Substack Meluncurkan Alat Deteksi Konten Berbasis Kecerdasan Buatan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Substack Meluncurkan Alat Deteksi Konten Berbasis Kecerdasan Buatan
zoom-in-whitePerbesar

Platform publikasi digital Substack kini memperkenalkan fitur deteksi kecerdasan buatan untuk membantu pembaca mengidentifikasi konten yang dihasilkan oleh mesin. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya penggunaan alat bantu AI dalam pembuatan artikel, catatan, serta komentar di seluruh ekosistem platform tersebut.

Mekanisme Deteksi dan Integrasi Pangram

Teknologi baru ini dikembangkan melalui kemitraan dengan perusahaan deteksi AI bernama Pangram. Pengguna dapat memindai tulisan dengan panjang minimal 100 kata melalui menu opsi yang tersedia di pojok kanan atas sebuah kiriman, yang nantinya akan memberikan estimasi seberapa besar teks tersebut dihasilkan atau dibantu oleh sistem AI.

Integrasi ini telah mulai digulirkan secara bertahap pada versi web dan aplikasi iOS, sementara peluncuran untuk platform Android dijadwalkan akan menyusul dalam waktu dekat. CEO Substack, Chris Best, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi di tengah maraknya fenomena yang ia sebut sebagai Claudefishing, yakni kondisi di mana pembaca tanpa sadar mengonsumsi konten yang minim pemikiran manusia.

Transparansi Penulisan dan Kepercayaan Pembaca

Selain alat pemindaian, Substack juga meluncurkan fitur pernyataan penulisan yang memungkinkan kreator untuk menjelaskan proses kreatif di balik karya mereka. Hal ini memberi ruang bagi penulis untuk memberikan konteks jika mereka menggunakan alat bantu AI secara etis dalam proses penyusunan naskah.

Chris Best menekankan urgensi dari langkah ini dalam menjaga ekosistem penulisan yang sehat bagi para kreator. Ia menyatakan, “Ketika pembaca harus bertanya-tanya apakah yang mereka baca itu nyata, hal tersebut merusak kepercayaan terhadap kepenulisan dan mengancam mata pencaharian para penulis.”

  • Fitur pendeteksi dapat memindai kiriman, catatan, balasan, dan komentar.
  • Penulis diberikan opsi untuk melaporkan jika hasil deteksi dianggap tidak akurat.
  • Tujuan utama adalah mencegah platform yang hanya mengedepankan konten buatan mesin yang dapat menurunkan kualitas literasi secara kolektif.