Uber dan Pony.ai Siapkan 2.000 Robotaxi untuk Jalanan Eropa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana berkendara tanpa sopir oleh sistem Robotaxi Pony.ai.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana berkendara tanpa sopir oleh sistem Robotaxi Pony.ai.

Raksasa teknologi transportasi Uber berkolaborasi dengan produsen kendaraan otonom asal China, Pony.ai, untuk meluncurkan armada besar kendaraan tanpa pengemudi di benua biru. Melalui kemitraan yang diperluas ini, kedua perusahaan berencana menggelar hingga 2.000 unit robotaxi di empat kota besar di Eropa. Langkah ambisius ini menandai babak baru dalam perebutan dominasi pasar transportasi otonom yang kini tengah berkembang pesat secara global.

Kolaborasi strategis ini memanfaatkan kekuatan dari kedua belah pihak, memadukan ekosistem platform ride-hailing milik Uber yang masif dengan teknologi kemudi otonom mutakhir yang dikembangkan oleh Pony.ai. Ekspansi ke Eropa ini juga mempertegas ambisi global Pony.ai yang sebelumnya telah sukses mengoperasikan layanan serupa di beberapa kota besar di China dan mulai merambah kawasan Timur Tengah.

Sinergi Teknologi dan Skala Platform Global

Dalam skema kerja sama terbaru ini, kedua perusahaan menyepakati model penyebaran bersama atau joint-deployment model untuk mempercepat komersialisasi teknologi otonom secara massal. Pony.ai akan bertindak sebagai penyedia teknologi kendaraan otonom (autonomous vehicle technology), sementara Uber akan membuka akses ke jaringan aplikasinya yang memiliki jutaan pengguna aktif.

Pengelolaan armada atau fleet management yang mencakup perawatan rutin, kebersihan, hingga pengisian daya kendaraan akan diserahkan kepada penyedia jasa lokal di masing-masing wilayah operasi. Selain itu, kepemilikan unit robotaxi dalam jaringan ini bisa bervariasi dan dimiliki oleh mitra yang berbeda-beda, tergantung pada regulasi serta karakteristik pasar lokal di setiap negara tujuan.

Ekspansi Bertahap Tanpa Detail Garis Waktu

Meskipun target jumlah armada telah ditetapkan secara ambisius, baik Uber maupun Pony.ai masih memilih untuk merahasiakan daftar kota pertama yang akan merasakan layanan ini. Mereka menyatakan bahwa detail operasional, lokasi spesifik, dan garis waktu peluncuran resmi akan diumumkan secara bertahap dalam beberapa fase mendatang untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan regulasi lokal.

Langkah hati-hati ini lumrah dilakukan dalam industri kendaraan otonom mengingat ketatnya pengawasan keselamatan jalan raya di Eropa. Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi besar Uber yang sejauh ini telah menjalin kolaborasi dengan lebih dari 30 perusahaan teknologi kendaraan otonom di seluruh dunia demi mengamankan posisi mereka sebagai agregator mobilitas masa depan.

Jejak Rekam Kemitraan Global

Kerja sama antara Uber dan Pony.ai sebenarnya bukan hal baru, karena kedua entitas ini pertama kali meresmikan kemitraan mereka pada Mei 2025 dengan fokus awal di kawasan Timur Tengah. Pony.ai sendiri saat ini telah mengoperasikan layanan taksi otonom secara komersial di empat kota besar di China dan aktif mendekati otoritas transportasi setempat di berbagai negara, termasuk Qatar, untuk memperluas jangkauan operasionalnya.

Sebelum pengumuman ekspansi 2.000 unit ini, Uber dan Pony.ai juga telah mengarahkan bidikan mereka ke pasar Eropa dengan mengumumkan rencana peluncuran layanan robotaxi komersial di Zagreb, Kroasia. Proyek di Kroasia tersebut digarap melalui kolaborasi dengan perusahaan lokal bernama Verne, menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kemitraan lokal menjadi kunci utama bagi ekspansi global mereka.