Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN 076 UMY Ajak Warga Olah Sampah Jadi Pupuk Ramah Lingkungan

Anofeat Lestari Damai Bungacheva

Anofeat Lestari Damai Bungacheva

Mahasiswa Ilmu Komunikasi-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anofeat Lestari Damai Bungacheva tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Kelompok 076 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama warga Dusun Kebon, Desa Klepu, Pacitan, mempraktikkan pembuatan pupuk kompos cair, Kamis (19/2/2026). (Dok. KKN 076 UMY)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Kelompok 076 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama warga Dusun Kebon, Desa Klepu, Pacitan, mempraktikkan pembuatan pupuk kompos cair, Kamis (19/2/2026). (Dok. KKN 076 UMY)

PACITANMahasiswa KKN UMY mengenalkan pupuk kompos cair sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga untuk menjaga lingkungan, yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan sampah nasional mencapai puluhan juta ton per tahun dan didominasi oleh sampah organik rumah tangga. Namun, sebagian besar limbah tersebut belum dikelola secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 076 dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menggelar penyuluhan pembuatan pupuk kompos cair pada Kamis (19 Februari 2026) di Dusun Kebon, Desa Klepu, Kecamatan Donorojo, Pacitan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna bagi tanaman pekarangan maupun lahan pertanian.

Penyuluhan menghadirkan pemateri, Nur Widarto, yang memaparkan manfaat pupuk kompos cair, bahan dan alat yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa limbah dapur seperti sisa sayuran dan buah-buahan dapat difermentasi menjadi pupuk cair yang mampu menyuburkan tanaman secara alami.

“Limbah rumah tangga sebenarnya punya potensi besar jika diolah dengan benar. Selain mengurangi sampah, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman,” ujarnya di hadapan peserta.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari mahasiswa KKN sebagai pembuka acara. Selanjutnya, sesi pemaparan materi berlangsung interaktif dengan disertai diskusi dan tanya jawab. Warga tampak aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari takaran bahan, lama proses fermentasi, hingga cara pengaplikasian pupuk pada berbagai jenis tanaman.

Praktik Pembuatan Pupuk Kompos Cair Oleh Mahasiswa KKN UMY

Tidak hanya penyampaian teori, mahasiswa KKN juga mengajak masyarakat melakukan praktik langsung pembuatan pupuk kompos cair menggunakan limbah rumah tangga yang telah disiapkan. Proses praktik meliputi pencampuran bahan organik, penambahan larutan pendukung fermentasi, hingga teknik penyimpanan yang tepat agar hasil optimal.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta mengaku baru mengetahui bahwa limbah dapur yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi pupuk yang mudah dibuat dan hemat biaya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Dusun Kebon dapat menerapkan pembuatan pupuk kompos cair secara mandiri sebagai langkah sederhana dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Selain mengurangi volume sampah organik, inovasi ini juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pupuk alami untuk tanaman pekarangan.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, penyerahan sertifikat kepada pemateri, serta pembagian bingkisan kepada masyarakat yang hadir. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Dengan adanya penyuluhan ini, mahasiswa KKN Kelompok 076 berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dapat terus meningkat dan menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN UMY melatih warga membuat pupuk kompos cair