Antropologi Material: Transformasi Mesin Ketik dari Abad ke Abad

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dalena Mega Karnia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mesin ketik adalah alat elektronik atau mekanis yang digunakan untuk menulis teks dengan menekan tombol-tombol yang berisi huruf, angka, atau simbol. Ketika tombol ditekan, komponen-komponen tersebut mencetak karakter pada kertas melalui pita tinta yang memindahkan tinta dari mesin ketik ke kertas.
Mesin ketik merupakan pengembangan modern dari mesin tik yang ditemukan pada tahun 1714 oleh Henry Mill. Mesin tik ciptaan Henry Mill ini disebut "typowriter". Ketika ditemukan, typowriter memicu persaingan antara penemu mobil, telepon, dan telegraf karena dianggap memiliki kesamaan prinsip kerja. Akibat persaingan tersebut, typowriter tidak diproduksi secara komersial, dan Henry Mill akhirnya menghentikan produksinya. Selain karena persaingan, mesin typowriter dinilai sulit digunakan dan kurang efisien.
Baru pada tahun 1867 ditemukan mesin ketik yang lebih efisien dan praktis.
Abad ke-18 (Mesin Ketik Manual)
Mesin ketik pertama yang ditemukan adalah mesin ketik manual. Mesin ini hanya memerlukan tenaga manusia untuk menjalankannya, sehingga lebih murah dan efisien dibandingkan typowriter. Mesin ketik manual, yang dikembangkan pada akhir abad ke-18, menggunakan mekanisme palu untuk mencetak huruf pada kertas, sebuah inovasi besar pada awal abad ke-19.
Beberapa tokoh yang berperan dalam pengembangan mesin ketik manual adalah Christopher Latham Sholes, Carlos Glidden, dan Samuel W. Soulé. Mereka merancang mesin ketik dengan susunan huruf QWERTY, yang masih digunakan hingga kini. Namun, alasan di balik pemilihan susunan huruf QWERTY ini masih menjadi perdebatan.
Abad ke-19 (Mesin Ketik Elektronik)
Mesin ketik manual menjadi populer pada awal abad ke-19 dan kemudian dikembangkan menjadi mesin ketik elektronik. Mesin ketik elektronik menggunakan tenaga listrik untuk menggerakkan mekanisme pemukul huruf agar mencetak karakter pada kertas. Dengan tenaga listrik, mesin ini bekerja lebih cepat dan efisien dibandingkan mesin ketik manual.
Salah satu mesin ketik elektronik yang terkenal adalah IBM Electric Typewriter, yang menggunakan bola ketik untuk mempermudah pengguna memilih gaya huruf. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih dalam proses pengetikan.
Abad ke-20 (Inovasi Mesin Ketik Elektronik)
Pada akhir abad ke-20, mesin ketik elektronik mengalami inovasi dengan penggabungan teknologi komputer. Mesin ketik generasi ini dilengkapi layar kecil yang memungkinkan pengguna menyimpan teks sementara dan mengeditnya sebelum dicetak. Meskipun layarnya kecil, fitur ini sangat memudahkan proses penulisan dan pengeditan.
Namun, inovasi ini sekaligus menjadi awal kemunduran mesin ketik, karena teknologi komputer terus berkembang dan menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi.
Akhir Abad ke-20 (Kemunduran Mesin Ketik)
Produksi mesin ketik semakin menurun seiring dengan dominasi komputer yang memiliki susunan keyboard QWERTY. Komputer dianggap lebih efisien karena memungkinkan pengguna menyimpan, mengedit, dan mencetak dokumen dengan mudah. Pada masa ini, mesin ketik hanya digunakan untuk mencetak dokumen legal atau formulir rangkap guna mencegah pemalsuan dokumen.
Mesin ketik adalah salah satu bukti kemajuan besar dalam teknologi komunikasi. Alat ini membantu masyarakat berkomunikasi lebih cepat dan efisien pada zamannya. Selain itu, mesin ketik mendorong profesionalisme dan mempercepat proses penulisan, dari perangkat manual hingga elektronik. Hingga kini, mesin ketik tetap dianggap sebagai artefak yang menunjukkan perkembangan teknologi dan budaya manusia, sekaligus membuktikan bahwa manusia selalu mencari alat yang mempermudah aktivitas mereka.
Perjalanan mesin ketik dari perangkat manual, elektronik, hingga komputer modern menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi dapat mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi satu sama lain.
