Mantan Akuntan Kembangkan Tabby untuk Otomatisasi Pembukuan Keuangan

Mantan akuntan profesional Ahad Ali meluncurkan platform kecerdasan buatan bernama Tabby untuk mengotomatisasi seluruh proses pembukuan bisnis kecil secara langsung. Langkah ini diambil guna mengatasi kerumitan sistem administrasi keuangan yang selama ini menyulitkan para pemilik usaha.
Ali merancang platform ini setelah merasa frustrasi dengan keterbatasan perangkat lunak akuntansi tradisional seperti QuickBooks yang dinilai terlalu rumit bagi pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah. Melalui pendekatan baru ini, ia berambisi membebaskan para pelaku usaha dari kerumitan administrasi keuangan harian.
Mengatasi Frustrasi Perangkat Lunak Akuntansi Tradisional
Sebelum mendirikan startup ini, Ali mengelola sebuah firma akuntansi sukses dengan tim berisi 20 orang yang menangani lebih dari 2.000 pelaporan pajak per tahun. Pengalaman bertahun-tahun tersebut menyadarkannya bahwa sebagian besar aplikasi software-as-a-service (SaaS) akuntansi saat ini tidak dirancang untuk memudahkan pengguna akhir, melainkan justru menambah beban administratif baru.
Ali berpendapat bahwa pemilik usaha kecil sebenarnya tidak membutuhkan perangkat lunak akuntansi yang lebih canggih, melainkan membutuhkan sistem yang bekerja secara mandiri tanpa intervensi manual yang rumit. “Saya menyadari bahwa bisnis kecil tidak membutuhkan perangkat lunak akuntansi yang lebih baik,” ujar Ali kepada TechCrunch. “Mereka membutuhkan lebih sedikit perangkat lunak akuntansi. Mereka membutuhkan sesuatu yang langsung menyelesaikan pekerjaan tersebut untuk mereka.”
Integrasi Data Real-Time Melalui Teknologi AI
Untuk mewujudkan visi tersebut, platform Tabby mengintegrasikan data rekening bank pengguna secara langsung dengan memanfaatkan protokol keamanan dari Plaid. Teknologi ini memungkinkan sistem kecerdasan buatan menyusun laporan laba rugi secara real-time, sehingga pemilik usaha dapat memantau kesehatan finansial perusahaan mereka setiap saat tanpa perlu menunggu laporan bulanan dari akuntan konvensional.
Melalui otomatisasi penuh ini, Ali berniat mengubah biaya pembukuan menjadi tagihan bulanan sederhana yang setara dengan biaya internet atau layanan penggajian. Selain menyasar pengguna akhir, platform ini juga menyediakan versi khusus bagi firma akuntansi yang menginginkan alternatif modern untuk menggantikan sistem pembukuan lama mereka.
Pertumbuhan Bisnis dan Kompetisi di Sektor Fintech
Sejak mulai beroperasi selama 14 bulan terakhir, startup yang dijalankan oleh tim kecil beranggotakan tujuh orang ini telah berhasil menggaet sekitar 5.500 bisnis kecil sebagai pengguna aktif dengan pendapatan berulang tahunan mencapai 100.000 dolar AS. Saat ini, mereka juga tengah dalam proses mengumpulkan pendanaan tahap awal (pre-seed) sebesar 1 juta dolar AS guna mempercepat pengembangan fitur interaksi berbasis bahasa alami yang dinamakan Tabby Talk.
Meskipun harus bersaing ketat dengan raksasa industri seperti QuickBooks serta startup yang didanai modal ventura besar seperti Rillet, Ali tetap optimistis dengan potensi pasar yang sangat luas. “Semua yang kami lihat membuat kami percaya bahwa ada jalan bagi pemain lain, karena ruang pasar ini sangat besar,” pungkas Ali optimistis mengenai masa depan industri teknologi finansial ini.

