Konten dari Pengguna

Mencari Makna Hidup Melalui Derita Cinta Tak Terbalas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari daniakbarr354 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kedamaian dalam hidup
zoom-in-whitePerbesar
kedamaian dalam hidup

Pernah nggak sih ngerasa dunia berhenti muter cuma karena satu nama? Chat yang dibalas seadanya, story yang nggak pernah di-view, dan harapan yang kita bangun sendiri lalu kita runtuhin sendiri. Sakit. Tapi dari sakitnya cinta tak terbalas, aku justru nemu hal yang lebih penting: diriku sendiri.

Panggung Sandiwara yang Bernama"Berharap"

Cinta tak berbalas itu seperti nonton film sendirian. Kita yang nangis, kita yang ketawa, kita yang bikin skenario. Dia bahkan nggak tahu dia jadi pemeran utamanya. Dulu aku mikir, "Kalau aku cukup baik, pasti dia bakal sadar." Ternyata nggak. Dunia nggak bekerja pakai sistem tukar poin kebaikan. Kita bisa ngasih 100% perhatian, tapi kalau dia nggak punya ruang untuk kita, ya hasilnya tetap nol.Di titik terendah, aku sadar: aku bukan kalah saingan. Aku kalah karena dari awal memang nggak ada pertandingan.

Derita yang Diam-Diam Jadi Guru

Kata orang, luka paling sakit adalah yang nggak berdarah. Cinta tak berbalas nggak ninggalin bekas di fisik, tapi ngacak-ngacak cara kita memandang diri sendiri."Apa aku kurang menarik?"

"Apa aku membosankan?"

"Apa salahku?"Pertanyaan itu muter terus sampai akhirnya aku capek sendiri. Dan di tengah capek itu, ada jeda. Di jeda itu aku mulai denger suara lain: "Kenapa validasi harus dari dia?"Dari situ aku belajar.

Derita ini ngajarin aku 3 hal: Pertama, batas. Bahwa nggak semua yang kita mau harus kita miliki. Ada rasa yang cukup berhenti sebagai rasa, nggak perlu jadi hubungan. Kedua, jujur. Aku mulai jujur kalau selama ini aku nggak benar-benar suka dia. Aku suka konsep "punya seseorang". Aku takut sepi, bukan takut kehilangan dia. Ketiga, pulang. Selama ini aku sibuk membangun rumah di hati orang lain sampai lupa pondasi rumahku sendiri keropos. Derita ini yang maksa aku pulang, beresin diri sendiri dulu.

Makna yang Muncul Setelah Badai

Cinta tak berbalas itu bukan hukuman. Itu filter. Dia nyaring siapa yang harus tetap di hidup kita dan siapa yang cukup jadi pelajaran. Makna yang aku temuin: Aku jadi kenal diriku. Aku tahu aku bisa sesayang itu sama orang. Berarti kapasitas hatiku besar. Sekarang tinggal aku arahin ke orang yang tepat, termasuk ke diriku sendiri.Aku jadi punya standar. Dulu asal dia mau, aku iya. Sekarang aku tahu, cinta itu dua arah. Kalau cuma aku yang dayung, namanya bukan perahu, tapi capek sendiri. Aku jadi berhenti buru-buru. Mungkin semesta lagi ngelindungin aku dari hubungan yang salah. Mungkin aku lagi disiapin buat versi diriku yang lebih pantes dapet cinta yang utuh.

Terima Kasih Sudah Tidak Memilihku

Kalau hari ini kamu lagi di fase cinta tak berbalas, sini aku bisikin: kamu nggak gagal. Kamu cuma lagi diarahkan. Derita ini bukan akhir dari cerita cintamu. Ini justru bab pertama dari cerita cintamu ke dirimu sendiri. Sembuh bukan berarti lupa, tapi berarti kamu udah nggak lagi naruh kebahagiaanmu di tangan orang yang bahkan nggak minta dititipin.

Jadi, terima kasih untuk dia yang tidak memilihku. Karena darimu, aku akhirnya memilih diriku sendiri. Dan ternyata, itu rasanya lebih menenangkan daripada dicintai orang yang salah.