Jeff Bezos Bersiap Akuisisi Saham Klub Sepak Bola Liverpool

Daily Tech Science

Daily Tech Science

Membahas seputar teknologi dan sains

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Liverpool di pagar Anfield. Foto: AFP/Paul Ellis
zoom-in-whitePerbesar
Logo Liverpool di pagar Anfield. Foto: AFP/Paul Ellis

Para miliarder teknologi asal Amerika Serikat kian gencar melebarkan sayap investasi mereka ke industri olahraga global. Kabar terbaru menyebutkan bahwa pendiri Amazon, Jeff Bezos, kini tengah berupaya untuk masuk ke dalam lingkaran elite pemilik klub sepak bola di Inggris dengan membidik salah satu raksasa sepak bola Eropa.

Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus investasi Bezos yang kini mulai menyasar industri hiburan olahraga. Bersama salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin, Bezos dikabarkan sedang menjajaki pembelian minimal 30 persen saham di klub Inggris, Liverpool, dengan valuasi kesepakatan mencapai 1,35 miliar poundsterling atau sekitar 1,8 miliar dolar AS.

Ekspansi Portofolio Miliarder ke Kancah Sepak Bola Inggris

Pembelian saham Liverpool ini akan menjadi portofolio investasi olahraga pertama bagi Bezos sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia sempat dilaporkan tertarik untuk membeli salah satu tim sepak bola Amerika (American football), namun rencana tersebut tidak pernah terealisasi. Bagi kalangan miliarder modern, memiliki tim olahraga papan atas kini dinilai sama prestisiusnya dengan kepemilikan aset mewah lainnya seperti kapal pesiar super.

Liverpool sendiri merupakan salah satu klub olahraga paling bernilai di dunia dengan estimasi valuasi mencapai 6 miliar dolar AS menurut data Forbes. Kepopuleran dan kekuatan merek Liverpool di Inggris sering kali disandingkan dengan ketenaran tim rugbi Dallas Cowboys di Amerika Serikat. Hal inilah yang menjadikannya sebagai target akuisisi yang sangat bernilai tinggi bagi para investor internasional.

Selain potensi keuntungan finansial yang besar, ada daya tarik kultural yang kuat di balik keputusan para konglomerat dunia untuk memiliki klub sepak bola Inggris. Kesuksesan drama televisi seperti “Ted Lasso” dan serial dokumenter milik Ryan Reynolds berjudul “Welcome to Wrexham” telah mengubah lanskap kepemilikan klub sepak bola menjadi sebuah tren gaya hidup yang sangat bergengsi.

Gelombang Invasi Investor Amerika Serikat di Premier League

Fenomena investasi asing, khususnya dari Amerika Serikat di kancah sepak bola Inggris, sebenarnya terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan analisis industri, sebanyak 13 dari 20 klub di kompetisi Premier League saat ini telah memiliki pemegang saham yang berasal dari Amerika Serikat. Hal ini terjadi karena kepemilikan waralaba olahraga (sports franchise) di domestik Amerika Serikat, seperti NFL dan MLB, sudah terlalu mahal atau hampir tertutup bagi pembeli baru.

Sejumlah nama besar dari jajaran miliarder Amerika Serikat telah lebih dulu menancapkan pengaruh mereka di Inggris. Todd Boehly dan Mark Walters kini menguasai Chelsea, sementara pemilik New York Jets, Woody Johnson, menginvestasikan modalnya di Crystal Palace. Selain itu, konsorsium yang dipimpin oleh Bill Foley bersama aktor Michael B. Jordan juga telah sukses mengambil alih kepemilikan Bournemouth.

Tren ini juga meluas menjadi sebuah fenomena budaya di kalangan selebritas dan atlet legendaris dunia. Legenda NFL, Tom Brady, diketahui membeli saham minoritas di Birmingham City, sementara aktor kawakan Will Ferrell bersama pebasket Russell Westbrook dan perenang legendaris Michael Phelps memiliki saham di Leeds United. Investasi ini tidak sekadar memberikan keuntungan finansial, melainkan juga akses langsung ke lingkaran ikon olahraga global.

Transformasi Citra Jeff Bezos dan Ekspansi Bisnis Amazon

Langkah investasi olahraga ini sangat selaras dengan perubahan citra publik Jeff Bezos yang kini memiliki estimasi net worth mencapai 280 miliar dolar AS. Sejak hubungannya dengan Lauren Sánchez sering menghiasi media, Bezos bertransformasi menjadi figur budaya pop global yang lebih santai, meninggalkan citra kaku sebagai seorang taipan teknologi murni. Memiliki saham di Liverpool dinilai sebagai langkah ideal untuk memperkuat status sosial barunya tersebut.

Di samping itu, ketertarikan Bezos terhadap sepak bola Inggris juga memiliki korelasi bisnis yang kuat dengan Amazon. Raksasa teknologi tersebut tercatat telah beberapa kali menyiarkan pertandingan liga sepak bola Eropa melalui platform layanan streaming mereka. Terlebih lagi, Bezos kini sedang memperluas jangkauan bisnisnya di Inggris melalui perusahaan kecerdasan buatan barunya, Prometheus, yang dikabarkan tengah mengincar lokasi kantor baru di pusat inovasi teknologi King’s Cross, London.