Tesla Buka Peluang Kemitraan untuk Kelola Armada Robotaxi Cybercab

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vehicle, autonomous, autonomous driving. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vehicle, autonomous, autonomous driving. Foto: Pixabay

Tesla baru saja merilis formulir minat bagi perusahaan yang ingin membeli armada Cybercab atau menyediakan infrastruktur jaringan penunjangnya. Langkah strategis ini mengindikasikan bahwa ambisi kendaraan otonom (autonomous vehicle) milik raksasa otomotif tersebut kini melampaui sekadar menjadi operator tunggal layanan robotaxi.

Formulir yang diluncurkan menjelang perhelatan akbar peluncuran Cybercab di Austin ini memberikan sinyal kuat mengenai arah rencana jangka panjang perusahaan. Guna melakukan ekspansi skala besar secara cepat, CEO Tesla Elon Musk tampaknya mulai menyadari bahwa perusahaannya tidak bisa bergerak sendirian tanpa melibatkan ekosistem eksternal.

Evolusi Visi Jaringan Otonom Elon Musk

Selama bertahun-tahun, gagasan Musk mengenai armada robotaxi murah selalu berpusat pada pemanfaatan mobil milik pribadi. Pada tahun 2016, ia pertama kali memaparkan visi di mana pemilik Tesla dapat menghasilkan uang tambahan dengan menyewakan kendaraan mereka yang telah dilengkapi perangkat lunak kemudi otomatis (self-driving software).

Konsep ini kemudian dipertegas pada ajang Autonomy Day tahun 2019, di mana pemilik mobil dapat mendaftarkan kendaraan otonom mereka ke dalam aplikasi ride-sharing milik Tesla. Konsep tersebut dirancang menyerupai model bisnis Uber, namun sepenuhnya tanpa pengemudi manusia.

Pada tahun 2020, Musk dengan sangat percaya diri menyatakan, “Saya merasa sangat yakin untuk memprediksi bahwa akan ada robotaxi otonom dari Tesla tahun depan, meskipun tidak di semua wilayah karena kita belum tentu mendapatkan persetujuan regulasi di mana-mana.” Namun, janji manis tersebut tidak pernah terwujud, dan Tesla akhirnya memilih fokus menguji coba armada milik mereka sendiri menggunakan Model Y hingga akhirnya melahirkan Cybercab.

Skema Baru Kemitraan Pihak Ketiga

Kehadiran formulir minat bertajuk membantu kami membangun jaringan robotaxi ini menandai babak baru dalam strategi bisnis Tesla. Alih-alih mempertahankan seluruh kendali secara internal, Tesla kini mencoba memperlebar jangkauan bisnis dengan merangkul perusahaan pihak ketiga (third-party).

Meskipun detail operasionalnya belum dijabarkan secara rinci, formulir tersebut meminta pihak peminat untuk memilih beberapa opsi kolaborasi. Pilihan yang ditawarkan mencakup pembelian armada Cybercab, penyediaan pusat mobilitas (mobility hub) dan infrastruktur, kolaborasi acara, hingga opsi lainnya. Keterlibatan operator eksternal ini dinilai mampu membantu Tesla melakukan penetrasi pasar secara lebih agresif.

Lanskap Persaingan Manajemen Armada Robotaxi

Langkah Tesla memasuki model kemitraan ini sebenarnya bukan hal baru di industri otomotif otonom. Saat ini, semakin banyak perusahaan rintisan yang fokus pada manajemen armada robotaxi, seperti Moove yang merupakan salah satu mitra utama Waymo di Phoenix, Miami, dan Las Vegas. Startup tersebut bahkan baru saja mengamankan pendanaan sebesar 250 juta dolar AS dengan valuasi mencapai 2,1 miiliar dolar AS.

Selain Moove, perusahaan teknologi ride-hailing global seperti Uber juga telah menjalin kemitraan erat dengan pengelola armada otonom seperti Avomo, New Horizon, hingga raksasa rental mobil konvensional seperti Avis dan Hertz. Dengan membuka pintu bagi operator armada berskala lebih kecil, Tesla berpotensi mendominasi pasar otonom global dengan jauh lebih cepat dibanding para pesaingnya.