Google Hidupkan Kembali Reaktor Nuklir Lewat Pinjaman 1,9 Miliar Dolar AS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi nuclear power plant, cooling tower, water vapor. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nuclear power plant, cooling tower, water vapor. Foto: Pixabay

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengucurkan pinjaman raksasa senilai 1,9 miliar dolar AS kepada NextEra Energy untuk menghidupkan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir (nuclear power plant) Duane Arnold di Iowa. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi lonjakan kebutuhan energi yang masif dari pusat data (data center) kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) milik raksasa teknologi Google.

Proyek ini menandai tren krusial di mana industri teknologi kini beralih ke energi nuklir sebagai solusi cepat untuk mendapatkan pasokan daya yang stabil dan bebas emisi (clean, firm power). Seiring dengan meledaknya adopsi teknologi generative AI, pasokan listrik dari jaringan umum dinilai tidak lagi mencukupi tanpa adanya dukungan dari sumber energi generasi baru ini.

Dukungan Pemerintah AS untuk Infrastruktur Energi AI

Pendanaan besar dari Departemen Energi Amerika Serikat (U.S. Department of Energy) ini merupakan pinjaman kedua yang diberikan pemerintah federal untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir yang sempat mati. Sebelumnya, pemerintah AS juga telah menggelontorkan dana sebesar 1 miliar dolar AS kepada Constellation Energy untuk menghidupkan kembali salah satu reaktor di Three Mile Island demi menyokong kebutuhan operasional Microsoft. Deputi Sekretaris Energi AS, James Danly, menyatakan bahwa pengoperasian kembali pembangkit listrik di Iowa pada tahun 2029 mendatang akan “menurunkan biaya listrik,” meskipun ia tidak merinci mekanisme penurunan harga tersebut secara detail.

Di sisi lain, porsi daya yang dialokasikan untuk masyarakat lokal tergolong sangat minim. CEO NextEra, John Ketchum, mengungkapkan dalam laporan keuangan tahun lalu bahwa hanya sekitar 50 megawatt yang akan dialokasikan untuk koperasi listrik lokal. Jumlah ini hanya mencakup sekitar 18 persen dari pertumbuhan permintaan listrik di Iowa sejak tahun 2021, tepat setahun sebelum fenomena ChatGPT memicu ledakan kebutuhan energi secara global. Sisanya, sebagian besar daya akan dialirkan langsung untuk menyokong kompleks data center milik Google yang rencananya akan dibangun sebanyak enam fasilitas di sekitar lokasi pembangkit.

Dari Terbengkalai Menjadi Rebutan Raksasa Teknologi

Pembangkit Listrik Duane Arnold sendiri sebenarnya telah berhenti beroperasi sejak tahun 2020 setelah mengalami kerusakan parah akibat badai hujan ekstrem. Pada masa itu, NextEra Energy memilih untuk menutup reaktor tersebut alih-alih memperbaikinya, karena melimpahnya pasokan gas alam murah di pasar global yang membuat investasi energi nuklir menjadi kurang kompetitif secara ekonomi. Namun, lanskap industri energi berubah total dalam enam tahun terakhir seiring dengan lompatan kebutuhan komputasi tingkat tinggi.

Kebangkitan teknologi kecerdasan buatan memerlukan daya listrik yang sangat masif, di mana sektor ini diproyeksikan akan melipatgandakan kebutuhan energinya hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Pembangkit nuklir yang sudah nonaktif kini dipandang sebagai opsi paling realistis dan tercepat bagi perusahaan teknologi untuk mendapatkan pasokan energi ramah lingkungan yang konsisten tanpa bergantung pada fluktuasi cuaca seperti energi surya atau angin.

Kompetisi Sengit Merebut Pasokan Energi Bersih

Langkah Google ini bukanlah fenomena tunggal di Silicon Valley. Microsoft telah lebih dulu mengamankan kesepakatan dengan Constellation Energy untuk mengaktifkan kembali reaktor Three Mile Island yang dijadwalkan beroperasi pada tahun 2028 guna menghasilkan daya sebesar 835 megawatt. Sementara itu, Meta memilih strategi berbeda dengan membeli seluruh sertifikat energi bersih dari Clinton Clean Energy Center di Illinois berkapasitas 1,1 gigawatt guna mengimbangi emisi karbon dari proyek ambisius mereka, termasuk data center Hyperion AI yang diperkirakan mengonsumsi energi setara dengan gabungan sepuluh pembangkit gas alam.

Upaya pemugaran reaktor Duane Arnold oleh NextEra diproyeksikan mampu mengekstrak daya tambahan sebesar 14 megawatt, sehingga total kapasitasnya akan mencapai 615 megawatt. Ketiga pembangkit listrik ini merupakan opsi paling mudah direhabilitasi di Amerika Serikat saat ini, mengingat kandidat reaktor nonaktif lainnya, seperti San Onofre di California, membutuhkan waktu pengerjaan dan biaya yang jauh lebih besar karena sudah terlalu lama terbengkalai.