Pencarian populer
USER STORY
23 Juni 2018 9:20 WIB
..
..

Jorge Sampaoli Terlalu Buruk Bagi Lionel Messi dan Argentina

Argentina kini dalam keadaan bahaya. Dari dua pertandingan di Piala Dunia 2018 Lionel Messi dan kolega belum juga meraih kemenangan. Perjalanan di Rusia dimulai dengan hasil imbang kala melawan negara debutan, Islandia. Segalanya berjalan semakin buruk karena mereka harus mengakui keunggulan Kroasia pada pertandingan kedua. Meski secara hitung – hitungan finalis Piala Dunia 2014 ini masih memiliki peluang untuk melaju ke fase grup, Argentina harus menggantungkan nasibnya kepada dua tim lainnya. Namun jika memang keberuntungan sedang menaungi mereka sehingga dapat lolos ke fase gugur, Argentina diprediksi tidak akan melaju jauh. Penampilan yang buruk di dua pertandingan awal menjadi sinyal bahwa ada masalah di tim La Albiceleste. Satu orang yang bertanggung jawab atas buruknya performa tim nasional Argentina adalah pelatih mereka Jorge Sampaoli.

Jorge Sampaoli sepertinya ditakdirkan untuk membuat publik Argentina merana. 3 tahun silam di ajang Copa America, Jorge Sampaoli bersama tim nasional Chile mengubur impian Argentina untuk juara setelah mengalahkan mereka di babak final. Kini, setelah berhasil mengisi posisi pelatih negara kelahirannya Jorge Sampaoli tidak mampu menduplikasi keberhasilannya bersama tim nasional Chile.

Bulan ini tepat satu tahun Jorge Sampaoli menjabat pelatih tim nasional Argentina. Dirinya ditunjuk menjadi pelatih setelah Federasi Sepak bola Argentina memecat Edgardo Bauza. Sampaoli pun memiliki misi untuk meloloskan Argentina ke Piala Dunia 2018 karena saat itu Albiceleste tercecer di posisi 5 klasemen Kualifikasi Piala Dunia Zona CONMEBOL. Pada akhirnya Argentina berhasil lolos ke Piala Dunia secara dramatis. Sergio Aguero dan kolega bertengger di posisi 3 klasemen akhir hanya dengan selisih 2 poin dari Chile yang berada di posisi 6. Penampilan Argentina bersama Jorge Sampaoli pun tidak istimewa, baru memastikan tiket di pertandingan terakhir kualifikasi tentu menunjukkan ada yang tidak beres dengan permainan anak asuhnya.

Permainan Argentina di putaran final Piala Dunia memang sangatlah buruk. Skuad Argentina pada Piala Dunia 2018 ini menyimpan masalah di semua lini. Di posisi kiper cederanya Sergio Romero membuat Argentina kehilangan satu – satunya kiper yang sudah berpengalaman di pentas internasional. Dari 3 kiper pengganti Romero tidak ada satupun yang memiliki caps lebih dari 10 pertandingan. Pada akhirnya Sampaoli memilih Willy Caballero untuk menjadi kiper utama Argentina, suatu keputusan yang mungkin amat Ia sesali. Lini belakang tidak lebih baik, pada pertandingan melawan Islandia terlihat jelas betapa mediokernya bek – bek Argentina ketika panik menghadapi serangan yang dibangun Gylfi Sigurðsson dan berujung dengan gol untuk tim Islandia.

Minimnya kreatifitas menjadi salah satu faktor kegagalan Argentina meraih kemenangan pada dua laga perdana di Rusia. Pada pertandingan pertama Sampaoli menempatkan Lucas Biglia dan Javier Mascherano di belakang Lionel Messi yang berada di posisi nomor 10. Hasilnya mengecewakan, aliran bola selalu diberikan kepada Messi, dan berharap La Pulga menunjukkan magisnya seperti di Barcelona. Skema permainan tersebut terlalu mudah untuk diprediksi oleh lawan. Lionel Messi akhirnya tidak dapat merangsek ke pertahanan lawan karena sudah dijaga ketat oleh para pemain Islandia. Kehadiran Ever Banega di pertengahan babak kedua sedikit membantu tugas Lionel Messi untuk membagi bola di sepertiga pertahanan Islandia. Baik Javier Mascherano ataupun Lucas Biglia adalah gelandang yang bertipikal bertahan dan jarang beroperasi di daerah pertahanan lawan. Ever Banega sebaliknya, dirinya mampu menjadi pembeda di depan kotak pinalti lawan. Akan jauh lebih bijak untuk memainkan Banega bersama Lucas Biglia di lini tengah Argentina dan mengeser Javier Mascherano ke posisi bek tengah.

Klimaks dari buruknya performa Argentina tentunnya ketika mereka kalah 3 – 0 dari Kroasia. Secara mengejutkan Jorge Sampaoli memilih untuk bermain dengan formasi 3 – 4 – 3 dan memainkan pemain – pemain minim jam terbang seperti Maximilliano Meza, Marcos Acuna, dan Enzo Perez. Mantan pelatih Sevilla ini lebih memilih para pemain tersebut dibanding pemain – pemain yang lebih berpengalaman seperti Angel Di Maria atau Ever Banega. Faktanya, seperti dilansir oleh theguardian.com Lionel Messi sudah pernah memberi tahu Jorge Sampaoli perihal ketidakcocokannya dengan formasi 3 – 4 – 3. Lionel Messi merasa skema tersebut akan menghalangi dirinya untuk menampilkan performa terbaiknya. Alasannya jelas, Lionel Messi akan bertumpukan dengan wingback Argentina di area La Pulga berada. Entah sudah tidak mempunyai jalan keluar lain, Sampaoli memilih untuk mengorbankan Messi dan bermain dengan formasi 3 – 4 – 3.

Pelatih berusia 58 tahun ini pun merasa bertanggung jawab atas terpuruknya Argentina di Piala Dunia tahun ini.

“Ini adalah tanggung jawab saya sepenuhnya.” jawab Sampaoli di konferensi pers seusai laga.

“Saya minta maaf kepada semua penggemar yang melakukan berbagai cara untuk datang ke Rusia. Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa.” tutup Sampaoli.

Jika pada akhirnya Argentina gagal melenggang ke fase gugur, Lionel Messi tentu menjadi pemain yang paling dirugikan. Dengan usia yang sudah mencapai 31 tahun pada tahun ini, Piala Dunia kali ini menjadi kesempatan terbaiknya untuk mempersembahkan gelar untuk negaranya. Lionel Messi akan menjadi pemain yang disalahkan oleh publik Argentina jika tim nasionalnya benar – benar tersingkir di Piala Dunia kali ini. Kondisi ruang ganti tim nasional Argentina pun dikabarkan memanas setelah dikabarkan para pemain tidak lagi ingin dilatih oleh Joge Sampaoli dan meminta Jorge Burruchaga selaku asisten pelatih untuk memimpin skuad Argentina di sisa Piala Dunia tahun ini. Atas segala kekacauan ini, Jorge Sampaoli memang menjadi sosok yang paling bertanggung jawab. Lionel Messi dan tim nasional Argentina pantas memiliki pelatih yang lebih baik dibanding Jorge Sampaoli.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: