FBI Sita Domain Botnet China yang Retas NASA dan Senat AS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi data security, security, data. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi data security, security, data. Foto: Pixabay

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) berhasil menyita sejumlah domain yang digunakan oleh jaringan robot komputer massal (botnet) yang disponsori oleh pemerintah China. Botnet berskala besar ini digunakan untuk menyembunyikan jejak serangan siber, mempermudah infiltrasi, serta mengoordinasikan aksi peretasan terhadap berbagai institusi penting di Amerika Serikat.

Langkah hukum yang dipimpin oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) ini secara efektif memutus akses para operator siber terhadap platform infrastruktur mereka. Kampanye peretasan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini menyasar sektor-sektor kritis, mulai dari kontraktor pertahanan, rumah sakit, hingga lembaga federal papan atas.

Mengungkap Kelompok QTFY dan Perusahaan di Baliknya

Berdasarkan dokumen dakwaan yang dirilis oleh otoritas hukum Amerika Serikat, kelompok peretas yang berada di balik jaringan ini dikenal dengan nama QTFY. Aktivitas mereka dikendalikan oleh sebuah perusahaan teknologi asal China bernama Nanjing Xinjiuwei Network Tech. Perusahaan ini merancang dan mengoperasikan botnet yang terdiri dari ribuan perangkat pintar terhubung internet yang telah disusupi secara ilegal.

Alih-alih bekerja sendiri, QTFY bertindak sebagai penyedia jasa peretasan (hacking-as-a-service). Mereka menyewakan infrastruktur botnet ini kepada para peretas negara yang bekerja langsung di bawah Kementerian Keamanan Negara China. Jaringan ini dirancang khusus sebagai obfuscation network, yakni jaringan penyamar yang berfungsi menyembunyikan lalu lintas data berbahaya agar aktivitas siber jahat mereka sangat sulit dideteksi oleh tim keamanan siber sasaran.

Daftar Panjang Institusi AS yang Menjadi Korban

Kerusakan dan penetrasi yang dilakukan oleh kelompok QTFY ini memiliki skala yang sangat masif dan berlangsung lama. Penyelidikan resmi mengungkapkan bahwa aksi peretasan ini telah berjalan sejak tahun 2018. Beberapa lembaga federal utama yang berhasil disusupi antara lain Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Bank Sentral Federal Reserve, serta Departemen Energi, Departemen Kehakiman, serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Bahkan, dokumen pengadilan terbaru mengungkap bahwa Senat Amerika Serikat masih menjadi target infiltrasi aktif hingga tahun 2026. Laporan intelijen siber menunjukkan bahwa peretas memanfaatkan kerentanan pada perangkat-perangkat internet publik untuk menyusup ke dalam jaringan internal institusi legislatif tertinggi tersebut.

Melumpuhkan Jantung Komunikasi Botnet

Penyitaan domain oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat ini diklaim berhasil melumpuhkan operasional botnet secara keseluruhan. Pihak kejaksaan menyatakan bahwa domain-domain yang disita tersebut berfungsi sebagai server command and control (C2) yang sangat krusial bagi komunikasi antarperangkat yang terinfeksi.

Karena alamat domain tersebut tertanam secara permanen (hardcoded) di dalam kode biner botnet, para peretas tidak dapat dengan mudah mengalihkan jalur komunikasi mereka. Dengan disitanya domain-domain ini, pihak berwenang menyebut sistem koordinasi penyerangan otomatis tersebut kini telah menjadi “inoperable” atau tidak dapat dioperasikan kembali.

Keberhasilan operasi ini juga tidak lepas dari kolaborasi sektor publik dan swasta. Raksasa infrastruktur jaringan, Lumen, mengungkapkan bahwa mereka telah mengamati aktivitas mencurigakan kelompok ini selama setahun terakhir. Lumen mendeteksi profil target yang mengarah pada sektor kedirgantaraan, pertahanan, dan lembaga pemerintah, sebelum akhirnya membagikan data intelijen ancaman tersebut secara langsung kepada pihak FBI untuk ditindaklanjuti.