Samsung Danai Kairos Power Guna Bangun Reaktor Nuklir Google

Samsung C&T mengucurkan investasi strategis senilai hingga 100 juta dolar AS kepada startup energi nuklir Kairos Power guna mempercepat pembangunan reaktor demonstrasi komersial pertama untuk Google. Langkah kolaboratif ini diambil di tengah melonjaknya kebutuhan pasokan energi bersih untuk menopang infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang sangat masif.
Melalui kemitraan ini, Samsung C&T tidak hanya menanamkan modal ekuitas tetapi juga menyediakan layanan rekayasa teknis langsung untuk mewujudkan ambisi penyediaan daya bebas emisi bagi Google pada tahun 2030. Sinergi ini sekaligus menandai babak baru bagi keterlibatan raksasa teknologi Asia dalam ekosistem energi bersih global.
Detail Investasi dan Kolaborasi Global
Kesepakatan investasi ini mencakup pendanaan ekuitas langsung dalam jumlah besar. “Investasi ekuitas tersebut akan mencakup 70 juta dolar AS dari total keseluruhan pendanaan,” ungkap juru bicara Kairos Power kepada TechCrunch, sementara sisa nilai kontrak dipenuhi melalui layanan rekayasa teknis langsung (in-kind engineering services). Juru bicara tersebut menambahkan bahwa keterlibatan Samsung C&T akan menjadi akselerator penting mengingat rekam jejak mereka yang telah membangun belasan reaktor nuklir di berbagai penjuru dunia.
Bagi Kairos Power, kemitraan ini bukan sekadar suntikan modal, melainkan validasi industri atas teknologi reaktor modular yang mereka kembangkan. Dengan menggandeng kontraktor kawakan berskala internasional, startup asal Amerika Serikat ini optimistis dapat merampungkan desain komersialnya tepat waktu. Kehadiran Samsung C&T juga diharapkan mampu meminimalkan risiko keterlambatan konstruksi, yang selama ini kerap menjadi tantangan terbesar bagi proyek pembangkit listrik tenaga nuklir konvensional.
Ambisi Suplai Energi Bersih Google Lewat Proyek Hermes
Kerja sama ini berakar dari komitmen Google pada musim gugur 2024 yang menugaskan Kairos Power untuk membangun armada reaktor nuklir dengan total kapasitas daya mencapai setengah gigawatt pada 2035. Proyek awal yang sedang berjalan saat ini berpusat di Oak Ridge, Tennessee, Amerika Serikat, tempat Kairos membangun dua reaktor uji coba bernama Hermes 1 dan Hermes 2. Reaktor pertama berfungsi sebagai purwarupa berdaya rendah untuk menyempurnakan desain komersial, sedangkan reaktor kedua dirancang sebagai fasilitas komersial skala penuh perdana mereka.
Daya yang dihasilkan oleh proyek Hermes ini nantinya akan dihitung sebagai 50 megawatt pertama dari keseluruhan komitmen pasokan energi yang telah disepakati bersama Google. Kairos Power sendiri telah mengantongi izin konstruksi resmi dari Komisi Regulasi Nuklir (Nuclear Regulatory Commission) Amerika Serikat sejak akhir tahun 2024. Hal ini menempatkan mereka selangkah lebih maju dalam perlombaan menyediakan energi bersih yang andal untuk menopang beban kerja data center generasi baru.
Keamanan Mutakhir Berbasis Garam Fluorida dan Teknologi TRISO
Dari sisi teknis, Hermes 2 akan beroperasi menggunakan reaktor suhu tinggi berpendingin garam fluorida (fluoride salt-cooled high-temperature reactor). Metode ini merupakan konsep inovatif yang telah dirancang selama bertahun-tahun namun belum pernah diimplementasikan pada skala komersial. Keunggulan utama dari garam fluorida terletak pada titik didihnya yang sangat tinggi, sehingga mampu menjaga tingkat tekanan operasional tetap rendah sekaligus meminimalkan risiko kebocoran bertekanan tinggi jika terjadi kegagalan komponen mekanis.
Keamanan reaktor ini juga diperkuat oleh penggunaan bahan bakar canggih berkode TRISO (Tristructural-isotropic). Teknologi bahan bakar ini membungkus partikel mikroskopis uranium di dalam lapisan keramik dan karbon super kuat, yang kemudian dikemas ke dalam bola-bola pelindung seukuran bola biliar. Desain struktural yang sedemikian rupa dirancang khusus untuk mengeliminasi potensi terjadinya pelelehan inti reaktor (meltdown), memberikan jaminan keselamatan tingkat tinggi bagi kelangsungan operasional pembangkit.

