pendanaan baru sebesar 5 miliar dolar AS pada Agustus lalu, yang sukses mendongkrak laju pendapatan tahunan (annualized revenue run rate) mereka hingga menyentuh angka fantastis 7 miliar dolar AS.

Suntikan modal melimpah tersebut dimanfaatkan secara agresif untuk memburu startup-startup potensial sepanjang tahun 2026 demi memperkuat portofolio teknologi mereka. Ali Ghodsi secara terbuka menegaskan bahwa gelombang pembelian perusahaan rintisan ini masih jauh dari kata selesai.

“Kami berniat untuk melakukan lebih banyak akuisisi seperti ini di masa depan,” ujar Ghodsi kepada TechCrunch.

Sepanjang tahun 2026, Databricks telah sukses mengakuisisi sejumlah perusahaan teknologi penting lainnya. Di antaranya adalah Quotient AI yang berfokus pada evaluasi dan pembelajaran penguatan untuk agen AI, platform buku catatan interaktif SiftD.ai, serta startup keamanan siber Panther yang pernah bernilai 1,4 miliar dolar AS. Pada bulan lalu, mereka juga membeli Electric, pengembang basis data Postgres ringan bernama PGlite yang sangat berguna untuk menjalankan agen pintar secara lokal pada perangkat pengguna.