Konten dari Pengguna

Inovasi dari Sampah akan menjadi Semangat Kolaborasi Bersama Untuk JNE Hijau

DANI FAZLI

DANI FAZLI

Seorang penulis dan content creator, berkuliah di teknik elektro universitas bengkulu dan sekarang juga menjadi pimpinan di start up onschool.id

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DANI FAZLI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembuatan Stasiun Bahan Bakar Gas dan Pembangkit Listrik untuk Masyarakat di Desa Karang Jaya, Kabupaten Rejang Lebong (Sumber : Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Pembuatan Stasiun Bahan Bakar Gas dan Pembangkit Listrik untuk Masyarakat di Desa Karang Jaya, Kabupaten Rejang Lebong (Sumber : Penulis)

Permasalahan energi terutama pada bidang gas dan listrik merupakan permasalahan yang paling fundamental dan berada paling mendasar dalam segmentasi kebutuhan masyarakat desa di Indonesia dalam memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan perekonomian lokal, disisi lain permasalahan kolaborasi masih menjadi tanda tanya dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada di Indonesia.

Sebelum menakar lebih bayak solusi dan rekomendasi terkait energi listrik dan gas di desa yang ada di Indonesia. Berikut ini beberapa permasalahan listrik dan gas yang sering dihadapi di desa Indonesia

1. Akses listrik yang masih jauh dari kata layak

Meskipun pemerintah telah melakukan program elektrifikasi nasional yang tertuang dalam berbagai rancangan program kerja jangka menengah dan jangka panjang nasional, masih banyak desa yang belum terjangkau oleh jaringan listrik. Hal ini menjadi kendala bagi masyarakat desa terlebih dalam akselerasi pertumbuhan perekonomian lokal yang sangat bergantung pada akses listrik dan gas.

2. Infrastruktur gas yang masih membutuhkan perhatian

Gas alam dapat menjadi salah satu solusi yang menjanjikan untuk energi domestik, seperti memasak dan pemanas air. Namun, infrastruktur gas yang masih kurang memadai di desa membuat akses ke sumber daya ini menjadi kompleks.

3. Biaya yang mahal

Biaya pemasangan listrik dan gas di desa relatif lebih mahal dibandingkan dengan perkotaan. Hal ini membuat sulit bagi masyarakat desa untuk memperoleh akses listrik dan gas yang cukup.

4. Kualitas listrik yang buruk

Di beberapa desa, kualitas listrik yang dihasilkan masih buruk, seringkali terjadi pemadaman listrik, serta masalah tegangan dan frekuensi yang tidak stabil. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja mesin dan peralatan elektronik yang digunakan di desa bahkan dampak berkelanjutannya adalah kerusakan yang akan terjadi pada berbagai mesin atau alat elektronik warga desa mengingat besarnya nilai harmonisa pada tegangan listrik yang dihasilkan.

5. Ketergantungan pada sumber energi fosil

Di banyak desa, masyarakat masih menggunakan sumber energi fosil, seperti minyak tanah atau kayu bakar, sebagai sumber energi domestik. Selain tidak ramah lingkungan, penggunaan sumber energi ini juga dapat menyebabkan polusi udara dan masalah kesehatan.

6. Minimnya gerak kolaborasi dari berbagai instansi dalam pemajuan energi desa

Seperti yang diketahui, saat ini Indonesia sudah memasuki bonus demografi dimana era tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan oleh generasi muda di Indonesia untuk beralih menjadi negara maju, namun permasalahan sektoral yang ada di Indonesia saat ini dalam keadaan mengkhawatirkan, selain derasnya arus globalisasi, minimnya kolaborasi antar lembaga akan menjadi permasalahan yang paling mendasar.

Generasi milenial harus memberikan solusi terkait energi terbarukan

Untuk mengatasi permasalahan listrik dan gas di desa Indonesia, pemerintah dan pihak swasta dapat melakukan beberapa tindakan, seperti,

  • Mendorong pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan di desa yang belum terjangkau oleh jaringan listrik utama.

  • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun infrastruktur gas yang memadai.

  • Memberikan subsidi atau bantuan kepada masyarakat desa untuk memperoleh akses listrik dan gas yang berkecukupan.

  • Mengoptimalkan penggunaan sumber energi alternatif, seperti biomassa, untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

  • Melakukan pengawasan terhadap kualitas listrik yang dihasilkan di desa, serta melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara teratur untuk memastikan kualitas listrik yang baik dan stabil.

  • Melakukan kolaborasi bersama JNE melalui program hijau dalam pengembangan energi dan pemanfaatan sampah menjadi lisrtik dan gas sebagai fasilitas umum yang ada di desa.

Pemanfaatan limbah organik menjadi biogas juga akan menjadi salah satu bentuk nyata dalam pengoptimalan limbah dan dukungan terhadap Indonesia menuju nol emisi di tahun 2060. Desa Karang Jaya Kabupaten Rejang Lebong dalam hal ini telah memanfaatkan sampah organik menjadi biogas yang bisa digunakan untuk konsumsi harian masyarakat serta konversi gas menjadi listrik juga sangat membantu kebutuhan listrik desa yang tentunya sudah beralih menuju energi terbarukan.

Melalui program jne content competition 2023 tentunya diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi generasi milenial untuk masa depan Indonesia yang lebih baik melalui connecting happiness for us.