NASA Bantah Hoaks Teori Project Anchor Terkait Hilangnya Gravitasi Bumi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Astronaut melakukan uji coba wahana antariksa baru di fasilitas Active Response Gravity Offload System (ARGOS).
zoom-in-whitePerbesar
Astronaut melakukan uji coba wahana antariksa baru di fasilitas Active Response Gravity Offload System (ARGOS).

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, dikenal sebagai NASA, kembali mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah klaim palsu yang beredar luas di media sosial terkait hilangnya gravitasi bumi secara singkat. Rumor tak berdasar ini dikaitkan dengan sebuah teori konspirasi dokumen bocor yang disebut Project Anchor, yang mengklaim bahwa bumi akan mengalami anomali gravitasi nol.

Pihak NASA menegaskan bahwa narasi tersebut sepenuhnya merupakan berita bohong atau hoax yang tidak memiliki landasan ilmiah sama sekali. Berita palsu semacam ini kerap muncul kembali setiap tahunnya di platform digital dengan memanfaatkan ketakutan publik dan ketidaktahuan terhadap hukum fisika dasar.

Penjelasan Ilmiah NASA Mengenai Gravitasi Bumi

Komunikator sains senior NASA, Karen Fox, menyatakan bahwa teori konspirasi ini merupakan isu usang yang terus didaur ulang oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh badan antariksa tersebut, dijelaskan secara gamblang bahwa kekuatan gravitasi sebuah planet tidak dapat dimatikan atau hilang begitu saja secara tiba-tiba tanpa sebab yang masif.

“Bumi tidak akan kehilangan gravitasi. Gravitasi bumi, atau gaya gravitasi total, ditentukan oleh massanya. Satu-satunya cara bagi bumi untuk kehilangan gravitasi adalah jika sistem bumi, yang merupakan gabungan massa dari inti, mantel, kerak, samudra, air darat, dan atmosfernya, kehilangan massanya,” ungkap NASA dalam rilis resminya untuk meluruskan kesalahpahaman global ini.

Asal-Usul Teori Konspirasi Project Anchor

Berdasarkan penelusuran dari lembaga pemeriksa fakta Snopes, rumor mengenai Project Anchor pertama kali terdeteksi menyebar secara masif melalui unggahan berantai di media sosial sejak awal tahun. Klaim liar tersebut menuduh bahwa dokumen rahasia milik NASA yang bocor memperingatkan adanya fenomena hilangnya gravitasi bumi selama tujuh detik yang diproyeksikan terjadi pada pertengahan Agustus.

Narasi palsu ini dibumbui dengan detail dramatis untuk memicu kepanikan, seperti anggaran fiktif sebesar 89 miliar dolar AS, proyeksi puluhan juta korban jiwa, hingga pembangunan bunker khusus untuk menyelamatkan para pejabat elit. Namun, hasil investigasi fact-checking mengonfirmasi bahwa tidak ada dokumen resmi, proyek, maupun penelitian dari NASA yang memiliki nama atau skenario mengerikan seperti itu.

Fenomena Antariksa Nyata yang Terjadi Pekan Ini

Alih-alih terjadi bencana hilangnya gravitasi, pekan ini sebenarnya bertepatan dengan peristiwa astronomi nyata yang sangat dinantikan oleh para ilmuwan dan pengamat langit. Peristiwa tersebut meliputi fenomena gerhana matahari total di belahan bumi utara serta puncak hujan meteor Perseid yang menghiasi langit malam secara periodik.

NASA juga kembali mengingatkan masyarakat bahwa fenomena astronomi seperti gerhana matahari sama sekali tidak memengaruhi gravitasi bumi secara keseluruhan. Gaya tarik gravitasi dari matahari dan bulan memang memengaruhi gaya pasang surut air laut di bumi, namun efek fisik ini sepenuhnya normal, sangat dipahami oleh para ilmuwan, dan dapat diprediksi secara akurat hingga beberapa dekade ke depan.