Saham SpaceX Sentuh Harga IPO Jelang Uji Coba Starship

Harga saham SpaceX mengalami penurunan signifikan dan mendekati angka 135 dolar AS per lembar pada Rabu (15/7/2026), tepat sebelum jadwal peluncuran uji coba roket Starship. Tren penurunan ini terjadi secara bertahap selama satu bulan terakhir sejak perusahaan resmi melantai di bursa Nasdaq pada 12 Juni lalu.
Gejolak Pasar dan Volatilitas Saham
Setelah mencatatkan debut impresif dengan nilai saham menembus 200 dolar AS, SpaceX menghadapi tekanan pasar yang cukup intens. Volatilitas ini disinyalir disebabkan oleh jumlah saham yang tersedia di pasar publik atau float yang sangat kecil, yakni hanya sekitar 4 persen dari total saham perusahaan.
Kondisi ini diperparah oleh sentimen negatif di sektor teknologi secara luas serta sikap investor yang mulai mempertimbangkan realitas visi jangka panjang Elon Musk. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi harga saham, tetapi juga berdampak pada kinerja obligasi perusahaan di pasar modal.
Uji Coba Starship Sebagai Penentu
SpaceX kini dihadapkan pada ujian krusial berupa uji terbang roket Starship yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Uji coba ini menjadi sorotan utama mengingat pendekatan perusahaan yang menggunakan filosofi “fly, fail, fix” atau terbang, gagal, lalu perbaiki untuk pengembangan teknologinya.
Sebagaimana disampaikan dalam laporan perkembangan perusahaan, SpaceX menegaskan bahwa tujuan utama misi ini bukan untuk pemulihan roket. Perusahaan menyatakan, “Kami akan melakukan simulasi pendaratan di Teluk Meksiko, yang berarti kedua bagian sistem roket Starship akan berakhir dengan kehancuran terencana terlepas dari keberhasilan operasional selama penerbangan.”
Pergerakan harga saham SpaceX saat ini menjadi tolok ukur bagi banyak pihak di industri teknologi. Keberhasilan perusahaan dalam menjaga stabilitas nilai pasar turut memengaruhi ekspektasi investor terhadap rencana penawaran saham perdana dari perusahaan rintisan kecerdasan buatan besar lainnya seperti Anthropic dan OpenAI.

