Feather Kembangkan Platform Robot Modular Ramah Pengembang

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi humanoid, robot, face. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi humanoid, robot, face. Foto: Pixabay

Perusahaan rintisan Feather Robotics meluncurkan platform robot humanoid modular guna membantu para pengembang membangun aplikasi kecerdasan buatan fisik secara instan. Langkah strategis ini diambil di tengah belum tercapainya momen krusial di mana robot multiguna dapat langsung beradaptasi di segala lingkungan kerja tanpa pelatihan khusus. Alih-alih membangun seluruh ekosistem otak dan tubuh robot secara tertutup seperti yang dilakukan Tesla, startup ini memilih menyediakan hardware dan software toolkit siap pakai yang bisa langsung diimplementasikan saat ini juga.

Visi Android untuk Industri Robotika

Mengusung ambisi besar menjadi sistem operasi terbuka layaknya sistem Android, duo pendiri Feather, Hoa Mai dan Parsa Bakhtiari, merancang sistem ini untuk memotong jalur pengembangan robot yang rumit. Bakhtiari sendiri merupakan mantan insinyur Tesla Model 3 yang sempat melapor langsung kepada Elon Musk, sedangkan Mai sebelumnya sukses menjual startup humanoid miliknya ke perusahaan robotika ternama, 1X.

Melalui investasi awal senilai 7,6 juta dolar AS pada putaran pre-seed yang dipimpin oleh Gradient Ventures, Feather berhasil merealisasikan sistem robot modular. Pengembang dapat menyesuaikan konfigurasi fisik robot, seperti memanjangkan lengan mekanis, sesuai kebutuhan industri spesifik yang bervariasi.

Platform ini juga dirancang sangat fleksibel karena mampu menjalankan berbagai model AI dari penyedia teknologi terkemuka dunia. Fleksibilitas sistem operasional Feather memungkinkan perangkat keras tersebut mengadopsi model kecerdasan buatan dari Nvidia, Skild, hingga Physical Intelligence tanpa hambatan integrasi.

Strategi Harga Kompetitif dan Penetrasi Pasar

Berbeda dengan kompetitor asal Cina seperti Unitree, Feather memfokuskan produksinya di dalam negeri untuk menghindari hambatan tarif dan regulasi impor Amerika Serikat yang ketat. Keterbatasan opsi robot humanoid lokal berbiaya rendah memberi Feather keunggulan kompetitif yang sangat besar di pasar domestik saat ini.

Startup ini menawarkan unit robot modularnya dengan harga 30.000 dolar AS, nilai yang jauh lebih murah dibandingkan produk kompetitor asing seperti Unitree H2 Edu yang dibanderol dua kali lipat lebih mahal. Skema harga ini dinilai sangat ekonomis jika dibandingkan dengan biaya pelatihan dan pemeliharaan tenaga kerja manusia konvensional.

Darian Shirazi, mitra umum di Gradient Ventures, mengonfirmasi efisiensi biaya ini dengan menyatakan, “Anda biasanya akan mempekerjakan seorang buruh dengan biaya 50.000 hingga 60.000 dolar AS per tahun, dan Anda masih harus melatih mereka. Mereka juga membutuhkan divisi sumber daya manusia serta berbagai mekanisme dukungan lainnya. Kini, Anda hanya perlu membeli robot Feather untuk melakukan pekerjaan tersebut.”

Potensi Ekosistem Robotika di Masa Depan

Meski baru beroperasi secara komersial dalam skala terbatas, Feather mengklaim telah mengantongi pendapatan operasional melebihi 1 juta dolar AS. Meski tidak merinci identitas klien mereka secara detail, perusahaan mengungkapkan bahwa robot buatan mereka telah bekerja aktif sebagai juru masak di restoran dan petugas pembersih di laboratorium sains.

Efisiensi modal menjadi kunci kekuatan internal Feather di mana mereka hanya menggunakan sebagian kecil dari pendanaan awal untuk mencapai tahap produksi massal. Mereka berspekulasi bahwa nilai ekonomi terbesar dari industri robotika di masa depan bukan terletak pada pembuatan perangkat keras secara eksklusif, melainkan pada ekosistem aplikasi yang tumbuh di sekitarnya.

Pendiri Feather, Hoa Mai, menekankan optimisme pertumbuhan ekosistem ini untuk beberapa tahun ke depan. Ia memproyeksikan potensi pasar dengan berujar, “Jika kita memikirkan ukuran pasar untuk perusahaan kecerdasan buatan fisik saat ini, nilainya masih sangat kecil. Namun, jika Anda membayangkan berapa banyak perusahaan aplikasi kecerdasan buatan fisik yang mungkin ada dalam lima tahun ke depan, kami memperkirakan jumlahnya akan mencapai ribuan.” Melalui pendekatan platform modular ini, Feather berharap dapat menjadi fondasi utama yang menggerakkan seluruh ekosistem tersebut.