Morphotonics Raih Pendanaan 40 Juta Euro untuk Ekspansi Teknologi Optik

Perusahaan teknologi asal Belanda, Morphotonics, mengamankan pendanaan baru sebesar 40 juta euro untuk mempercepat produksi teknologi optik kacamata pintar dan memperluas jangkauan ke pusat data pekan ini.
Suntikan modal tersebut diperoleh dari konsorsium investor terkemuka, termasuk 3M Ventures, Innovation Industries, BOM, Invest-NL, European Innovation Council (EIC) Fund, Ernij Next, dan European Investment Bank (EIB). Langkah strategis ini menandai babak baru bagi perusahaan yang telah menghabiskan waktu selama 12 tahun mengembangkan teknologi litografi cetak nano secara senyap di bawah bayang-bayang raksasa industri seperti ASML.
Merevolusi Layar Pintar Lewat Litografi Cetak Nano
Morphotonics mengkhususkan diri pada pengembangan teknologi nanoimprint lithography atau NIL, sebuah metode presisi tinggi yang digunakan untuk mencetak pola mikroskopis pada material sensitif cahaya. Proses ini menghasilkan cetakan khusus yang diaplikasikan pada perangkat keras optik, termasuk pembuatan komponen pengarah gelombang cahaya atau waveguide. Teknologi inilah yang menjadi tulang punggung visualisasi gambar pada berbagai kacamata pintar populer seperti Meta Ray-Ban Display, Even Reality, dan Magic Leap.
Komponen waveguide sendiri merupakan lapisan kaca atau plastik tipis yang dirancang khusus untuk membiaskan cahaya ke jalur tertentu sehingga gambar digital dapat terproyeksi langsung di depan mata pengguna. Seiring dengan melonjaknya popularitas teknologi augmented reality (AR), kebutuhan industri terhadap mesin produksi massal yang efisien kian mendesak. Morphotonics hadir untuk mengisi celah tersebut dengan menawarkan mesin otomatis yang mampu menekan biaya produksi dalam skala besar.
Lonjakan Permintaan Pasar Global dan Target Ambisius
Kebangkitan pasar kacamata pintar secara global menjadi katalis utama di balik pesatnya pertumbuhan bisnis Morphotonics. Laporan riset pasar dari IDC memproyeksikan pengiriman kacamata pintar global yang dilengkapi layar akan menembus angka 12,2 juta unit pada tahun 2030. Bahkan di pasar besar seperti China, angka penjualan kacamata pintar tercatat mengalami peningkatan hingga dua kali lipat hanya dalam delapan bulan pertama tahun ini.
Untuk mengantisipasi permintaan yang masif tersebut, Morphotonics kini tengah merakit mesin generasi terbaru yang diklaim memiliki kapasitas produksi luar biasa. CEO Morphotonics, Hugo Da Silva, mengungkapkan bahwa mesin baru tersebut ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 6 juta unit waveguide per tahun dan siap dikirimkan kepada pelanggan pada awal tahun depan. Ekspansi ini juga diimbangi dengan penambahan jumlah karyawan dari 30 orang menjadi 60 staf, dengan target stabilisasi di angka 75 pekerja.
Da Silva menjelaskan bahwa model bisnis perusahaan tidak hanya menjual mesin fisik, melainkan juga melisensikan proses kimia terintegrasi kepada produsen layar. “Biasanya, produsen layar akan membeli peralatan kami sebagai bagian dari rantai pasok, dan kami mengintegrasikannya ke dalam seluruh proses manufaktur,” kata Da Silva memberikan penjelasan. “Kami mengajarkan prosesnya kepada mereka, kami menyediakan bahan kimianya, dan mereka dapat memproduksinya secara mandiri.”
Menembus Infrastruktur Pusat Data Masa Depan
Selain fokus pada sektor tampilan visual AR, dana segar ini akan dialokasikan untuk membiayai ekspansi teknologi ke sektor infrastruktur digital, khususnya teknologi optik terintegrasi atau co-packaged optics. Teknologi inovatif ini memanfaatkan sirkuit fotonik terpadu atau Photonic Integrated Circuits yang menggunakan transmisi cahaya alih-alih aliran listrik tradisional untuk memindahkan data berkecepatan tinggi antarserver di pusat data.
Meskih belum mulai mendistribusikan mesin komersial untuk sektor pusat data ini, Morphotonics mengeklaim bahwa sejumlah pelanggan potensial telah melakukan validasi performa terhadap keunggulan teknologi mereka. Saat ini, sekitar 90 persen dari total pendapatan startup ini disokong oleh penjualan perangkat keras dengan belasan sistem mesin yang telah tersebar secara global di wilayah Asia hingga Amerika Serikat. Dengan adanya pendanaan baru ini, manajemen optimis dapat meningkatkan penyebaran mesin hingga mencapai 50 instalasi dalam waktu tiga tahun ke depan guna memperkuat pendapatan dari sektor jasa layanan purnajual.

