Yulu Raih Pendanaan 93 Juta Dolar Dongkrak Armada Motor Listrik India

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi electric scooter, e-scooter, electric drive. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi electric scooter, e-scooter, electric drive. Foto: Pixabay

Ledakan industri layanan pengiriman cepat (quick-commerce) di India mendorong pertumbuhan pesat bagi startup mobilitas elektrik, Yulu. Perusahaan rintisan yang berbasis di Bengaluru ini baru saja mengamankan pendanaan segar sebesar 93 juta dolar AS untuk memperluas jangkauan operasionalnya. Melalui model bisnis berbasis sewa mingguan, Yulu menawarkan solusi bagi para kurir pengiriman tanpa harus membebani mereka dengan biaya pembelian kendaraan pribadi.

Dengan mengelola armada sekitar 50.000 kendaraan listrik, Yulu mencatatkan jarak tempuh kumulatif hingga 1,6 juta mil setiap minggunya dan memfasilitasi lebih dari 750.000 pengiriman per hari. Suntikan dana baru ini ditargetkan untuk melipatgandakan jumlah armada hingga mencapai 200.000 unit dalam dua tahun ke depan, sekaligus memperkenalkan lini skuter listrik berkecepatan tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan logistik yang lebih luas.

Struktur Pendanaan Baru dan Rencana Melantai di Bursa

Putaran pendanaan Seri C ini terdiri dari ekuitas senilai 63 juta dolar AS yang dipimpin oleh GEF Capital Partners, serta pembiayaan utang sebesar 30 juta dolar AS. Dari komponen ekuitas tersebut, sekitar 5,5 juta dolar AS dialokasikan untuk membeli kembali saham dari para investor awal yang masa investasinya hampir berakhir. Transaksi ini menempatkan valuasi pasca-pendanaan (post-money valuation) Yulu pada angka sekitar 170 juta dolar AS.

Pendiri sekaligus CEO Yulu, Amit Gupta, mengungkapkan bahwa putaran ini kemungkinan besar akan menjadi penggalangan dana ekuitas terakhir sebelum perusahaan mengambil langkah penawaran umum perdana (initial public offering). Untuk ekspansi armada di masa depan, perusahaan berencana memanfaatkan skema utang dan sewa guna usaha (lease financing). Yulu juga menargetkan untuk mencapai profitabilitas operasional sebelum bunga dan pajak pada tahun depan, menyusul hasil positif pada EBITDA tahun fiskal lalu.

Transformasi Model Bisnis Menuju Pengiriman Logistik

Sejak didirikan pada tahun 2017 sebagai layanan berbagi sepeda untuk komuter perkotaan, Yulu mengalami pergeseran arah bisnis yang signifikan saat pandemi COVID-19 melanda. Meningkatnya permintaan pengiriman makanan dan belanjaan instan mengubah fokus perusahaan secara total. Saat ini, sekitar 95 persen pendapatan Yulu bersumber dari penyewaan motor listrik kepada para pekerja lepas (gig workers) dengan sistem langganan mingguan.

Perusahaan juga secara resmi menghentikan rencana lamanya untuk menjual motor listrik secara langsung kepada konsumen umum. Amit Gupta menegaskan komitmennya untuk berfokus pada penyediaan infrastruktur bagi sektor logistik mikro. Langkah taktis ini terbukti sukses mendongkrak pendapatan Yulu hingga tujuh kali lipat dalam kurun waktu antara tahun fiskal 2023 dan 2026.

Ekspansi Armada Express dan Ambisi Menjadi Infrastruktur Utama

Guna memperluas pangsa pasar, Yulu memperkenalkan model skuter listrik baru berkecepatan tinggi yang dinamai Yulu Express. Kendaraan ini dirancang khusus untuk pengiriman e-commerce jarak jauh, taksi motor, serta layanan paket kilat yang sebelumnya tidak dapat dijangkau oleh armada berkecepatan rendah mereka. Sekitar sepertiga dari target 200.000 kendaraan baru nantinya akan menggunakan model ini.

Dalam menjalankan operasionalnya, Yulu memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur netral yang mendukung ekosistem logistik modern. Gupta mengibaratkan peran startup miliknya seperti layanan komputasi awan terkemuka. “Kami bertindak seperti AWS-nya mobilitas, menyediakan infrastruktur dasar yang memungkinkan para pekerja pengiriman beroperasi secara efisien tanpa potongan komisi dari platform e-commerce tempat mereka bekerja,” ujarnya. Yulu kini telah bermitra dengan hampir seluruh platform pengiriman besar di India, termasuk raksasa ritel Amazon dan Flipkart.