Konsolidasi Taksi Terbang Archer Aviation Resmi Akuisisi Wisk Aero

Tiga tahun setelah perseteruan hukum yang sengit terkait rahasia dagang, industri penerbangan listrik global menyaksikan babak baru yang mengejutkan. Archer Aviation, perusahaan rintisan pesawat listrik terkemuka, secara resmi mengakuisisi mantan rival utamanya, Wisk Aero, dalam sebuah kesepakatan strategis yang melibatkan raksasa dirgantara Boeing.
Langkah ini tidak hanya menyatukan dua kekuatan besar dalam pengembangan pesawat lepas landas dan mendarat vertikal bertenaga listrik (electric vertical takeoff and landing atau eVTOL), tetapi juga mengubah peta persaingan teknologi mobilitas udara perkotaan secara global.
Transaksi Saham dan Pengalihan Anak Perusahaan Boeing
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang dirilis, Boeing setuju untuk menjual Wisk Aero bersama dua anak perusahaan lainnya kepada Archer. Sebagai imbalannya, Boeing akan mendapatkan kepemilikan saham di Archer Aviation. Dua anak perusahaan lain yang turut dilepas adalah SkyGrid, sebuah perusahaan perangkat lunak manajemen lalu lintas udara digital, serta Insitu yang merupakan produsen pesawat tanpa awak (drone).
Dalam struktur transaksi ini, Boeing akan menerima saham baru Archer yang setara dengan 19,75 persen dari total saham beredar Archer tepat sebelum transaksi ditutup. Setelah kesepakatan ini rampung sepenuhnya, raksasa kedirgantaraan asal Amerika Serikat tersebut akan menggenggam sekitar 16,5 persen saham di Archer Aviation. Akuisisi ini menandai puncak dari hubungan yang awalnya penuh ketegangan menjadi kemitraan bisnis yang sangat erat.
Transformasi Konflik Hukum Menjadi Aliansi Teknologi
Sebelum mencapai kesepakatan akuisisi ini, hubungan antara Archer dan Wisk Aero sempat memanas dan diwarnai konflik hukum yang sengit. Pada April 2021, Wisk mengajukan gugatan hukum terhadap Archer atas dugaan “pencurian yang sangat berani” terhadap informasi rahasia dan kekayaan intelektual mereka. Perseteruan di meja hijau ini berlangsung selama dua tahun dan menguras banyak sumber daya dari kedua belah pihak.
Ketegangan tersebut akhirnya mereda setelah kedua perusahaan menyetujui kesepakatan damai yang tidak biasa. Langkah damai ini tidak hanya mengakhiri gugatan Wisk serta tuntutan balik dari Archer yang meminta ganti rugi sebesar 1 miliar dolar AS, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi baru. Dalam kesepakatan damai tersebut, Archer menyetujui untuk menjadikan Wisk sebagai penyedia eksklusif untuk teknologi otonom pada armada mereka, serta memberikan opsi pembelian jutaan lembar saham.
Rekam Jejak Wisk Aero dan Ambisi Militer Archer
Wisk Aero sendiri memiliki sejarah panjang yang berakar dari Kittyhawk, sebuah startup penerbangan listrik yang dipimpin oleh Sebastian Thrun dan didukung oleh pendiri Google, Larry Page. Meskipun Kittyhawk akhirnya ditutup pada September 2022, program taksi terbang otonom dua penumpang bernama Cora tetap dipertahankan. Program Cora inilah yang kemudian didelegasikan menjadi usaha patungan bersama Boeing, yang kemudian sepenuhnya berganti nama menjadi Wisk Aero.
Di sisi lain, Archer Aviation terus mengeksplorasi pasar baru di luar jaringan taksi terbang komersial. Sejak didirikan pada tahun 2018 di California, Archer telah melebarkan sayapnya ke sektor pertahanan melalui program Archer Defense yang sukses mengumpulkan pendanaan ratusan juta dolar AS dari investor institusi seperti BlackRock. Melalui akuisisi Wisk, Archer kini berada di posisi yang sangat kuat untuk mengintegrasikan teknologi otonom canggih ke dalam pesawat eVTOL andalan mereka, Midnight, yang saat ini sedang dipersiapkan untuk uji coba operasional komersial.

