Qualcomm Luncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Berteknologi AI Lokal

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi board, electronics, computer. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi board, electronics, computer. Foto: Pixabay

Qualcomm meluncurkan dua prosesor seluler kelas unggulan terbaru dengan fokus mendalam pada teknologi kecerdasan buatan dalam acara tahunan Snapdragon Summit pekan ini. Langkah strategis ini diambil untuk memfasilitasi integrasi fitur bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang lebih canggih dan personal langsung di dalam perangkat genggam pengguna.

Kedua chipset tersebut, yang diberi nama Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan personalisasi agen AI. Melalui inovasi ini, Qualcomm berupaya menggeser ketergantungan pemrosesan data dari komputasi awan ke sistem komputasi lokal yang lebih aman dan cepat.

Peningkatan Kemampuan Pemrosesan AI Lokal

Unit pemrosesan baru pada lini chipset ini dilengkapi dengan komponen sensing hub mutakhir yang mampu menjalankan model kecerdasan buatan skala kecil hingga 200 juta parameter. Melalui integrasi teknologi tersebut, gawai dapat menjalankan fungsi pencatatan pribadi (personal scribe) secara lokal tanpa memerlukan koneksi internet, sekaligus mampu membedakan suara dari beberapa pembicara berbeda secara akurat.

Selain itu, sistem kecerdasan buatan di dalam perangkat kini dapat merekam dan membangun memori berdasarkan pola penggunaan sehari-hari pengguna. Kemampuan ini memungkinkan sistem memberikan rekomendasi yang lebih cerdas guna mengotomatisasi berbagai tugas harian secara mandiri. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa arsitektur baru ini sanggup mengeksekusi perintah suara dua arah (voice-in dan voice-out) secara penuh dan mulus.

Guna mendukung performa yang efisien, Snapdragon 8 Elite Gen 6 dibekali elemen akselerator baru yang dirancang khusus untuk menjalankan model komputasi dengan konsumsi daya yang lebih rendah. “Kami menghadirkan arsitektur ini agar pengguna dapat merasakan interaksi dengan asisten virtual yang sangat responsif langsung dari genggaman mereka,” jelas perwakilan Qualcomm dalam konferensi tersebut.

Kekuatan Pemrosesan Model AI Raksasa dan Pemosisian Kompetitif

Untuk varian tertinggi, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengusung kemampuan luar biasa dengan sanggup menjalankan model mixture-of-experts (MoE) berkapasitas 30 miliar parameter secara lokal. Konsep kerja model MoE ini sangat efisien; meskipun ukuran model secara keseluruhan sangat besar, sistem hanya akan mengaktifkan sejumlah parameter tertentu yang relevan untuk menyelesaikan tugas spesifik yang sedang dijalankan oleh pengguna.

Kapabilitas pemrosesan lokal berskala besar ini menempatkan Qualcomm dalam posisi bersaing ketat dengan kompetitor utamanya di industri teknologi seluler. Sebagai perbandingan, Apple meluncurkan model mixture-of-experts berkapasitas 20 miliar parameter pada ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) Juni lalu, yang menjadi model fondasi generasi ketiga paling canggih milik raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

Optimalisasi Fitur Kamera Profesional dan Audio Cerdas

Sektor multimedia juga mendapatkan peningkatan signifikan melalui unit pemrosesan pusat (CPU) teranyar Qualcomm yang kini menyediakan kontrol tingkat piksel (pixel-level control) pada kamera. Fitur ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman fotografi kelas profesional bagi pengguna awam, didukung oleh sistem stabilisasi gambar yang jauh lebih mumpuni serta pemahaman gerakan objek yang lebih presisi.

Varian Extreme melangkah lebih jauh dengan mendukung perekaman video beresolusi ultra-tinggi hingga 8K pada kecepatan 60fps serta format 4K pada kecepatan 240fps untuk kebutuhan video gerak lambat (slow-motion) berkualitas tinggi. Lini chipset premium ini juga mengintegrasikan codec Advanced Professional Video (APV) untuk kebutuhan produksi video standar sinematik.

Dari segi audio, kedua chipset ini memanfaatkan teknologi AI untuk menyaring vokal pengguna dan mereduksi gangguan bising di latar belakang. Fitur isolasi suara inovatif bernama voice bubble turut disematkan guna memastikan suara pengguna tetap terdengar jernih dan terisolasi dengan baik dari kebisingan sekitar selama melakukan panggilan telepon.

Kemitraan Strategis dan Masa Depan AI pada Perangkat Gawai

Pada kesempatan yang sama, Motorola mengumumkan kehadiran ponsel pintar terbaru mereka, Motorola Signature 27, yang akan ditenagai secara eksklusif oleh Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Perangkat premium ini dijadwalkan meluncur ke pasar global dan tersedia secara umum bagi konsumen pada akhir tahun ini.

Saat ini, Qualcomm tengah bekerja sama dalam pengembangan lebih dari 40 perangkat berbasis AI, memperkuat keyakinan industri bahwa mayoritas pengguna akan lebih memilih memanfaatkan ponsel mereka untuk menjalankan fitur kecerdasan buatan dibandingkan menggunakan perangkat khusus lainnya. Tren pemikiran ini sebelumnya sempat diisyaratkan oleh pendiri Nothing, Carl Pei, dan baru-baru ini ditegaskan kembali oleh CEO baru Apple, John Ternus, saat peluncuran seri iPhone Duo awal bulan ini.