Konten dari Pengguna

Memakai Batik Sudah Tidak Kuno

Danira Lurama

Danira Lurama

Mahasiswa Desain Produk Universitas Pembangunan Jaya.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Danira Lurama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membatik. Gambar oleh AnglesNViews dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membatik. Gambar oleh AnglesNViews dari Pixabay

Malu jika memakai batik karena biasanya cuma orang tua yang pakai atau saat memakainya kita takut terlihat seperti orang yang ingin menghadiri rapat pejabat.

Batik selalu dianggap kuno dan biasanya hanya digunakan saat menghadiri acara formal saja, tetapi sekarang banyak orang yang menjadikan batik sebagai tempatnya untuk berkarya dengan menampilkan keunikan busana yang digunakan dengan modifikasi sesuai dengan karakter masing-masing. Modifikasi batik sesuai dengan trend fashion modern saat ini juga membuat semakin banyak orang yang menggunakannya, secara tidak langsung mereka ikut serta dalam melestarikan budaya kita yaitu batik.

BATIK JADI BUSANA KEKINIAN

Generasi sekarang sudah mulai banyak yang menjadikan batik sebagai outfit yang kekinian dan fashionable, Fashionable sendiri memiliki suatu makna “conforming to the fashion or established mode” yang sering kita sebut keren dan modis. Kita bisa lihat banyak anak muda yang mulai menggunakan batik dalam keseharian seperti di area rumah, kampus, dan lingkungan sekitar. Mungkin banyak dari kawula muda sendiri yang niatnya hanya ikut-ikutan tren memakai batik karena estetikanya atau merasa keren, tetapi secara tidak sadar mereka ikut serta dalam pelestarian warisan budaya bangsa ini.

"Saat ini anak muda sudah mulai peduli akan batik. Mereka juga sudah cukup mampu membeli batik asli. Soal pilihan batik, mungkin motif-motif yang seru dan warna yang kekinian lebih cocok untuk anak muda," kata Sekar Larasati, Fashion Stylist dan Creative Director Kulo.

Pemakaian batik sudah mulai menjadi hal yang lumrah digunakan. Menurut pengamatan saya akan pemakaian batik di kampus tepatnya di universitas pembangunan jaya, sudah banyak mahasiswa yang memakai batik baik itu saat ada acara kampus atau bahkan inisiatif sendiri hanya untuk bergaya. Saya rasa itu sudah sangat bagus, bahkan terkadang mahasiswanya membuat inisiatif untuk memakai batik sebagai dresscode angkatan saat berkuliah. Mereka berkreasi menggunakan batik sedemikian rupa sehingga terlihat tampak kekinian, baik itu hanya menggunakan kain, celana, atau baju mereka bisa mencocokkannya dengan gayanya sendiri sehingga terlihat tidak kaku seperti ingin rapat penting. Oleh karena itu, jangan malu memakai batik, kita bisa mengkreasikan batik sesuai dengan tren dan karakter kita sendiri, memakai batik juga bisa kok tampil keren dan kekinian.

PENGGUNAAN BATIK MODERN

Dengan mengikuti perkembangan zaman, batik sudah mulai berevolusi dengan memiliki banyak pilihan warna dan tidak hanya warna cokelat, hitam, dan putih saja yang membuat terlihat kuno bahkan sekarang sudah ada warna pastel yaitu warna lembut yang enak dipandang mata. Selain itu motif yang ada juga tidak terkesan kuno dan tidak akan lekang oleh waktu contohnya motif parang dan floral. Dengan kombinasi warna dan motif yang ada sekarang membuat semakin mudah untuk mengombinasi busana yang modis, tetapi tetap ada unsur lokalnya.

“Tak ada batasan dalam menuangkan ide dan menjadikannya motif batik baru." Begitu ujaran Chitra Subijakto, salah satu perancang busana batik di Indonesia. Selain itu, ia membuat batik dengan melihat keadaan sekitar, contohnya saat tengah berlibur dan memandang ke luar jendela pesawat. Gulungan ombak, rumput laut yang tampak kehitaman dari atas, serta perahu-perahu nelayan yang tampak kecil menginspirasinya. Chitra pun menerjemahkannya menjadi motif di atas kain. Ia menamainya Algae.

Kita bisa mengeksplorasi penggunaan batik dengan menjadikannya fashion item seperti contoh kain lilit, tas, sepatu, jam tangan, dan lain-lain. Pemakaian batik yang awalnya hanya bermodel kemeja seperti ke acara formal, sekarang sudah banyak desainer muda merancang batik dengan membuat desain yang modis, bahkan sudah banyak fashion show yang menampilkan busana dari desainer muda dan model batik yang dipamerkan tertuju pada generasi sekarang yang menampilkan penampilan casual hingga formal. Tidak ada alasan untuk kita malu menggunakan batik takut karena terkesan kuno, padahal kita bisa melestarikan batik dengan gaya kita sendiri dan sudah banyak desainer yang membuat kita terinspirasi untuk memadu padankan batik dengan beragam gaya dan sesuai dengan karakter kita.

BATIK DI DUNIA

Tanggal 2 Oktober 2009 Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO memberikan pengakuan internasional: batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009, pemerintah pun menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Batik menjadi salah satu yang membuat dunia membuka mata pada Indonesia. Batik memiliki nilai estetis yang tinggi dan menjadi warisan budaya Indonesia yang diakui oleh PBB. Tidak hanya digunakan oleh masyarakat Indonesia, batik juga digunakan oleh tokoh dunia. Hal tersebut tak luput dari campur tangan perancang terkemuka Indonesia yang berhasil membawa batik Indonesia ke dunia fashion internasional, di antaranya adalah Oscar Lawalata, Denny Wirawan, Edward Hutabarat, Chossy Latu, Ramli, Ghea Panggabean, Era Soekamto, Itang Yunasz, Lia Afif, dan Riana Kusuma Astuti.

Banyak tokoh terkenal telah tampil dengan mengenakan batik, mulai dari Bill Gates, Nelson Mandela, Barack Obama, Beyoncé Knowles hingga Taeyong NCT. Artis kelas dunia saja menggunakan batik masa kita masih malu sebagai warga negara Indonesia melestarikan budaya kita sendiri yaitu memakai batik. Desain batik yang ada juga sudah tidak terlihat kuno kok dan kita bisa hanya menggunakan batik dalam ukuran kecil saja seperti jam atau sepatu, hal tersebut bisa membantu meletarikan batik sebagai budaya leluhur indonesia.

Jika kawula muda masih tutup mata dengan budaya tekstil kita yaitu batik, maka kedepannya akan punah atau bahkan direbut kembali hak miliknya oleh negara tetangga. Namun, kalau bukan kita siapa lagi yang akan meneruskan warisan budaya ini? Hanya dengan menggunakan batik sudah menjadikan kita ikut andil dalam pelestarian budaya. Jangan malu menggunakan batik kita harus bangga dengan apa yang kita gunakan. Pakailah batik sekreatif kalian, tidak perlu merasa ada tembok yang membatasi kita untuk berkarya, dengan ini kita bisa berkarya sambil melestarikan budaya. Seperti pepatah mengatakan “Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui”.