Kemudahan Transportasi Umum di Jakarta

Mahasiswa Desain Produk Universitas Pembangunan Jaya.
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Danira Lurama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta merupakan kota tersibuk dan terpadat. Semua orang dari berbagai daerah datang ke Jakarta dengan harapan mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut berpengaruh bagi warga sekitar untuk mobilitas, banyak warga Jakarta yang membutuhkan transportasi umum. Hal ini memberikan peluang pekerjaan kepada masyarakat untuk mendapatkan pemasukan dengan menjadi sopir transportasi umum. Banyaknya transportasi umum yang ada di Jakarta, pemerintah DKI Jakarta juga mempermudah warganya dalam bepergian dengan menyediakan transportasi umum yang murah, nyaman, dan mudah diakses.
Tujuannya agar masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada transportasi pribadi dan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menangani kemacetan di Jakarta. Dilihat dari banyaknya pilihan transportasi umum yang ada, semuanya memiliki akses yang mudah digunakan bagi penumpangnya dan bisa kita bandingkan mudahnya bertransportasi umum di Jakarta dengan daerah lain khususnya yang akan dibahas lebih lanjut yaitu Tangerang Selatan tepatnya di daerah sekitar Universitas Pembangunan Jaya.
Banyak pilihan transportasi umum di Jakarta mempermudah kita dalam bepergian. Kita bisa menyesuaikan dengan harga dan kenyamanan yang kita inginkan. Moda transportasi umum di Jakarta sendiri ada angkot, bus, kereta, MRT, LRT dan lain-lain. Jenis kepemilikan kendaraan tersebut juga beragam contohnya angkot, ada yang punya pribadi atau sewa dan ada yang milik pemerintah bernama JakLingko bentuknya seperti mobil angkot pada umumnya. Bahkan ada juga angkot dengan pendingin di dalamnya. Angkot ini merupakan program pemerintah dan kita bisa naik tanpa bayar. Cukup hanya dengan beli 1 kartu saja bisa dipakai berkali-kali tanpa perlu mengisi ulang saldonya.
Jika daerah yang ingin kita kunjungi dekat dengan banyak transportasi umum kita tinggal memilih yang sesuai keinginan. Jika ingin yang tidak terjebak macet, maka kita bisa naik KRL. Namun, biasanya perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik transportasi lainnya lagi. Sedangkan jika kita tidak masalah dengan kemacetan, kita bisa naik angkot. Poin plusnya, angkot bisa berhenti tepat di depan gang atau rumah yang ingin dituju. Akses yang mudah kita bisa cari di mana saja bahkan di jalan kecil, biasanya yang paling banyak ada di daerah kecil yaitu angkot bahkan kita keluar gang terdapat angkot yang lewat. Harga angkot sudah terdapat pada pintunya berdasarkan wilayah yang kita tuju dari tempat kita naik angkot tersebut.
Pilihan lainnya yaitu bus. Di Jakarta ada beraneka jenis bus yang melayani masyarakat, mulai dari yang menggunakan BBM hingga bus listrik, ada yang bayar dan ada juga yang gratis seperti bus tingkat terbuka yang pergunakan untuk berwisata keliling kota Jakarta khususnya di daerah sekitar Monas.
Jika saya bandingkan dengan Tangerang Selatan di daerah sekitar UPJ dan Bintaro, transportasi umumnya hanya terdapat KRL yang letaknya pun agak jauh dari permukiman. Warga sekitar perlu naik ojek online atau bahkan motor pribadi terlebih dahulu untuk sampai ke stasiunnya. Hal tersebut cukup merepotkan apabila kita ingin bertransportasi umum terlebih bagi warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Pilihan transportasi umumnya juga tidak beragam dan masih sulit dicari. Kalau ada pun, pasti sangat jarang. Pemberhentian bus di daerah Tangerang juga tidak seperti di Jakarta yang tempatnya bagus dan nyaman bahkan disediakan jembatan penyeberangan.
Di Tangerang kebanyakan bus hanya berhenti di bahu jalan dan haltenya tidak memadai. Untuk angkot di Tangerang tidak sebesar dan sebanyak di Jakarta. Jarak kursi angkot di Tangerang sangat rapat dan bagian atapnya juga terlalu pendek jadi tidak nyaman dan sesak. Selain itu, selang waktu tunggu angkot di Jakarta juga sangat singkat. Apabila kita terlewat naik angkot, maka butuh waktu tidak sampai satu menit untuk kedatangan angkot berikutnya.
Menurut saya pribadi sebagai pengguna transportasi umum, Jakarta sudah cukup berhasil menyediakan akses mobilitas yang sangat nyaman. Mulai dari banyaknya pilihan dan kemudahan dalam mencari kendaraan umum itu sendiri. Jika dibandingkan dengan daerah tetangganya yaitu Tangerang Selatan, sangat jauh perbedaannya terutama pada kenyamanan, akses, dan banyaknya transportasi umum itu sendiri. Maka tak heran banyak warga Jakarta lebih menyukai naik kendaraan umum karena sangat memudahkan dalam bepergian.
Pemerintah DKI Jakarta juga turut andil dalam mempermudah mobilitas bahkan dalam urusan waktu mereka mudahkan dengan menyediakan MRT dan yang baru akan di luncurkan yaitu LRT, keduanya merupakan kereta cepat yang membuat orang yang bekerja di kota semakin bisa mempersingkat waktunya. Di Jakarta pula banyak kendaraan umum yang gratis membantu kita untuk hemat biaya transportasi
