Google Rilis Fitur Android Baru untuk Atasi Mabuk Perjalanan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi electronics, mobile phone, screen. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi electronics, mobile phone, screen. Foto: Pixabay

Google kembali meluncurkan rangkaian inovasi sistem operasi terbaru melalui lima pembaruan utama yang dirancang untuk meningkatkan aspek aksesibilitas, fungsionalitas, serta personalisasi pada ponsel cerdas berbasis Android. Pembaruan ini tidak hanya berfokus pada estetika antarmuka, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan pengguna dengan menghadirkan solusi teknologi untuk mengatasi gejala ketidaknyamanan fisik saat berkendara. Langkah ini mempertegas komitmen raksasa teknologi tersebut dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang lebih inklusif dan humanis.

Fokus utama dalam rilis kali ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan generatif milik Google, yaitu Gemini, untuk membantu mobilitas harian pengguna. Mulai dari membantu penyandang disabilitas sensorik visual hingga meminimalisasi ketidakcocokan sensorik tubuh saat membaca layar di dalam kendaraan bergerak, pembaruan ini menjadi lompatan penting dalam persaingan ekosistem ponsel pintar global, khususnya dalam mengimbangi fitur serupa yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh pesaing utamanya, Apple.

Solusi Cerdas Atasi Mabuk Perjalanan Lewat Motion Assist

Salah satu fitur paling inovatif yang diperkenalkan dalam pembaruan ini adalah Motion Assist. Fitur ini dirancang khusus untuk membantu pengguna yang sering mengalami motion sickness atau mabuk perjalanan akibat menggunakan ponsel di dalam kendaraan yang sedang bergerak. Masalah fisik ini biasanya muncul karena adanya ketidakselarasan antara apa yang dilihat oleh mata pada layar statis dengan apa yang dirasakan oleh sensor keseimbangan di telinga bagian dalam.

Untuk mengatasi gangguan tersebut, Motion Assist akan menampilkan elemen visual berupa gelembung (bubble overlay) transparan di atas layar. Gelembung-gelembung ini diprogram untuk bergerak secara dinamis mengikuti arah pergerakan fisik kendaraan yang dideteksi oleh sensor giroskop dan akselerometer pada ponsel. Pengguna diberikan keleluasaan penuh untuk mengatur agar fitur ini aktif secara otomatis, menambahkannya ke menu pengaturan cepat (Quick Settings), serta menyesuaikan bentuk, warna, hingga tingkat transparansi gelembung visual tersebut. Fitur mutakhir ini dilaporkan akan tersedia bagi para pengguna sistem operasi Android 17.

Meskipun konsep ini tergolong baru bagi ekosistem Android, pendekatan teknologi ini sebenarnya mirip dengan langkah Apple yang merilis fitur Vehicle Motion Cues pada tahun lalu. Langkah Google ini menunjukkan bagaimana industri teknologi kini semakin serius memperhatikan aspek kenyamanan fisik pengguna saat berinteraksi dengan perangkat digital dalam situasi mobilitas tinggi.

Guided Vision dan AI Gemini untuk Aksesibilitas Netra

Selain kenyamanan berkendara, Google juga memperkenalkan Guided Vision, sebuah fitur aksesibilitas revolusioner yang dirancang khusus untuk penyandang tuna netra maupun pengguna dengan gangguan penglihatan (low vision). Fitur ini menggabungkan kecanggihan fungsionalitas kamera ponsel dengan kekuatan analisis visual dari asisten AI Gemini untuk membantu mereka mengenali lingkungan sekitar secara mandiri.

Melalui Guided Vision, pengguna dapat mengarahkan kamera ponsel untuk membaca teks berukuran sangat kecil pada label kemasan makanan, membaca menu di restoran dengan pencahayaan minim, hingga mengidentifikasi berbagai objek rumah tangga. Ketika posisi kamera dirasa kurang tepat atau objek tidak berada di tengah bingkai, asisten AI akan memberikan panduan suara secara langsung, menginstruksikan pengguna untuk menggeser, memutar, atau mendekatkan ponsel agar visualisasi objek dapat terbaca dengan sempurna. Fitur ini akan digulirkan pada perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 9 atau yang lebih baru di negara-negara yang telah mendukung layanan Gemini.

Organisasi Data Personal dan Kustomisasi Google Messages

Google juga mengoptimalkan peran Gemini sebagai asisten memori pribadi melalui pembaruan pada fitur Find Hub. Pengguna kini dapat memanfaatkan bagian khusus bertajuk remembered items untuk menyimpan informasi lokasi barang-barang berharga yang sering kali lupa diletakkan. Pengguna hanya perlu memberikan perintah suara atau teks kepada Gemini, seperti menyatakan bahwa mereka menyimpan paspor di laci kamar tidur, dan kecerdasan buatan tersebut akan secara otomatis mencatat dan mengarsipkan informasi tersebut, lengkap dengan opsi lampiran foto sebagai referensi visual tambahan.

Tidak kalah penting, pembaruan ini juga menyentuh aspek komunikasi sehari-hari melalui integrasi layanan catatan Google Keep langsung ke dalam aplikasi Google Messages. Integrasi ini mempermudah pengguna untuk membagikan dan menyunting daftar belanjaan, catatan rencana liburan, atau informasi penting lainnya secara kolaboratif langsung di dalam ruang obrolan tanpa perlu berpindah aplikasi. Google Messages juga mendapatkan opsi personalisasi visual yang lebih kaya, di mana pengguna dapat menyesuaikan latar belakang, foto, serta warna balon teks pada setiap utas obrolan secara individual agar pengalaman bertukar pesan terasa lebih personal.