Bagaimana Peran TELE-HEALTH dalam Perawatan Paliatif?

Seorang mahasiswa bernama Danang Aditya Firmansyah yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Keperawatan, Universitas jember
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Danang Aditya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut World Health Organization (WHO), perawatan paliatif merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga saat menghadapi masalah akibat penyakit mengancam jiwa. Perawatan ini diberikan dengan prinsip untuk menghilangkan rasa nyeri dan gejala fisik lain, memberikan dukungan psikososial serta mengintegrasikan berbagai aspek termasuk fisik, psikologis, sosial dan spiritual dalam perawatan. Berdasarkan data Globocan tahun 2020, terdapat 19,3 juta pasien dengan kanker dan 10 juta kematian akibat kanker (Sung et al., 2021). Di Indonesia, tercatat 1.236.825 kasus stroke, 84.345 kasus hipertensi, 10 juta penderita diabetes melitus, 883.447 penderita penyakit jantung dan 330.000 pasien kanker (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Mengacu pada data tersebut, perawatan paliatif dinilai sangat penting untuk diterapkan secara berkelanjutan pada pasien dengan penyakit kronis dan terminal hingga akhir hayat mereka.
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan teknologi menjadi sangat penting dalam pemberian pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan paliatif. Peningkatan kasus pasien dengan penyakit kronis dan terminal seperti kanker, diabetes mellitus, gagal ginjal kronis dan lainnya menunjukkan perlunya inovasi dalam penerapan perawatan paliatif berbasis teknologi, salah satunya tele-health. Tele-health merupakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan perawatan secara jarak jauh, yang memungkinkan pasien dan penyedia layanan kesehatan untuk berbagi informasi dengan mudah dan cepat (Hanifati dan Rahman, 2022). Tele-health dapat menjadi solusi untuk memenuhi peningkatan kebutuhan layanan perawatan paliatif di berbagai daerah. Tele-health juga menjadi solusi bagi pasien yang terkendala jarak yang jauh dengan fasilitas kesehatan atau kesulitan untuk datang ke jadwal perawatan serta dapat mengurangi biaya perawatan. Tele-health memberikan kemudahan bagi pasien dalam berkonsultasi, memantau gejala, serta menerima edukasi dan intervensi yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Mengapa Tele-Health Berperan Penting dalam Perawatan Paliatif?
Memberikan kemudahan akses yang cepat sehingga pasien tidak perlu pergi ke luar rumah
Meningkatkan keterlibatan aktif pasien dan keluarga dalam proses perawatan
Manajemen gejala dan perawatan jarak jauh
Pemantauan pasien secara berkelanjutan dan intervensi dini
Menyediakan konsultasi dan dukungan psikososial
Apa saja Inovasi Tele-Health?
Pemanfaatan tele-health melalui focus grup discustion (FGD) dan konsultasi terkait perawatan, pemantauan gejala serta dukungan psikososial untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dan keluarga dalam perawatan (Sugiyanto & Mulyono, 2022).
Penggunaan aplikasi DM Health Assistant dalam mengontrol asupan kalori dalam diet pasien diabetes melitus, mencakup perhitungan kalori, karbohidrat, dan protein (Levia Ds., 2020).
Penerapan aplikasi VISCA (Video Intervensi Spiritual Care) pada pasien paliatif yang berfokus pada spiritual care dan pengukuran Quality of Life (QOL) untuk meningkatkan kualitas hidup pasien (Alviana dkk., 2023).
Pengembangan aplikasi mobile AquaScouts sebagai laporan pasien elektronik (ePRO) untuk perawatan paliatif anak penderita kanker. Aplikasi ini berupa permainan serius yang memungkinkan anak-anak melaporkan gejala yang mereka alami secara interaktif (Hoffmann et al., 2021).
Inovasi Smart Bracelet yang terintegrasi dengan aplikasi telemedicine NEFCAFE, dilengkapi dengan fitur telekonsultasi, telemonitoring serta telenutrisi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Smart Bracelet ini dilengkapi dengan sensor yang dapat memantau suhu, tekanan darah, aktivitas fisik, detak jantung dan gula darah. Selain itu juga dilengkapi dengan alarm pengingat waktu aktivitas fisik, makan, minum obat serta tidur sehingga pasien dapat mengontrol kegiatan sehari-hari mereka.
Kesimpulan
Perawatan paliatif merupakan bagian penting dalam penanganan pasien dengan penyakit kronis dan terminal. Implementasi perawatan paliatif berbasis digital seperti tele-health dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dan keluarga serta meningkatkan kualitas perawatan. Penyedia layanan kesehatan perlu memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai cara penggunaan teknologi tele-health dalam mendukung perawatan paliatif. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyedia layanan kesehatan serta masyarakat agar inovasi tele-health dapat diakses di seluruh wilayah Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Alviana, F., C. D. Rahayu, Endaryati, A. D. Ariani, S. Atmini, dan Y. Karim. 2023. Upaya peningkatan qol pada pasien paliatif dengan penerapan aplikasi visca. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal e-ISSN 2549-8134; p-ISSN 2089-0834. 13(Januari):75–82.
Fitri, A. I. Khosy dan R. A. Bagas. 2024. Nefcare:inovasi smart bracelet terintegrasi telemedicine (teleconsultation, telemonitoring, and telenutrition) untuk meningkatkan quality of life pasien ginjal kronis dengan hemodialisis. Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa. 8(2).
Hanifati, R. dan L. O. A. Rahman. 2022. Penerapan kombinasi telehealth pada pasien kanker: literature review. Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia. 2(2):59–66.
Hoffmann, S., Schraut, R., Kröll, T., Scholz, W., Belova, T., Erhardt, J., Gollmer, D., Mauck, C., Zacharioudakis, G., Meyerheim, M., Bonotis, P., Kakalou, C., Chatzimina, M., Karamanidou, C., Sander, A., Didi, J., Graf, N., & Natsiavas, P. (2021). AquaScouts: ePROs Implemented as a Serious Game for Children With Cancer to Support Palliative Care. Frontiers in Digital Health, 3(December), 1–10. https://doi.org/10.3389/fdgth.2021.730948
Levia Ds., D. (2020). Engembangan Alat Ukur Kebutuhan Nutrisi Pada Pasien Diabetes Mellitus Berbasis Android Developing an Android-Based Measurement Tool of Nutritional Needs in Diabetes Mellitus Patients. 7
Shatri, H., Faisal, E., Putranto, R., & Sampurna, B. (2020). Advanced Directives pada Perawatan Paliatif. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7(2), 125. https://doi.org/10.7454/jpdi.v7i2.315
Sugiyanto, E. P., & Mulyono. (2022). Upaya Peningkatan Kemampuan Keluarga Dalam Perawatan Pasien Paliatif Dengan Pemanfaatan Teknologi Melalui Focus Grup Discussion (FGD) di Yayasan IZI Semarang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Aphelion, 4(Desember), 603–608.
Sung, H., Ferlay, J., Siegel, R. L., Laversanne, M., Soerjomataram, I., Jemal, A., & Bray, F. (2021). Global Cancer Statistics 2020: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 71(3), 209–249. https://doi.org/10.3322/caac.21660
