Bengawan UV UNS Raih Juara 3 Kategori FERC di Kontes Kapal Indonesia 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Univesitas Sebelas Maret
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Danendra Farras Asmoro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Bengawan UV Universitas Sebelas Maret (UNS) meraih juara 3 kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) pada Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di Bengkalis, Riau, 13-17 September 2026. Kapal Al-Haydar Nusantara milik Bengawan UV bersaing dengan tim dari 52 perguruan tinggi se-Indonesia di ajang tersebut.
Hasil ini merupakan buah dari persiapan panjang tim sejak beberapa bulan sebelum lomba. Ketua Tim FERC Bengawan UV, Ahmad Fauzan, menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan bertahap dan berangkat dari evaluasi tahun sebelumnya.
"Tim menyiapkan kapal secara bertahap sejak Mei dengan pendekatan evaluatif, yaitu memperbaiki kelemahan tahun sebelumnya," ujarnya.
Dalam pembuatan kapal Al-Haydar Nusantara tahun ini, tim menetapkan daya tahan selama lomba (endurance) dan stabilitas di air sebagai target utama. Untuk mencapainya, mereka menyusun ulang tata letak komponen kapal tanpa mengubah desain secara drastis.
"Targetnya adalah endurance dan stabilitas, dan caranya bukan lewat terobosan desain besar, melainkan penataan komponen yang lebih cermat," kata Ahmad Fauzan. Penataan itu mencakup metode baru dalam menentukan titik berat kapal (center of gravity/COG) serta optimalisasi posisi tangki bahan bakar, dua faktor yang berpengaruh langsung pada keseimbangan kapal saat melintasi lintasan.
Perjuangan tim tidak berhenti di ruangan rancangan. Begitu tiba di Bengkalis, kondisi lapangan menghadirkan tantangan tersendiri. Anggota Tim FERC Bengawan UV, Yanusa Ahsan, mengenang panas di lokasi lomba sebagai pengalaman yang paling membekas.
"Pengalaman di Bengkalis yang paling berkesan adalah cuacanya yang sangat panas, bahkan jauh lebih terik dibandingkan Solo," ujarnya.
Selain cuaca, medan lomba di waduk PDAM Bengkalis juga menyimpan kendala teknis yang tidak terduga. Tanaman air yang tumbuh di sepanjang lintasan kerap tersangkut di baling-baling kapal, memaksa tim untuk tetap waspada di setiap putaran. Ditambah suhu ekstrem yang menguras stamina, kombinasi ini menjadi ujian tersendiri bagi kesiapan fisik dan mental tim di luar performa kapal itu sendiri.
"Tantangan utama di lokasi lomba ada dua yaitu banyaknya tanaman air yang sering tersangkut di baling-baling kapal, dan cuaca panas ekstrem yang menguras stamina," jelas Yanusa Ahsan.
Dari persiapan matang sejak Mei hingga perjuangan menghadapi tanaman air dan terik matahari Bengkalis, juara 3 KKI 2026 menjadi bukti bahwa detail kecil, mulai dari perhitungan titik berat hingga daya tahan tim di lapangan, dapat membawa dampak besar bagi hasil akhir.
