Konten dari Pengguna

Si Nyonya Tua Bersiap Kehilangan Dua Bek Sayapnya

Daniel Fernandez

Daniel Fernandez

Aset Bangsa. @L1_Segitiga

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Daniel Fernandez tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Juventus harus kembali bersiap kehilangan dua pilar pertahanannya. Setelah harus rela berpisah dengan Leonardo Bonucci dan Daniel Alves pada awal musim, kini giliran Alex Sandro dan Kwadwo Asamoah mulai mencari destinasi baru untuk melanjutkan karir mereka. Khusus untuk Alex Sandro, tim – tim lain memang sudah sejak lama menaruh minat untuk bek kiri berusia 26 tahun tersebut. Beberapa tim bahkan sudah terang – terang ingin membawa Alex Sandro keluar dari Allianz Stadium ketika jeda transfer musim panas. Namun kala itu Alex Sandro sepakat untuk bertahan di Juventus untuk sementara waktu.

Awal karir Alex Sandro di Juventus memang tidaklah terlalu baik. Dirinya masih harus bergantian dengan Patrice Evra untuk mengisi pos kiri pertahanan Si Nyonya Tua. Seiring waktu Alex Sandro mulai menunjukkan potensi terbaiknya, ditambah Patrice Evra yang semakin menua, bek berusia 26 tahun ini mulai menyegel satu tempat utama di tim Juventus. Musim lalu mungkin menjadi puncak permainan Sandro bersama tim asuhan Massimiliano Allegri. Duetnya bersama Daniel Alves di sayap kanan dan kiri berhasil membawa Juventus terbang tinggi di Italia bahkan Eropa. Semakin cemerlangnnya permainan Alex Sandro membuat banyak pengamat mulai menyebut dirinya sebagai salah satu bek sayap terbaik di dunia. Namanya sudah disejajarkan dengan kompatriotnya dari tim Samba, Marcelo. Kualitas Alex Sandro dua musim kebelakang itulah yang membuat tim – tim lain terus berupaya merekrut mantan pemain FC Porto ini.

Peminat utama Alex Sandro datang dari tim Liga Inggris, Chelsea FC. Antonio Conte merasa skuadnya belum cukup kuat sehingga mendatangkan Alex Sandro adalah prioritas utama Chelsea di jeda transfer musim dingin ini. Ini bukanlah upaya pertama Chelsea untuk menggaet bek kelahiran Catanduva ini. Sebelumnya Chelsea telah mengajukan beberapa penawaran untuk Juventus, namun sayangnya tidak ada yang berhasil. Penyebabnya adalah sebelumnya Juventus telah kehilangan dua bek andalannya yaitu Leonardo Bonucci dan Dani Alves. Kini kondisinya berbeda, selain karena sudah menemukan pengganti dau bek andalannya, hubungan Alex Sandro dan manajemen Juventus mulai memanas akhir – akhir ini.

Alex Sandro disinyalir memendam kekecewaan setelah Juventus tidak melego dirinya ke Chelsea ketika jeda transfer musim panas lalu. Hal ini membuat performa Alex Sandro menurun di sepanjang musim ini. Menurunnya performa Sandro musim ini membuat Massimiliano Allegri mulai memarkir bek Brazil di bangku cadangan. Ketidakpuasan Alex Sandro terhadap keputusan Allegri ini lah yang semakin menguatkan keinginan Sandro untuk hengkang dari Allianz Stadium.

Direktur Juventus, Giuseppe Marotta pun angkat bicara perihal menurunnya performa Alex Sandro dan keinginan sang pemain untuk hengkang.

“Kami telah mengatakan berkali-kali bahwa ketika seorang pemain meminta untuk dijual, terlepas dari nilai atau kepentingan di dalam tim, kami dengan senang hati menjual pemain tersebut. Bila pemain tidak puas, lebih baik membiarkannya pergi. Dalam kasus Alex Sandro, dia sepenuhnya setuju dengan gagasan untuk tinggal bersama kami”

Bukan hal baru memang untuk Juventus melepas pemain bintangnya. Arturo Vidal, Carlos Tevez, Paul Pogba adalah bukti bahwa Juventus tidak pernah menahan siapapun yang tak lagi berhasrat untuk menggunakan seragam La Vecchia Signora.

Saat saga transfer Alex Sandro tak kunjung selesai, bek kiri Juventus lainnya juga belum menunjukkan tanda – tanda akan bermain lebih lama lagi di Kota Turin. Kontrak pemain internasional Ghana ini memang akan segera berakhir di penghujung musim ini, dan nampaknya Juventus tidak tertarik untuk memberikan perpanjangan kontrak bagi Asamoah. Menit bermain Asamoah memang menurun tajam dibanding dua musim pertamanya di Juventus. Saat pertama kali bergabung bersama Juventus, Asamoah adalah pemain penting pada skema permain Antonio Conte. Namun, dua musim terakhir adalah periode terburuk di sepanjang lima tahun kebersamaannya bersama Si Nyonya Tua. Cedera membuat dirinya terus menerus absen dari berbagai pertandingan bersama Juventus. Kondisinya diperparah dengan kehadiran Patrice Evra dan Alex Sandro yang membuat dirinya otomatis hanya menjadi pilihan ketiga di sayap kiri Juventus. Raksasa Turki, Galatasaray dikabarkan bersedia menjadi pelabuhan anyar untuk Kwadwo Asamoah. Kwadwo Asamoah yang masih berusia 28 tahun tentunya bisa menjadi amunisi yang berkualitas untuk bertarung di Liga Turki. Kemampuanya bermain di beberapa posisi tentu menjadi nilai tambah bagi klub manapun yang bersedia merekrutnya.

Kehilangan dua Alex Sandro dan Kwadwo Asamoah pada waktu yang sama adalah skenario terburuk yang mungkin terjadi. Maka dari itu ada dua nama yang mulai dipersiapkan manajemen Juventus untuk mengisi kekosongan posisi bek kiri Juventus. Jose Gaya menjadi nama yang mulai dipertimbangkan oleh Juventus setelah Alex Sandro mulai tak kerasan di Kota Turin. Sayangnya, Valencia enggan menjual Jose Gaya mengingat potensi besar yang dimiliki oleh pemuda yang baru berusia 22 tahun ini. Namun tawaran dengan nilai fantastis mungkin bisa menyelesaikan hal tersebut. Selain Jose Gaya, Juventus sebenarnya sudah mempersiapkan pemain lain untuk mengisi pos bek kiri untuk musim depan. Leonardo Spinazzola diharapkan kelak bisa menjadi pengganti yang sepadan jika Alex Sandro dan Kwadwo Asamoah benar – benar pergi dari Juventus. Spinazzola yang musim ini masih dipinjamkan di Atalanta mulai menunjukkan performa menjanjikan bersama skuad asuhan Gian Piero Gasperini sejak musim lalu. Spinazzola pun sudah bisa menembus skuad tim nasional Italia pada kualifikasi Piala Dunia 2018.

Juventini kini hanya tinggal bisa berharap kepada Direktur Juventus, Giuseppe Marotta. Harapannya Beppe Marotta bisa kembali menunjukkan kapasitasnya salah satu juru transfer terbaik di Eropa. Agar kelak, jika Alex Sandro dan Kwadwo Asamoah benar – benar hengkang, Juventus tidak limbung dan gagal mempertahankan dominasi di Italia.